Tabooo.id: Check – Media sosial kembali ramai oleh sebuah unggahan yang memicu perdebatan. Postingan itu mengklaim mantan Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas, meminta Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa Presiden Joko Widodo terkait dugaan penerimaan uang kuota haji.
Unggahan tersebut meniru format artikel berita. Judulnya provokatif dan bahasanya formal. Banyak warganet langsung percaya karena tampilannya terlihat meyakinkan.
Klaim Ramai Beredar di Media Sosial
Narasi yang beredar menyebut Yaqut meminta Ketua KPK ikut memeriksa Presiden Jokowi karena dianggap memberi perintah dan menerima uang kuota haji. Unggahan itu juga menampilkan foto Presiden untuk memperkuat kesan seolah-olah peristiwa tersebut benar terjadi.
Namun, pembuat unggahan tidak mencantumkan sumber resmi, tautan media kredibel, atau pernyataan langsung dari pihak terkait.
Hasil Penelusuran Fakta Mafindo
Tim pemeriksa fakta dari TurnBackHoax.ID atau Mafindo menelusuri klaim tersebut dan menemukan hasil yang jelas. Klaim itu tidak benar.
Yaqut Cholil Qoumas tidak pernah menyampaikan pernyataan yang meminta KPK memeriksa Presiden Jokowi. Ia juga tidak menyampaikan tuduhan tersebut melalui wawancara, pidato, atau rilis pers apa pun.
Tidak Muncul di Media Nasional
Media nasional kredibel seperti Kompas, Tempo, Detik, Antara, dan CNN Indonesia juga tidak pernah memberitakan isu tersebut. Jika tuduhan sebesar ini benar, media arus utama pasti akan mengangkatnya secara luas.
Faktanya, unggahan viral itu hanya berisi teks tanpa rujukan jelas dan berasal dari akun yang tidak terverifikasi.
Kenapa Banyak Orang Mudah Percaya
Hoaks ini mudah mengecoh karena tampil dengan gaya berita serius. Judulnya terasa panas, menyebut nama tokoh besar, dan mengangkat isu sensitif. Banyak pembaca bereaksi cepat tanpa sempat memeriksa kebenarannya.
Padahal, berita penting tidak pernah hidup sendirian di media sosial. Informasi besar selalu meninggalkan jejak di banyak media.
Kesimpulan
Klaim bahwa Yaqut Cholil Qoumas meminta KPK memeriksa Presiden Jokowi terkait uang kuota haji merupakan hoaks dan menyesatkan.
Luangkan waktu sejenak sebelum membagikan informasi. Sebelum share, cek dulu—biar gak ikut dosa digital. @eko




