• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
Sabtu, Maret 21, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home News Global

Dari Jakarta ke Gaza, TNI Bersiap Bawa Bantuan dan Harapan

Februari 19, 2026
in Global, News
A A
Dari Jakarta ke Gaza, TNI Bersiap Bawa Bantuan dan Harapan

Komando Armada Republik Indonesia menggelar apel kesiapan Satgas Angla di Komando Lintas Laut Militer, Jakarta Utara, pada Rabu (18/2/2026), sebelum misi kemanusiaan ke Gaza. (Foto: Dispen Koarmada RI)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Deretan seragam putih dan loreng berdiri tegak di Markas Komando Komando Lintas Laut Militer, Jakarta Utara, pada Rabu (18/2/2026). Mereka bukan sedang bersiap perang. Mereka bersiap mengirim pesan.

Komando Armada Republik Indonesia menggelar apel kesiapan satuan tugas Angkatan Laut yang akan menjalankan misi kemanusiaan ke Gaza. Melalui apel ini, TNI Angkatan Laut memastikan setiap personel, alat, dan dukungan logistik siap bergerak ketika perintah datang.

Panglima Koarmada RI, Laksamana Madya TNI Denih Hendrata, menegaskan bahwa apel itu bukan sekadar formalitas militer. Ia menyebutnya sebagai simbol kesiapan sekaligus representasi solidaritas Indonesia untuk rakyat Gaza yang masih hidup di tengah konflik berkepanjangan.

Ia mengirim 55 personel tenaga kesehatan dalam gelombang awal. Mereka akan memberikan layanan medis dan bantuan kemanusiaan bagi warga sipil kelompok yang selalu menjadi korban paling sunyi dalam setiap konflik bersenjata.

Di belakang mereka, kapal rumah sakit KRI Radjiman Wedyodiningrat bersiap menjadi tulang punggung misi. Kapal itu membawa fasilitas medis lengkap, tim penyelam, hingga pasukan elite Komando Pasukan Katak. Negara tidak hanya mengirim simpati. Negara mengirim infrastruktur.

Target Ribuan Personel, Tapi Masih Menunggu Lampu Hijau Politik

Namun, pengiriman ini baru permulaan. Pemerintah menyiapkan skala yang jauh lebih besar.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat, Brigjen TNI Donny Pramono, menyebut sekitar 1.000 personel ditargetkan siap pada April 2026. Setelah itu, jumlahnya akan meningkat hingga 8.000 personel pada akhir Juni.

RelatedPosts

Jubir IRGC Tewas Diserang AS-Israel, Konflik Iran Kian Memanas

Lebaran 2026: Prabowo Undang Ribuan Warga ke Istana Kepresidenan

Meski begitu, ia menekankan satu hal penting: siap berangkat bukan berarti sudah berangkat.

Pemerintah masih menunggu kesepakatan politik dan keamanan internasional. Tanpa payung diplomasi, pasukan tidak akan bergerak.

Artinya, di balik barisan rapi dan kapal yang sudah dipanaskan mesinnya, keputusan akhir tetap berada di meja perundingan, bukan di dermaga militer.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi juga mengakui hal itu. Ia menyebut angka 8.000 personel sebagai target realistis, tetapi semuanya masih bergantung pada perkembangan situasi global.

Indonesia, sekali lagi, menempatkan diri di antara dua dunia: kemanusiaan dan geopolitik.

Misi Kemanusiaan yang Selalu Punya Dimensi Politik

Bagi pemerintah, pengiriman pasukan ini menjadi bukti komitmen Indonesia dalam perdamaian dunia. Namun bagi masyarakat, terutama keluarga prajurit, misi ini membawa kecemasan yang tidak pernah masuk siaran pers.

Mereka tahu Gaza bukan wilayah stabil. Mereka tahu risiko selalu ada.

Di sisi lain, rakyat Gaza menjadi pihak yang paling terdampak. Mereka tidak peduli negara mana yang datang. Mereka hanya membutuhkan dokter, obat, dan harapan untuk bertahan hidup satu hari lagi.

Indonesia mencoba mengisi ruang itu.

Namun, di balik narasi kemanusiaan, langkah ini juga mengirim pesan lain Indonesia ingin tetap relevan di panggung global.

Di dunia yang semakin keras, solidaritas sering berjalan berdampingan dengan kepentingan.

Dan ketika kapal-kapal itu akhirnya berlayar nanti, yang ikut berangkat bukan hanya pasukan medis tetapi juga reputasi, ambisi, dan posisi Indonesia di mata dunia. @dimas

Tags: DuniaGazaIndonesiaKemanusiaanKoarmadaKonflikMisiPasukanPerdamaianriSolidaritasTNITNI AL
Next Post
Seragam Lengkap, Status Berbeda: Eks Kapolres Bima Hadapi Sidang Etik

Seragam Lengkap, Status Berbeda: Eks Kapolres Bima Hadapi Sidang Etik

Recommended

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

6 bulan ago
Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

4 bulan ago

Popular News

  • Malam Takbiran: Antara Euforia Perayaan dan Sunyi Refleksi

    Malam Takbiran: Antara Euforia Perayaan dan Sunyi Refleksi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kuta Saat Senja: Ketika Malam Mulai Dibuka untuk Dunia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lebaran Beda Hari, Antara Ilmu, Ego, dan Toleransi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7.039 Pemudik Gratis Tiba di Tirtonadi, Mayoritas dari DKI Jakarta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prabowo Sebut Penyiraman Aktivis KontraS Terorisme, Harus Usut Dalangnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Life
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Talk
  • Vibes

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.