Kamis, Mei 14, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Dari Jakarta ke Gaza, TNI Bersiap Bawa Bantuan dan Harapan

by dimas
Februari 19, 2026
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Deretan seragam putih dan loreng berdiri tegak di Markas Komando Komando Lintas Laut Militer, Jakarta Utara, pada Rabu (18/2/2026). Mereka bukan sedang bersiap perang. Mereka bersiap mengirim pesan.

Komando Armada Republik Indonesia menggelar apel kesiapan satuan tugas Angkatan Laut yang akan menjalankan misi kemanusiaan ke Gaza. Melalui apel ini, TNI Angkatan Laut memastikan setiap personel, alat, dan dukungan logistik siap bergerak ketika perintah datang.

Panglima Koarmada RI, Laksamana Madya TNI Denih Hendrata, menegaskan bahwa apel itu bukan sekadar formalitas militer. Ia menyebutnya sebagai simbol kesiapan sekaligus representasi solidaritas Indonesia untuk rakyat Gaza yang masih hidup di tengah konflik berkepanjangan.

Ia mengirim 55 personel tenaga kesehatan dalam gelombang awal. Mereka akan memberikan layanan medis dan bantuan kemanusiaan bagi warga sipil kelompok yang selalu menjadi korban paling sunyi dalam setiap konflik bersenjata.

Di belakang mereka, kapal rumah sakit KRI Radjiman Wedyodiningrat bersiap menjadi tulang punggung misi. Kapal itu membawa fasilitas medis lengkap, tim penyelam, hingga pasukan elite Komando Pasukan Katak. Negara tidak hanya mengirim simpati. Negara mengirim infrastruktur.

Ini Belum Selesai

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Target Ribuan Personel, Tapi Masih Menunggu Lampu Hijau Politik

Namun, pengiriman ini baru permulaan. Pemerintah menyiapkan skala yang jauh lebih besar.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat, Brigjen TNI Donny Pramono, menyebut sekitar 1.000 personel ditargetkan siap pada April 2026. Setelah itu, jumlahnya akan meningkat hingga 8.000 personel pada akhir Juni.

Meski begitu, ia menekankan satu hal penting: siap berangkat bukan berarti sudah berangkat.

Pemerintah masih menunggu kesepakatan politik dan keamanan internasional. Tanpa payung diplomasi, pasukan tidak akan bergerak.

Artinya, di balik barisan rapi dan kapal yang sudah dipanaskan mesinnya, keputusan akhir tetap berada di meja perundingan, bukan di dermaga militer.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi juga mengakui hal itu. Ia menyebut angka 8.000 personel sebagai target realistis, tetapi semuanya masih bergantung pada perkembangan situasi global.

Indonesia, sekali lagi, menempatkan diri di antara dua dunia: kemanusiaan dan geopolitik.

Misi Kemanusiaan yang Selalu Punya Dimensi Politik

Bagi pemerintah, pengiriman pasukan ini menjadi bukti komitmen Indonesia dalam perdamaian dunia. Namun bagi masyarakat, terutama keluarga prajurit, misi ini membawa kecemasan yang tidak pernah masuk siaran pers.

Mereka tahu Gaza bukan wilayah stabil. Mereka tahu risiko selalu ada.

Di sisi lain, rakyat Gaza menjadi pihak yang paling terdampak. Mereka tidak peduli negara mana yang datang. Mereka hanya membutuhkan dokter, obat, dan harapan untuk bertahan hidup satu hari lagi.

Indonesia mencoba mengisi ruang itu.

Namun, di balik narasi kemanusiaan, langkah ini juga mengirim pesan lain Indonesia ingin tetap relevan di panggung global.

Di dunia yang semakin keras, solidaritas sering berjalan berdampingan dengan kepentingan.

Dan ketika kapal-kapal itu akhirnya berlayar nanti, yang ikut berangkat bukan hanya pasukan medis tetapi juga reputasi, ambisi, dan posisi Indonesia di mata dunia. @dimas

Tags: DuniaGazaKemanusiaanKonflik DuniaMisiNasionalPasukanPerdamaianriSolidaritasTNI

Kamu Melewatkan Ini

Kenapa Kota Kita Makin Penuh Coffee Shop Tapi Miskin Ruang Dialog?

Kenapa Kota Kita Makin Penuh Coffee Shop Tapi Miskin Ruang Dialog?

by jeje
Mei 13, 2026

Di banyak kota, aroma kopi kini terasa lebih mudah ditemukan di coffee Shop daripada ruang bicara yang jujur. Sudut jalan...

Profil Dandhy Laksono: Jurnalis yang Memilih Bertanya Saat Banyak Orang Diam

Profil Dandhy Laksono: Jurnalis yang Memilih Bertanya Saat Banyak Orang Diam

by jeje
Mei 12, 2026

Dandhy Laksono kembali jadi sorotan. Bukan karena kontroversi biasa, tetapi karena film dokumenternya, Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita, memicu rasa...

Film Pesta Babi Kembali Dibubarkan, Kini Terjadi di Ternate

Film Pesta Babi Kembali Dibubarkan, Kini Terjadi di Ternate

by Tabooo
Mei 10, 2026

Film Pesta Babi kembali dibubarkan. Kali ini terjadi di Ternate, Maluku Utara. Aparat TNI menghentikan kegiatan nonton bareng dan diskusi...

Next Post
Seragam Lengkap, Status Berbeda: Eks Kapolres Bima Hadapi Sidang Etik

Seragam Lengkap, Status Berbeda: Eks Kapolres Bima Hadapi Sidang Etik

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Mei 13, 2026

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Mei 12, 2026

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Mei 13, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id