Rabu, Juni 10, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Atlet Jateng Sumbang 43 Medali SEA Games 2025

by dimas
Desember 22, 2025
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Kontingen Jawa Tengah kembali menegaskan perannya sebagai salah satu tulang punggung olahraga nasional. Pada SEA Games 2025 Thailand, sebanyak 63 atlet asal Jateng berhasil menyumbangkan 43 medali untuk Indonesia. Raihan ini datang dari 26 cabang olahraga. Dengan demikian, Jawa Tengah kembali mengukuhkan diri sebagai lumbung prestasi nasional.

Secara khusus, Ketua Umum KONI Jawa Tengah Sujarwanto Dwiatmoko menilai kontribusi atlet Jateng sangat menentukan posisi Indonesia di klasemen akhir. Dari total perolehan tersebut, atlet Jateng menyumbang 12 emas, 14 perak, dan 17 perunggu untuk Merah Putih.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada para atlet dan pelatih. Karena kerja keras mereka, prestasi ini tidak hanya membanggakan Jawa Tengah, tetapi juga Indonesia,” ujar Sujarwanto, Minggu (21/12/2025).

Sambutan untuk Pahlawan Pencak Silat

Pada kesempatan yang sama, Sujarwanto menyampaikan pernyataan tersebut saat menyambut Tito Hendra Septa Kurnia Wijaya, atlet pencak silat asal Kota Semarang yang meraih medali emas. Penyambutan berlangsung di Stasiun Tawang Semarang, Minggu siang, dengan suasana hangat dan penuh kebanggaan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah Muhamad Masrofi, yang mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, langsung mengalungkan bunga kepada Tito. Selain itu, sejumlah tokoh olahraga dan pejabat daerah turut hadir dalam acara tersebut.

Ini Belum Selesai

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

Chatib Basri Dipanggil ke Istana, Apakah Purbaya Akan Diganti?

Mereka yang hadir antara lain Wakil Ketua Umum KONI Jateng Dwi Yasmanto, Ketua IPSI Kota Semarang Joko Santoso, serta Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Suharsono. Dengan kehadiran para pemangku kepentingan ini, pemerintah daerah menegaskan bahwa prestasi atlet tidak berhenti di podium, melainkan terus dirawat melalui perhatian berkelanjutan.

Empat Cabang Unggulan Penopang Medali

Lebih jauh, Sujarwanto menjelaskan bahwa pencak silat menjadi salah satu dari empat cabang olahraga unggulan Jawa Tengah. Selain pencak silat, tiga cabang lain adalah wushu, menembak, dan panahan. Keempatnya secara konsisten menyumbang medali di ajang internasional.

“Berkat pembinaan berkelanjutan dan kualitas pelatih, atlet Jateng mampu mendulang emas, perak, dan perunggu. Bahkan, Indonesia tampil sebagai juara umum di masing-masing cabang unggulan itu,” jelasnya.

Karena itu, ia menegaskan bahwa prestasi tersebut tidak lahir secara instan. Semua capaian berangkat dari sistem pembinaan jangka panjang yang terukur dan konsisten.

Pemerintah Siapkan Apresiasi Lanjutan

Di sisi lain, Kepala Disporapar Jateng Masrofi menekankan bahwa keberhasilan atlet lahir dari kolaborasi banyak pihak. Mulai dari pelatih, federasi cabang olahraga, hingga pemerintah daerah, semuanya terlibat dalam proses pembinaan.

Masrofi menyebut Gubernur Ahmad Luthfi berencana menggelar silaturahmi khusus dengan atlet dan pelatih Jawa Tengah dalam waktu dekat. Langkah ini menjadi bentuk apresiasi atas perjuangan mereka di SEA Games 2025.

“Pak Gubernur ingin bertemu langsung dengan atlet dan pelatih yang baru menyelesaikan tugas membela kontingen nasional,” ujar Masrofi.

Kontribusi Penting di Level Nasional

Secara data, 43 medali dari atlet Jawa Tengah setara dengan 12,9 persen dari total medali Indonesia. Sementara itu, secara keseluruhan, Indonesia meraih 333 medali, terdiri dari 91 emas, 112 perak, dan 130 perunggu. Hasil ini menempatkan Indonesia di peringkat kedua, tepat di bawah tuan rumah Thailand.

Jika dilihat dari emas, kontribusi atlet Jateng mencapai 13,1 persen, atau 12 dari 91 emas kontingen Merah Putih. Dengan angka tersebut, peran Jawa Tengah menjadi krusial dalam pencapaian nasional.

Pada akhirnya, di tengah euforia SEA Games, prestasi atlet Jateng kembali mengingatkan satu hal. Keberhasilan olahraga nasional tidak lahir dari sorotan sesaat, melainkan dari kerja panjang daerah-daerah yang terus menyiapkan juara, bahkan ketika lampu stadion mulai redup. @dimas

Tags: AtletBerprestasijatengJawa TengahmedaliNasionalolahragaPembinaanPencak SilatPrestasi

Kamu Melewatkan Ini

Birokrasi atau Balas Jasa Politik? Tito Bongkar Praktik Titipan Honorer di Daerah

Birokrasi atau Balas Jasa Politik? Tito Bongkar Praktik Titipan Honorer di Daerah

by teguh
Juni 9, 2026

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian membuka kembali perdebatan lama tentang hubungan politik dan birokrasi daerah. Dalam rapat bersama Komisi II...

Buku yang Menulis Indonesia Sebelum Indonesia Lahir

Buku yang Menulis Indonesia Sebelum Indonesia Lahir

by jeje
Juni 2, 2026

Bagaimana mungkin seseorang menulis tentang Indonesia sebelum Indonesia benar-benar ada? Pertanyaan itu muncul ketika membaca Naar de Republiek Indonesia, karya Tan...

BPIP Undang Semua Mantan Presiden ke Hari Lahir Pancasila, Siapa yang Datang?

BPIP Undang Semua Mantan Presiden ke Hari Lahir Pancasila, Siapa yang Datang?

by teguh
Mei 29, 2026

Hari Lahir Pancasila tahun ini terasa lebih dari sekadar seremoni negara. Di tengah dinamika politik nasional, publik mulai bertanya: siapa...

Next Post
Konsep Otomatis

Musyawarah Kubro NU Desak PBNU Akhiri Konflik

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id