• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
Minggu, Maret 22, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home News Nasional

Connie Bakrie: TNI Boleh Hadapi Terorisme Jika Polisi Tak Lagi Mampu

Januari 10, 2026
in Nasional, News
A A
Konsep Otomatis

Ilustrasi TNI. (pasmar1.tnial.mil.id)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Wacana pelibatan TNI dalam penanggulangan terorisme kembali menghangat. Namun, pengamat militer Connie Rahakundini Bakrie menegaskan satu garis tebal: TNI baru boleh turun tangan ketika ancaman sudah mencapai level ekstrem teroris bersenjata berat, terorganisir rapi, dan aparat kepolisian tidak lagi mampu mengendalikan situasi.

“Kalau polisi sudah tidak memadai kapasitasnya, barulah TNI masuk,” ujar Connie saat menanggapi Surat Presiden (Surpres) yang menjadi dasar pembahasan peran TNI dalam kontra-terorisme, Jumat (9/1/2026).

Dengan demikian, pesan Connie sebenarnya sederhana namun krusial. TNI bukan pemain utama, melainkan opsi terakhir. Sementara itu, kepolisian tetap memegang peran garda terdepan. Oleh karena itu, negara wajib memastikan ancaman yang muncul benar-benar nyata, bukan sekadar asumsi permanen yang justru mendorong pengerahan militer secara berlebihan.

Jangan Rutin, Bisa Berbahaya

Lebih jauh, Connie mengingatkan bahaya laten jika negara menjadikan pelibatan TNI sebagai instrumen rutin. Jika itu terjadi, dampaknya tidak sepele. Fungsi pertahanan negara bisa terdistorsi, reformasi sektor keamanan berisiko mundur, dan relasi sipil-militer kembali tergelincir ke wilayah abu-abu.

Di satu sisi, pendekatan keras dan cepat memang bisa menguntungkan negara dalam jangka pendek. Namun di sisi lain, demokrasi, HAM, dan prinsip supremasi sipil justru berpotensi terkikis perlahan tanpa disadari publik.

Karena itu, Connie menekankan pelibatan TNI harus bersifat ad hoc, sementara, dengan mandat yang jelas serta batas waktu tegas. “Negara harus menentukan kasusnya apa, durasinya berapa lama, dan kapan operasi diakhiri. Begitu situasi kembali normal, TNI harus mundur,” tegasnya.

RelatedPosts

Harga Bitcoin Melemah di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

KPK Buka Peluang Tahanan Rumah, Kasus Yaqut Jadi Sorotan Publik

DPR Jangan Cuma Jadi Penonton

Selain pemerintah, Connie juga menyoroti peran DPR. Menurutnya, pengawasan sipil tidak boleh datang belakangan. Sebaliknya, DPR harus terlibat sejak awal proses, bukan hanya mengevaluasi setelah operasi selesai. Negara pun harus menuangkan keputusan secara tertulis dan eksplisit, alih-alih menyerahkannya pada diskresi operasional semata.

Lebih penting lagi, negara harus sejak awal merancang exit strategy setiap kali memutuskan melibatkan TNI. Tanpa itu, negara berisiko terjebak dalam keterlibatan berkepanjangan tanpa kejelasan arah dan batas.

Pada akhirnya, Connie menilai negara masih dapat menekan seluruh risiko tersebut jika negara mendasarkan pelibatan TNI pada eskalasi ancaman nyata dan mengaturnya secara ketat. Dengan pendekatan itu, negara tetap fleksibel, TNI tetap profesional, dan demokrasi tetap bernapas.

Sebab dalam urusan senjata dan kekuasaan, yang awalnya sementara sering berubah menjadi permanen terutama ketika negara lengah sejak awal. (red)

Tags: AdHocConnie Rahakundini BakrieDemokrasiHAMpengamat militerPolisiPolriSurat PresidenSurpresterorTNI
Next Post
Presiden Jerman Tuding Kebijakan Luar Negeri AS Hancurkan Tatanan Dunia

Presiden Jerman Tuding Kebijakan Luar Negeri AS Hancurkan Tatanan Dunia

Recommended

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

6 bulan ago
Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

4 bulan ago

Popular News

  • KPK Buka Peluang Tahanan Rumah, Kasus Yaqut Jadi Sorotan Publik

    KPK Buka Peluang Tahanan Rumah, Kasus Yaqut Jadi Sorotan Publik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Trump Beri Ultimatum 48 Jam ke Iran untuk Buka Selat Hormuz

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi dalam Dua Gelombang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gelar Griya di Istana, Prabowo Satukan Elite Politik dalam Suasana Lebaran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Karaton ke Masjid Agung, Gunungan Garebeg Pasa Jadi Rebutan Ratusan Warga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Life
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Talk
  • Vibes

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.