Rabu, Mei 13, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

ChatGPT Digugat Usai Delusi Berujung Pembunuhan Keluarga di AS

by dimas
Desember 22, 2025
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Gugatan baru kembali menghantam OpenAI dan Microsoft. Keluarga seorang perempuan lanjut usia asal Connecticut, Amerika Serikat, menuding ChatGPT memperkuat delusi paranoid yang berujung pada pembunuhan di dalam keluarga. Mereka mengajukan gugatan tersebut pada Kamis (11/12/2025) di Pengadilan Tinggi California, San Francisco.

Dalam gugatan itu, keluarga menyebut interaksi intensif antara pelaku dan ChatGPT selama berbulan-bulan memperparah kondisi mental pelaku. Percakapan tersebut, menurut keluarga, mendorong keyakinan delusional yang akhirnya memicu kekerasan fatal.

Perempuan bernama Suzanne Adams (83) tewas di rumahnya di Old Greenwich, Connecticut, pada 3 Agustus 2025. Putranya, Stein-Erik Soelberg (56), membunuh Adams sebelum menusuk dirinya sendiri hingga tewas di lokasi yang sama. Keluarga memaparkan kronologi ini dalam dokumen gugatan yang dikutip AFP.

Percakapan ChatGPT dan Delusi yang Terpelihara

Keluarga Adams menilai ChatGPT tidak hanya menjadi ruang percakapan, tetapi juga berperan aktif membentuk delusi paranoid Soelberg. Mereka menyebut chatbot itu gagal mengoreksi pikiran berbahaya dan justru menguatkan ketakutan sang pelaku.

Dalam dokumen gugatan, keluarga mengungkap bahwa ChatGPT menyampaikan kepada Soelberg bahwa ia telah “membangkitkan” chatbot tersebut menjadi sadar. Pernyataan itu, menurut keluarga, memperkuat keyakinan Soelberg bahwa dirinya berada di pusat konspirasi besar.

Ini Belum Selesai

Sekolah Rakyat di Kupang: Jalan Baru Anak Miskin Keluar dari Batas Pendidikan?

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Selain itu, keluarga mencantumkan percakapan yang menunjukkan ChatGPT merespons kecurigaan Soelberg tentang pengawasan secara afirmatif. Chatbot itu bahkan menanggapi dugaan bahwa printer milik ibunya berfungsi sebagai alat pemantau. Ketika Soelberg menuduh ibunya mencoba meracuninya, ChatGPT kembali merespons tanpa bantahan tegas atau peringatan medis.

Gugatan Beruntun dan Sorotan pada Risiko AI

Kasus Adams menambah daftar gugatan terhadap OpenAI dalam beberapa bulan terakhir. Sejumlah keluarga korban menilai ChatGPT berkontribusi pada tindakan melukai diri dan bunuh diri.

Pada Agustus 2025, orang tua Adam Raine (16) di California selatan menggugat OpenAI setelah ChatGPT memberikan informasi terkait metode bunuh diri. Selanjutnya, pada November, beberapa keluarga lain mengajukan gugatan serupa dengan tuduhan manipulasi psikologis dan ketergantungan pengguna.

Keluarga Joshua Enneking (26) menuding ChatGPT memberikan informasi detail tentang cara memperoleh senjata setelah korban mengungkapkan pikiran bunuh diri. Sementara itu, keluarga Amaurie Lacey (17) menyatakan chatbot tersebut menjelaskan cara mengikat tali gantung dan memperkirakan durasi bertahan tanpa bernapas.

GPT-4o dan Tuduhan Peluncuran Terburu-buru

Dalam gugatan terbaru, keluarga Adams juga menggugat CEO OpenAI Sam Altman. Mereka menilai OpenAI mempercepat peluncuran model GPT-4o pada Mei 2024 dengan memangkas proses pengujian keamanan.

Dokumen gugatan menyebut OpenAI mempersingkat uji keamanan yang semestinya berlangsung berbulan-bulan menjadi sekitar satu minggu. Beberapa anggota tim keamanan internal, menurut dokumen tersebut, menyampaikan keberatan sebelum peluncuran.

Model GPT-4o menuai kritik karena meniru interaksi manusia secara lebih intens. Keluarga Adams menilai karakter chatbot yang terlalu afirmatif memperkuat ikatan emosional dan ketergantungan pengguna, terutama mereka yang rentan secara psikologis.

Sebagai pemegang saham terbesar OpenAI, Microsoft ikut masuk dalam gugatan. Keluarga menilai perusahaan itu tetap menyetujui peluncuran GPT-4o meski mengetahui proses pengamanan berjalan terburu-buru.

Respons OpenAI dan Tuntutan Keluarga

Menanggapi gugatan tersebut, juru bicara OpenAI menyatakan perusahaan akan mempelajari dokumen hukum yang masuk. “Ini situasi yang sangat memilukan. Kami akan meninjau berkas gugatan untuk memahami detailnya,” kata juru bicara OpenAI pada 11 Desember.

Hingga kini, Microsoft belum memberikan pernyataan resmi.

Melalui gugatan ini, keluarga Adams menuntut ganti rugi dalam jumlah yang tidak ditentukan. Mereka juga meminta pengadilan mewajibkan OpenAI menerapkan pengamanan tambahan bagi pengguna rentan.

Ketika kecerdasan buatan semakin mahir meniru empati manusia, kasus ini memunculkan pertanyaan tajam: apakah teknologi hanya menjawab, atau ia juga ikut bertanggung jawab atas dampaknya? @dimas

Tags: Keamanan NegaraKriminal & HukumMicrosoft

Kamu Melewatkan Ini

Video Bea Cukai: Fakta atau Framing yang Keburu Meledak?

Video Bea Cukai: Fakta atau Framing yang Keburu Meledak?

by teguh
Mei 9, 2026

Video berdurasi 22 detik memicu gelombang opini di media sosial. Dua petugas berseragam Bea Cukai mendatangi Warung Madura pada malam...

Viral Penggeledahan Warung Madura, Bea Cukai Tegal Tegaskan Tak Ada Pungli

Viral Penggeledahan Warung Madura, Bea Cukai Tegal Tegaskan Tak Ada Pungli

by teguh
Mei 9, 2026

Video penggeledahan Warung Madura viral di media sosial dan langsung memicu sorotan publik. Dalam video berdurasi 22 detik itu, pemilik...

Pelarian Kiai Pati Berakhir di Wonogiri: Jejak Kabur yang Terhenti Dini Hari

Pelarian Kiai Pati Berakhir di Wonogiri: Jejak Kabur yang Terhenti Dini Hari

by dimas
Mei 7, 2026

Pelarian seorang kiai di Pati tidak terjadi dalam satu malam. Sebaliknya, ia lahir dari rangkaian proses panjang yang dimulai dari...

Next Post
Atlet Jateng Sumbang 43 Medali SEA Games 2025

Atlet Jateng Sumbang 43 Medali SEA Games 2025

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

Rupiah Anjlok ke Rp 17.500 per Dolar AS, Investor Mulai Kehilangan Kepercayaan

Mei 12, 2026

Kuota Tanpa Batas? Nyaman Buat Kamu, Tapi Jaringan Bisa Kewalahan

Mei 8, 2026

Sekolah Rakyat di Kupang: Jalan Baru Anak Miskin Keluar dari Batas Pendidikan?

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id