Tabooo.id: Lifestyle – Pernah terjebak macet sambil melirik mobil listrik di sebelah dan bertanya dalam hati, “Kapan gue bisa punya yang beginian?” Kini, pertanyaan itu mungkin terasa sedikit lebih dekat dijawab. Changan merek otomotif yang selama ini ramai dibahas tech reviewer akhirnya resmi hadir di Indonesia.
Changan meluncur pada Rabu (19/11/2025) dan langsung memperkenalkan dua model listrik: Deepal S07 dan Lumin. Kedua mobil ini jadi sinyal jelas bahwa persaingan kendaraan listrik di Indonesia bakal makin ketat.
Deepal S07 adalah SUV listrik bertenaga 214 hp, memakai baterai hampir 80 kWh dengan jarak tempuh sampai 560 km (NEDC). Sementara Lumin hadir untuk pasar city car, memakai baterai 28,08 kWh dengan jarak tempuh sekitar 300 km.
Secara global, Lumin telah mencatat penjualan 500.000 unit, sementara S07 mencapai 300.000 unit. Untuk memperkuat kehadirannya di pasar lokal, Changan menyiapkan lima diler hingga akhir 2025, dan bertambah menjadi 20 diler pada 2026 di Jawa, Sumatra, dan Kalimantan.
Masuknya Changan jadi momentum penting. Tren mobil listrik bukan lagi soal teknologi semata, tapi berubah menjadi bagian dari gaya hidup. Mobil listrik kini dipandang sebagai simbol kesadaran baru: lebih peduli lingkungan, lebih efisien, dan lebih “melek” teknologi.
Desain futuristik seperti tampilan “cyberpunk” Deepal S07 lampu tipis, interior minimalis, dashboard layaknya tablet besar juga menambah nilai gaya. Mobil listrik perlahan menjadi medium ekspresi diri, bukan hanya alat transportasi.
Faktor lain yang mendorong tren ini adalah kebutuhan sosial. Anak muda makin ingin tampil “green” dan tech-savvy. Momen nge-charge mobil di pusat perbelanjaan sambil ngopi bukan lagi kebutuhan, tapi bagian dari gaya hidup digital.
Dari sisi ekonomi, EV kini makin terjangkau. Jika Changan menempatkan harga kompetitif pada GJAW akhir pekan nanti, pilihan kendaraan listrik bisa makin luas. Kehadiran pemain baru otomatis memaksa produsen lain memperbaiki fitur, harga, dan layanan.
Lalu, apa dampaknya untuk pengguna? Mobil listrik tidak lagi eksklusif. Ia menjelma jadi pilihan rasional sekaligus personal cocok untuk mereka yang ingin hidup lebih tenang, lebih hemat, dan lebih ramah lingkungan.
Dan di tengah jalanan yang makin bising, mungkin pertanyaan tersisanya adalah: apakah kita sedang bergerak menuju masa depan yang lebih senyap, namun jauh lebih berarti? (sig)





