Tabooo.id: Musik – Pernah kepikiran belajar musik langsung dari band yang lagu-lagunya jadi soundtrack patah hati, jatuh cinta, sampai perjalanan pulang malam? Kalau iya, kabar ini mungkin bikin kuping ikut berdansa. Band pop-soul Indonesia Maliq & D’Essentials sedang menyiapkan langkah baru. Bukan tur, bukan album, tapi sekolah musik. Bukan sekolah biasa pula ide ini lahir dari pengalaman panggung selama lebih dari dua dekade. Namanya MAD Music Lab. Kedengarannya seperti laboratorium rahasia, tetapi yang diuji bukan bahan kimia melainkan groove, harmoni, dan pengalaman hidup bermusik.
Dari Panggung ke Ruang Kelas
Vokalis Angga Puradiredja mengumumkan rencana ini saat acara Halal Bihalal bersama penggemar di M Bloc Space, Jakarta, Senin (9/3/2026). Angga menjelaskan bahwa ide sekolah musik ini sudah lama muncul dalam obrolan internal band. Setelah lebih dari 20 tahun berkarya, para personel Maliq merasa punya banyak pengalaman yang layak mereka bagikan.
Mereka tidak hanya ingin mengajarkan teori musik. Mereka juga ingin membahas proses di balik layar: cara menulis lagu, cara menjaga band tetap solid, dan cara bertahan di industri yang terus berubah.
“Kita merasa banyak yang bisa di-share dari perjalanan Maliq dan ilmu yang sudah kita jalanin selama 20 tahun lebih ini,” kata Angga di depan para penggemar.
Melalui MAD Music Lab, Maliq ingin menciptakan ruang belajar yang cair. Mereka tidak ingin menghadirkan kelas satu arah. Para personel band justru berharap murid dan pengajar bisa saling berdiskusi, bertukar pengalaman, bahkan saling memberi perspektif baru.
Sekolah Musik Versi Era Digital
Pada tahap awal, Maliq akan menghadirkan MAD Music Lab dalam format digital. Peserta nantinya bisa mengunduh materi pembelajaran secara online. Tim Maliq membagi materi tersebut dalam beberapa segmen dan episode.
Di dalamnya, mereka akan menceritakan perjalanan musikal Maliq mulai dari latar belakang bermusik, proses kreatif, hingga cara mengubah ide sederhana menjadi lagu yang akhirnya dinyanyikan ribuan orang di konser.
Konsep ini terasa sangat relevan dengan zaman. Banyak orang sekarang belajar gitar dari YouTube, belajar produksi musik dari laptop di kamar, bahkan merekam lagu dari studio rumahan. Karena itu, sekolah musik digital terasa seperti langkah logis.
Apalagi jika pengajarnya band yang sudah melewati berbagai fase industri musik.
Saat ini, tim Maliq masih menyiapkan proyek tersebut. Angga berharap program digital ini menjadi langkah awal sebelum MAD Music Lab berkembang menjadi konsep yang lebih besar.
Ketika Musisi Tidak Hanya Jadi Idola
Langkah Maliq ini menarik karena menggeser peran musisi. Selama ini banyak musisi hanya berdiri di panggung, sementara penggemar menikmati dari bawah. Hubungan itu berjalan satu arah.
Ketika musisi membuka ruang belajar, hubungan itu berubah. Musik tidak lagi sekadar hiburan. Ia berubah menjadi pengetahuan yang bisa diwariskan.
Indonesia memiliki banyak talenta musik yang tumbuh secara otodidak. Banyak dari mereka berkembang tanpa mentor yang jelas. Kehadiran ruang belajar seperti ini bisa membantu menjembatani jarak antara pengalaman panggung dan generasi baru yang ingin terjun ke dunia musik.
Karena Musik Juga Butuh Generasi Baru
Selama lebih dari dua dekade, Maliq & D’Essentials telah melahirkan lagu-lagu yang melekat di banyak kepala dari “Untitled”, “Dia”, hingga “Senja Teduh Pelita.” Lagu-lagu itu membuktikan satu hal: musik yang jujur selalu menemukan pendengarnya.
Kini Maliq tidak hanya ingin membuat lagu baru. Mereka juga ingin membantu melahirkan musisi baru.
Jika MAD Music Lab benar-benar berjalan, mungkin suatu hari nanti kita akan mendengar kalimat sederhana ini:
“Gue belajar groove langsung dari Maliq.”
Kalau itu terjadi, satu hal jelas musik Indonesia tidak hanya punya masa lalu yang indah, tetapi juga masa depan yang sedang disiapkan. @eko




