CCTV dan patroli sudah berjalan di Balekambang Solo. Tapi teknologi pengawasan tidak bisa menggantikan etika pengunjung.
Tabooo.id – CCTV sudah terpasang. Petugas juga rutin berkeliling. Tapi ternyata ada satu hal yang belum bisa dipasang di Taman Balekambang: akal sehat.
Video pasangan yang melakukan tindakan tidak pantas di kawasan Balekambang Solo viral di media sosial. Pengunjung merekam dan membagikan video itu setelah melihat pasangan tersebut berada di bawah pohon beringin dekat danau.
Kejadian itu terjadi sekitar pukul 17.00 hingga 18.00 WIB. Pemkot Solo lalu menegur dan membina pasangan tersebut.
CCTV Bukan Satpam Digital 24 Jam
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Solo, Maretha, mengatakan Balekambang sudah memiliki CCTV.
Masalahnya, kamera tidak menjangkau semua sudut taman. Karena itu, petugas tetap berkeliling untuk mengawasi titik-titik rawan.
“Memang kita tidak bisa meng-cover semua area. Meskipun sudah ada CCTV, kita tetap harus patroli,” kata Maretha.
Petugas juga beberapa kali menemukan muda-mudi yang melakukan tindakan tidak pantas di sejumlah titik.
Artinya, teknologi membantu. Tetapi manusia tetap harus turun tangan.
CCTV hanya merekam. Kamera tidak menegur. Kamera juga tidak menjelaskan bahwa taman kota bukan ruang privat.
Teknologi Bisa Melihat, Tapi Tidak Bisa Mengajari Etika
Di sinilah masalahnya terlihat jelas.
Banyak orang mengira semakin banyak kamera berarti semakin aman sebuah tempat. Padahal, kamera hanya bekerja saat seseorang sudah bertindak di depannya.
Etika bekerja lebih awal, etika membuat orang berpikir sebelum bertindak dan etika membuat seseorang sadar bahwa ia berbagi ruang dengan keluarga, anak-anak, lansia, dan pengunjung lain.
Kalau perilaku baru berhenti setelah petugas datang, berarti masalahnya bukan kurang CCTV.
Masalahnya adalah kurang kesadaran.
Pemkot Masih Memilih Teguran
Maretha mengatakan petugas belum memberi sanksi blacklist kepada pengunjung yang melanggar.
Pemkot masih mengutamakan teguran dan pembinaan.
“Belum, sementara belum. Baru kita bina. Baru kita beri teguran,” ujar Maretha.
Petugas juga menambah patroli pada sore hari karena waktu itu menjadi salah satu titik rawan.
Balekambang sendiri buka dari pukul 07.00 hingga 18.00 WIB.
Jangan Sampai Semua Harus Diawasi
Ini bukan berarti CCTV dan patroli tidak penting.
Keduanya tetap menjaga kenyamanan ruang publik. Namun, pengawasan tidak bisa menggantikan tanggung jawab pribadi.
Bayangkan jika setiap sudut taman harus punya kamera dan setiap kamera harus punya petugas. Ruang publik bisa berubah menjadi tempat yang terus mengawasi manusia.
Padahal, taman seharusnya membuat orang merasa nyaman, bukan diawasi terus-menerus.
Ini bukan sekadar soal pasangan yang viral. Ini soal cara kita memperlakukan ruang publik.
Kita bisa memasang kamera di mana saja, kita bisa menambah petugas dan kita bisa memperketat patroli.
Tapi kalau etika baru muncul setelah ditegur, teknologi secanggih apa pun tetap punya batas.
CCTV bisa melihat perilaku. Tapi manusia tetap harus jadi rem pertama.@eko








