Sabtu, Juni 13, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Bukan Sekadar Band, Maliq & D’Essentials Kini Mau Jadi Guru Musik

by eko
Mei 8, 2026
in Culture, Musik
A A
Home Culture
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Musik – Pernah kepikiran belajar musik langsung dari band yang lagu-lagunya jadi soundtrack patah hati, jatuh cinta, sampai perjalanan pulang malam? Kalau iya, kabar ini mungkin bikin kuping ikut berdansa. Band pop-soul Indonesia Maliq & D’Essentials sedang menyiapkan langkah baru. Bukan tur, bukan album, tapi sekolah musik. Bukan sekolah biasa pula ide ini lahir dari pengalaman panggung selama lebih dari dua dekade. Namanya MAD Music Lab. Kedengarannya seperti laboratorium rahasia, tetapi yang diuji bukan bahan kimia melainkan groove, harmoni, dan pengalaman hidup bermusik.

Dari Panggung ke Ruang Kelas

Vokalis Angga Puradiredja mengumumkan rencana ini saat acara Halal Bihalal bersama penggemar di M Bloc Space, Jakarta, Senin (9/3/2026). Angga menjelaskan bahwa ide sekolah musik ini sudah lama muncul dalam obrolan internal band. Setelah lebih dari 20 tahun berkarya, para personel Maliq merasa punya banyak pengalaman yang layak mereka bagikan.

Mereka tidak hanya ingin mengajarkan teori musik. Mereka juga ingin membahas proses di balik layar: cara menulis lagu, cara menjaga band tetap solid, dan cara bertahan di industri yang terus berubah.

“Kita merasa banyak yang bisa di-share dari perjalanan Maliq dan ilmu yang sudah kita jalanin selama 20 tahun lebih ini,” kata Angga di depan para penggemar.

Melalui MAD Music Lab, Maliq ingin menciptakan ruang belajar yang cair. Mereka tidak ingin menghadirkan kelas satu arah. Para personel band justru berharap murid dan pengajar bisa saling berdiskusi, bertukar pengalaman, bahkan saling memberi perspektif baru.

Ini Belum Selesai

Lirik Asli Genjer-Genjer: Lagu yang Dipaksa Memikul Dosa Politik

Film Jangan Buang Ibu: Kesepian di Balik Pengorbanan

Sekolah Musik Versi Era Digital

Pada tahap awal, Maliq akan menghadirkan MAD Music Lab dalam format digital. Peserta nantinya bisa mengunduh materi pembelajaran secara online. Tim Maliq membagi materi tersebut dalam beberapa segmen dan episode.

Di dalamnya, mereka akan menceritakan perjalanan musikal Maliq mulai dari latar belakang bermusik, proses kreatif, hingga cara mengubah ide sederhana menjadi lagu yang akhirnya dinyanyikan ribuan orang di konser.

Konsep ini terasa sangat relevan dengan zaman. Banyak orang sekarang belajar gitar dari YouTube, belajar produksi musik dari laptop di kamar, bahkan merekam lagu dari studio rumahan. Karena itu, sekolah musik digital terasa seperti langkah logis.

Apalagi jika pengajarnya band yang sudah melewati berbagai fase industri musik.

Saat ini, tim Maliq masih menyiapkan proyek tersebut. Angga berharap program digital ini menjadi langkah awal sebelum MAD Music Lab berkembang menjadi konsep yang lebih besar.

Ketika Musisi Tidak Hanya Jadi Idola

Langkah Maliq ini menarik karena menggeser peran musisi. Selama ini banyak musisi hanya berdiri di panggung, sementara penggemar menikmati dari bawah. Hubungan itu berjalan satu arah.

Ketika musisi membuka ruang belajar, hubungan itu berubah. Musik tidak lagi sekadar hiburan. Ia berubah menjadi pengetahuan yang bisa diwariskan.

Indonesia memiliki banyak talenta musik yang tumbuh secara otodidak. Banyak dari mereka berkembang tanpa mentor yang jelas. Kehadiran ruang belajar seperti ini bisa membantu menjembatani jarak antara pengalaman panggung dan generasi baru yang ingin terjun ke dunia musik.

Karena Musik Juga Butuh Generasi Baru

Selama lebih dari dua dekade, Maliq & D’Essentials telah melahirkan lagu-lagu yang melekat di banyak kepala dari “Untitled”, “Dia”, hingga “Senja Teduh Pelita.” Lagu-lagu itu membuktikan satu hal: musik yang jujur selalu menemukan pendengarnya.

Kini Maliq tidak hanya ingin membuat lagu baru. Mereka juga ingin membantu melahirkan musisi baru.

Jika MAD Music Lab benar-benar berjalan, mungkin suatu hari nanti kita akan mendengar kalimat sederhana ini:

“Gue belajar groove langsung dari Maliq.”

Kalau itu terjadi, satu hal jelas musik Indonesia tidak hanya punya masa lalu yang indah, tetapi juga masa depan yang sedang disiapkan. @eko

Tags: Musik

Kamu Melewatkan Ini

Lirik Asli Genjer-Genjer: Lagu yang Dipaksa Memikul Dosa Politik

Lirik Asli Genjer-Genjer: Lagu yang Dipaksa Memikul Dosa Politik

by Tabooo
Juni 3, 2026

Excerpt: Genjer-Genjer sering dicap sebagai lagu PKI. Padahal lirik aslinya bicara tentang genjer, sawah, pasar, dapur, dan rakyat miskin yang...

“Robot Bernyawa”, Lagu SWAMI yang Ternyata Belum Benar-Benar Usang

“Robot Bernyawa”, Lagu SWAMI yang Ternyata Belum Benar-Benar Usang

by Tabooo
Mei 10, 2026

Robot Bernyawa bukan sekadar lagu lama tentang buruh pabrik era 90-an. Lagu milik SWAMI ini justru kembali terasa dekat setelah...

Kicau Mania: Lagu Viral, Realita “Cah Gantangan”

Kicau Mania: Lagu Viral, Realita “Cah Gantangan”

by Tabooo
Mei 12, 2026

Kicau Mania bukan sekadar lagu viral. Lagu ini membongkar cara kita memandang hobi dan kerja. Kicau Mania menunjukkan bahwa di...

Next Post
Dulu Dibilang Motor Polusi, Sekarang Harganya Malah Bikin Dompet Sesak

Dulu Dibilang Motor Polusi, Sekarang Harganya Malah Bikin Dompet Sesak

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id