Kamis, Mei 14, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

WNI di KL Turun Pipa dari Lantai 29 untuk Kabur dari Majikan

by dimas
Desember 27, 2025
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Di Kuala Lumpur, seorang WNI asal Sumatera Barat terpaksa memilih cara paling ekstrem untuk tetap hidup melarikan diri dari kondominium lantai 29 hanya dengan berpegangan pada pipa, demi kabur dari majikannya yang berulang kali menyiksanya. Kisah ini disampaikan KBRI Kuala Lumpur, dilansir ANTARA.com, Rabu (19/11/2025).

Korban bekerja sebagai asisten rumah tangga. Luka bakar di punggung dan lengannya bukan metafora air mendidih benar-benar pernah mengguyurnya, dan ancaman serupa kembali terdengar saat majikannya menyalakan kompor. Naluri bertahan hidup mengambil alih. Korban mengunci diri di kamar kedua… lalu memilih rute pelarian yang bahkan film aksi jarang berani tampilkan.

Ketika Tak Ada Jalan Keluar, Jendela Jadi Pintu Darurat

Ketakutan membuatnya menembus batas wajar manusia. Ia memanjat keluar jendela, berdiri terpaku di dekat mesin AC di tepi gedung lantai 29 tempat yang cukup tinggi untuk membuat siapa pun gemetar, kecuali seseorang yang lebih takut pada manusia daripada ketinggian.

Pihak keamanan kondominium yang melihat sosok itu dari bawah langsung mengira ini percobaan bunuh diri. Mereka memanggil pemadam kebakaran. Sementara itu, korban justru sedang menjalankan rencana dramatisnya merosot turun melalui pipa bangunan, lantai demi lantai, agar tak tertangkap majikan.

Di Negeri Orang, Nyawa TKI Sering Lebih Murah dari Tenaganya

Korban turun ke lantai 28, mengetuk jendela, tidak ada respons. Ia turun lagi ke lantai 27. Baru di sana petugas pemadam berhasil menjangkau dan menyelamatkannya melalui jendela.

Ini Belum Selesai

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Setelah mendapatkan perawatan luka bakar, korban dibawa ke pos polisi terdekat. Malam itu ia duduk sendirian, menunggu perwakilan KBRI. Kini ia berada di Shelter KBRI Kuala Lumpur untuk pendampingan advokasi, sambil berharap keadilan tidak ikut merosot seperti pipa yang baru saja ia gunakan.

KBRI mencatat ribuan WNI berada di penjara Malaysia, dan puluhan menghadapi vonis mati. Di sisi lain, banyak kasus kekerasan TKI terus berulang: dari penyiksaan, penembakan, hingga penempatan ilegal. Siklusnya sama, hanya korbannya yang berganti.

Masyarakat Bertanya: Siapa yang Sebenarnya Gagal Melindungi?

Kasus ini menguntungkan satu pihak saja pelaku kekerasan yang memanfaatkan ketidakhadiran negara di momen-momen paling krusial.
Yang paling dirugikan jelas para pekerja migran warga yang menopang perekonomian dari luar negeri, tapi kerap dipulangkan hanya sebagai angka.

Refleksi Ringan

Jika seorang WNI sampai harus memilih pipa gedung lantai 29 sebagai penyelamat, mungkin persoalannya bukan sekadar kekejaman majikan. Mungkin yang rusak adalah sistem yang membuatnya pergi tanpa perlindungan dan pulang dengan luka yang tak pernah seharusnya ia miliki.

Kalau negara terlambat datang, jangan-jangan rakyat kembali dipaksa jadi pahlawan untuk dirinya sendiri. @dimas

Kamu Melewatkan Ini

VOC Runtuh karena Korupsi, Kenapa Indonesia Mengulang Pola yang Sama?

VOC Runtuh karena Korupsi, Kenapa Indonesia Mengulang Pola yang Sama?

by dimas
Mei 13, 2026

VOC runtuh karena korupsi besar, penggelapan uang, dan permainan elite kekuasaan. Dua abad berlalu, Indonesia masih menghadapi pola lama jabatan...

Kenapa Kucumbu Tubuh Indahku Membuat Banyak Orang Tidak Nyaman?

Kenapa Kucumbu Tubuh Indahku Membuat Banyak Orang Tidak Nyaman?

by eko
Mei 13, 2026

Kucumbu Tubuh Indahku bukan sekadar film yang memancing kontroversi. Film karya Garin Nugroho itu berubah menjadi simbol benturan besar antara...

Reformasi 1998: Luka yang Masih Menunggu Keadilan

Reformasi 1998: Luka yang Masih Menunggu Keadilan

by Naysa
Mei 13, 2026

Reformasi 1998 tidak hanya menjatuhkan rezim Orde Baru, tapi juga membuka janji besar tentang demokrasi, hukum, dan hak asasi manusia....

Next Post
Dulu Dibekuk Indonesia, Kini Curacao Melenggang ke Piala Dunia

Dulu Dibekuk Indonesia, Kini Curacao Melenggang ke Piala Dunia

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Mei 13, 2026

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Mei 13, 2026

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id