Selasa, Juli 21, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Benarkah Kemenhub Akan Pajaki Pejalan Kaki?

by eko
Juli 21, 2026
in Check
A A
Home Check
Share on FacebookShare on Twitter
Viral klaim Kemenhub akan memungut pajak bagi pejalan kaki. Faktanya, tidak ada kebijakan resmi yang mendukung klaim tersebut. Simak hasil cek faktanya.

Tabooo.id – Media sosial kembali diramaikan oleh klaim yang memancing emosi publik. Kali ini, sebuah unggahan di Facebook menyebut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan memungut pajak bagi masyarakat yang berjalan kaki.

Berjalan Kaki Pun Dikabarkan Kena Pajak?

Narasi tersebut membuat banyak pengguna media sosial geram. Namun, benarkah pemerintah berencana mengenakan pajak untuk aktivitas berjalan kaki?

Narasi tersebut memicu kemarahan banyak pengguna media sosial. Bahkan, sebagian warganet langsung mengecam pemerintah tanpa lebih dulu memeriksa kebenarannya. Lalu, benarkah pemerintah berencana mengenakan pajak bagi masyarakat yang berjalan kaki?

Jawabannya, tidak.

Klaim Viral yang Memicu Kemarahan Warganet

Akun Facebook “Anto Cobra” mengunggah sebuah foto pada Kamis (9/7/2026) dengan narasi:

Ini Belum Selesai

Benarkah Dunia Akan Gelap Selama 9 Hari? Simak Faktanya

Benarkah Luhut Ingin Cabut Kewarganegaraan Penunggak Pajak?

“Pajak pejalan kaki Dipungut, Kemenhub Buka wacana pejalan kaki Bayar PaJak.”

Unggahan tersebut juga memuat keterangan:

“Ini sih mau skakmat sama rakyat. Orang jalan kaki aja dikenain pajak. Bener-bener parah!”

Hingga Senin (20/7/2026), unggahan itu telah mengumpulkan sekitar 717 tanda suka, lebih dari 1.900 komentar, dan 63 kali dibagikan. Angka tersebut menunjukkan bahwa narasi itu berhasil menarik perhatian publik sekaligus memicu perdebatan di media sosial.

Penelusuran Fakta: Tidak Ada Kebijakan Pajak Pejalan Kaki

Namun, hasil penelusuran terhadap berbagai sumber resmi menunjukkan fakta yang berbeda. Tidak ada satu pun informasi yang menyebut Kementerian Perhubungan berencana memungut pajak bagi pejalan kaki.

Sebaliknya, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menjelaskan melalui artikel “Hari Pejalan Kaki dan Peranan Pajak Kita” yang terbit pada 19 Januari 2024 bahwa pemerintah daerah membangun trotoar dan jalur pedestrian menggunakan dana yang berasal dari pajak masyarakat.

Artinya, pemerintah memanfaatkan penerimaan pajak untuk membangun fasilitas pejalan kaki, bukan menarik pajak dari masyarakat yang berjalan kaki.

Pemerintah Tegaskan Tidak Ada Pajak Baru pada 2026

Selain itu, pemerintah kembali menegaskan kebijakan perpajakan untuk 2026.

Melalui artikel DJP “Tak Ada Kenaikan dan Pungutan Pajak Baru pada 2026” yang dipublikasikan pada 19 September 2025, pemerintah memastikan tidak akan menambah jenis pajak maupun menaikkan tarif pajak pada 2026.

Sebaliknya, pemerintah memilih mengoptimalkan sistem perpajakan yang telah berjalan daripada menciptakan pungutan baru.

Selain itu, tim penelusur juga tidak menemukan satu pun pernyataan resmi dari Kementerian Perhubungan maupun Kementerian Keuangan yang mendukung klaim tersebut.

Mengapa Hoaks Ini Mudah Dipercaya?

Isu perpajakan selalu menyentuh kepentingan masyarakat. Karena itu, setiap kabar tentang pungutan baru dengan cepat memicu kemarahan, kecemasan, bahkan frustrasi.

Pelaku penyebar hoaks memanfaatkan situasi tersebut. Mereka merangkai narasi yang terdengar logis meskipun tidak memiliki dasar fakta.

Ironisnya, banyak orang lebih memilih menekan tombol bagikan daripada memeriksa informasi melalui sumber resmi.

Dampaknya Lebih Besar daripada Sekadar Salah Informasi

Hoaks semacam ini tidak hanya menyesatkan masyarakat. Lebih jauh, informasi palsu dapat mengikis kepercayaan publik terhadap institusi negara, memicu perdebatan tanpa dasar fakta, serta memperbesar polarisasi di media sosial.

Akibatnya, masyarakat semakin sulit membedakan kebijakan resmi dengan narasi yang sengaja dibuat viral demi menarik perhatian publik.

Tabooo Check: Hoaks Tidak Hanya Menyebarkan Kebohongan, tetapi Juga Membentuk Opini

Hoaks tidak selalu muncul melalui kebohongan yang rumit. Sebaliknya, penyebarnya cukup membuat satu kalimat provokatif, menambahkan gambar yang tampak meyakinkan, lalu membiarkan emosi publik menyebarkan narasi tersebut.

Ketika masyarakat mengutamakan emosi daripada verifikasi, kebohongan berubah menjadi sesuatu yang tampak benar.

Karena itu, setiap orang perlu memeriksa informasi melalui sumber resmi sebelum mempercayai ataupun menyebarkannya.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelusuran, klaim yang menyebut Kementerian Perhubungan akan memungut pajak bagi pejalan kaki tidak benar.

Tidak ada kebijakan, regulasi, maupun pernyataan resmi yang mendukung narasi tersebut. Bahkan, pemerintah telah menegaskan bahwa mereka tidak akan menambah jenis pajak maupun memberlakukan pungutan baru pada 2026.

Status: HOAKS — Konten Palsu (Fabricated Content).@eko

Tags: Cek FaktaHoaksKemenhubpajakPajak Pejalan Kaki

Kamu Melewatkan Ini

Babinsa Awasi Pajak? Polemik Baru Perluasan Peran Militer

Babinsa Awasi Pajak? Polemik Baru Perluasan Peran Militer

by dimas
Juli 21, 2026

Babinsa masuk dalam pengawasan pajak memicu polemik baru. Koalisi sipil menilai kebijakan ini memperluas peran militer ke ranah sipil, sementara...

Babinsa dan Bhabinkamtibmas Ikut Urusi Pajak, Ada Apa?

Babinsa dan Bhabinkamtibmas Ikut Urusi Pajak, Ada Apa?

by dimas
Juli 20, 2026

DJP melibatkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas dalam jejaring informasi perpajakan. Apa tujuan kebijakan ini dan bagaimana dampaknya bagi masyarakat? Tabooo.id -...

CHECK: Benarkah Dunia Akan Gelap Selama 9?

Benarkah Dunia Akan Gelap Selama 9 Hari? Simak Faktanya

by eko
Juli 19, 2026

Benarkah dunia akan gelap selama 9 hari mulai 18 Juli 2026? Simak hasil cek fakta Tabooo mengenai hoaks blackout global,...

Next Post
Agama Berhenti Melawan: Ibadah Dirayakan, tapi Suara Kritis Dibungkam?

Agama Berhenti Melawan: Ibadah Dirayakan, tapi Suara Kritis Dibungkam?

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id