Minggu, November 1, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Baru Sebulan Pimpin BGN, Nanik S Deyang Mundur, Ada Apa?

by dimas
Juli 22, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter
Baru sebulan memimpin Badan Gizi Nasional, Nanik S. Deyang mengundurkan diri karena alasan kesehatan. Di tengah bayang-bayang kasus korupsi MBG, publik pun bertanya ada apa?

Tabooo.id: Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) kembali menghadapi pergantian kepemimpinan. Belum genap dua bulan menjabat sebagai Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang memutuskan mengundurkan diri karena alasan kesehatan dan akan menjalani pengobatan di luar negeri.

Keputusan itu muncul ketika BGN masih berusaha memulihkan kepercayaan publik setelah kasus dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyeret mantan Kepala BGN, Dadan Hindayana. Di tengah proses pembenahan tersebut, perubahan pucuk pimpinan kembali menguji stabilitas lembaga yang mengelola salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Nanik Umumkan Pengunduran Diri Lewat Facebook

Nanik mengumumkan pengunduran dirinya melalui akun Facebook pribadinya pada Rabu (22/7/2026). Dalam unggahan itu, ia menjelaskan telah menyampaikan keputusan tersebut secara langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Nanik, kondisi kesehatannya tidak lagi memungkinkan untuk menjalankan tanggung jawab sebagai Kepala BGN secara optimal. Atas pertimbangan tersebut, Presiden Prabowo menyetujui permohonan pengunduran dirinya.

“Saya sampaikan ke Presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya, dan karena Presiden prihatin dan kasihan dengan saya, Presiden menyetujui,” tulis Nanik.

Meski menerima pengunduran diri itu, Presiden disebut tetap menginginkan Nanik berkontribusi dalam penguatan tata kelola BGN melalui fungsi pengawasan.

Ini Belum Selesai

Anak Krakatau Erupsi Lagi, Status Siaga: Radius 5 Km Rawan Bahaya

Dua Tersangka Pembakaran Warung Mi dan Babi Sukoharjo, Satu DPO

“Kemungkinan Presiden akan membentuk dewan pengawas, di mana saya disuruh menjadi ketua dewan pengawasnya. Kalau mencereweti kayaknya masih bisa, yang penting tidak berhubungan dengan pegang uang. Sumpah trauma akut,” tulisnya.

Ungkapan “trauma akut” tersebut menarik perhatian publik karena muncul di tengah sorotan terhadap tata kelola keuangan BGN pasca-terungkapnya dugaan korupsi dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

Masa Jabatan Berakhir dalam Waktu Singkat

Presiden Prabowo Subianto mengangkat Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala BGN pada 8 Juni 2026 melalui Keputusan Presiden Nomor 18/M Tahun 2026.

Ia menggantikan Dadan Hindayana yang tersangkut dugaan korupsi dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis dan kini telah berstatus tersangka.

Dengan demikian, masa kepemimpinan Nanik hanya berlangsung sekitar satu setengah bulan. Rentang waktu tersebut belum cukup panjang untuk menyelesaikan konsolidasi di lembaga yang masih menghadapi krisis kepercayaan publik.

Pergantian Pimpinan Kembali Menguji BGN

BGN memegang peran penting dalam menjalankan Program Makan Bergizi Gratis, salah satu program prioritas pemerintah yang menyasar jutaan penerima manfaat di berbagai daerah.

Besarnya anggaran dan luasnya cakupan program menuntut sistem pengelolaan yang transparan, akuntabel, serta memiliki pengawasan yang kuat.

Kasus dugaan korupsi yang menjerat pimpinan sebelumnya telah mengguncang kepercayaan masyarakat. Karena itu, banyak pihak menaruh harapan kepada Nanik untuk mempercepat proses pembenahan kelembagaan.

Kini, harapan tersebut kembali menghadapi tantangan. Meski Nanik mundur karena alasan kesehatan, pergantian pimpinan tetap berpotensi memengaruhi kesinambungan reformasi birokrasi yang sedang berjalan.

Kredibilitas Lembaga Menjadi Taruhan

Pergantian kepala lembaga merupakan hal yang wajar dalam pemerintahan. Namun, pergantian yang terjadi berulang di institusi yang sedang menghadapi persoalan integritas dapat memunculkan pertanyaan baru mengenai efektivitas tata kelola.

Yang menjadi taruhan bukan sekadar posisi pimpinan, melainkan konsistensi arah kebijakan, kualitas pengawasan, serta kemampuan pemerintah menjaga kepercayaan publik terhadap pengelolaan anggaran negara.

Program Makan Bergizi Gratis menyangkut kepentingan jutaan anak Indonesia. Oleh sebab itu, perhatian publik tidak hanya tertuju pada siapa pengganti Nanik, tetapi juga pada langkah pemerintah memastikan reformasi di tubuh BGN tetap berjalan tanpa kehilangan momentum.

Pada akhirnya, ujian terbesar BGN bukan hanya mencari pemimpin baru. Lembaga ini harus membuktikan mampu membangun sistem yang kuat, transparan, dan akuntabel sehingga kredibilitasnya tidak bergantung pada satu figur. Institusi yang sehat akan tetap berjalan konsisten meski kepemimpinannya berganti. @dimas

Tags: Badan Gizi NasionalBGNMBGNanik S DeyangProgram Makan Bergizi Gratis

Kamu Melewatkan Ini

Aliansi BEM Solo Raya Kritik Prioritas MBG, Aksi Demo Memanas saat Ban Dibakar

Aliansi BEM Solo Raya Kritik Prioritas MBG, Aksi Demo Memanas saat Ban Dibakar

by teguh
Oktober 21, 2026

Selasa (20/10/2026), Aliansi BEM Solo Raya mengevaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo–Gibran di Monumen Solo. Mahasiswa mengkritik prioritas MBG, menyoroti pendidikan...

Survei SMRC: Kepuasan Publik terhadap Prabowo Anjlok ke 44,5 Persen

Survei SMRC: Kepuasan Publik terhadap Prabowo Anjlok ke 44,5 Persen

by eko
Oktober 18, 2026

Survei SMRC mencatat kepuasan publik terhadap Prabowo turun menjadi 44,5 persen. Harga sembako, ekonomi, penegakan hukum, dan program pemerintah menjadi...

Pengadaan Motor MBG Bermasalah, Pengawasan Negara Diuji

Pengadaan Motor MBG Bermasalah, Pengawasan Negara Diuji

by teguh
Oktober 10, 2026

Ribuan kendaraan listrik dalam pengadaan motor MBG untuk Badan Gizi Nasional menghadapi persoalan baterai, pelat nomor, dan pencatatan aset. Kerugian...

Next Post
Miras Gelasan Bahaya yang Datang Tanpa Label

Miras Gelasan: Bahaya yang Datang Tanpa Label

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id