Sabtu, Oktober 31, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Benarkah Kota Malang Hentikan MBG? Ini Faktanya

by eko
September 13, 2026
in Check
A A
Home Check
Share on Facebook
Share on Twitter
Benarkah Malang hentikan MBG? Cek fakta klaim viral soal penghentian Program Makan Bergizi Gratis di Kota Malang.

Tabooo.id – Sebuah unggahan Instagram menyebut Kota Malang menjadi daerah pertama yang menghentikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Unggahan itu juga membawa nama Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita. Narasinya menyebut Amithya menegaskan penghentian MBG setelah menerima aspirasi mahasiswa.

Tapi, benarkah Malang sudah menghentikan MBG?

Klaim: Malang Resmi Hentikan MBG

Unggahan tersebut memuat narasi:

“Kota Pertama di Indonesia! Malang Resmi Hentikan Program Makan Bergizi Gratis!”

Narasi itu mengaitkan penghentian MBG dengan Amithya setelah aksi mahasiswa.

Ini Belum Selesai

Benarkah Sekolah Negeri Bakal Bayar SPP pada 2027?

Viral Puan Disebut Bela Koruptor soal Masker, Faktanya Justru Berbeda

Jika melihat unggahan tersebut sekilas, publik bisa mengira DPRD sudah membuat keputusan resmi.

Namun, faktanya tidak demikian.

Fakta: DPRD Malang Tidak Menghentikan MBG

DPRD Kota Malang menegaskan bahwa lembaga tersebut tidak pernah memutuskan penghentian MBG.

Wakil Ketua DPRD Kota Malang, Trio Agus Purwono, menjelaskan asal mula isu tersebut.

Mahasiswa menyampaikan tuntutan penghentian MBG dalam aksi pada 15–17 Juni 2026.

DPRD kemudian menerima aspirasi tersebut dan meneruskannya kepada DPR RI.

Namun, menerima aspirasi berbeda dengan membuat keputusan untuk menghentikan program.

Apa yang Sebenarnya Diucapkan Amithya?

Bagian ini membuat klaim tersebut terlihat meyakinkan.

Pada Juni 2026, Amithya memang menyampaikan sikap tegas soal pelaksanaan MBG.

Ia mendorong evaluasi program. Ia juga membuka kemungkinan penghentian jika berbagai persoalan tidak segera diperbaiki.

Namun, pernyataan itu muncul dalam konteks merespons tuntutan mahasiswa dan mengevaluasi pelaksanaan MBG.

Pernyataan tersebut tidak sama dengan keputusan resmi DPRD untuk menghentikan MBG.

RRI juga melaporkan bahwa Amithya akan meneruskan sembilan tuntutan mahasiswa kepada DPR RI melalui Badan Aspirasi Masyarakat.

MBG di Malang Masih Berjalan

Klaim penghentian juga bertentangan dengan kondisi pelaksanaan program.

ANTARA pada 11 September 2026 menyebut narasi “Kota Malang hentikan MBG” sebagai informasi hoaks.

Pemerintah Kota Malang juga menegaskan bahwa MBG tetap berjalan.

Pemerintah melakukan evaluasi untuk memperbaiki pelaksanaan program. Bukan untuk menghentikannya.

DPRD Kota Malang juga tetap menjalankan fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan MBG.

Jadi, masalahnya bukan soal Malang menghentikan MBG.

Masalahnya adalah bagaimana program tersebut berjalan dan apakah pelaksanaannya sudah memenuhi standar.

Kenapa Klaim Ini Bisa Menyebar?

Potongan pernyataan bisa berubah makna ketika orang melepasnya dari konteks.

Apalagi, kalimat tentang “menghentikan MBG” jauh lebih menarik daripada penjelasan soal evaluasi.

Di sinilah masalahnya.

Pernyataannya bisa benar, tetapi narasinya bisa menyesatkan.

Unggahan tersebut mencampurkan aspirasi mahasiswa dengan keputusan DPRD.

Padahal, DPRD Kota Malang tidak bisa secara sepihak menghentikan program nasional MBG.

Jadi, Apa yang Benar?

Amithya memang pernah membuka kemungkinan penghentian MBG jika persoalan program tidak segera membaik.

Mahasiswa juga memang pernah meminta penghentian MBG.

Namun, DPRD Kota Malang tidak pernah menetapkan keputusan resmi untuk menghentikan MBG.

Karena itu, klaim bahwa “Malang menjadi kota pertama di Indonesia yang resmi menghentikan MBG” tidak benar.

Ini bukan sekadar soal satu unggahan.

Kasus ini menunjukkan bagaimana aspirasi bisa berubah menjadi “keputusan” ketika konteksnya hilang.

Potongan pernyataan pun bisa terlihat seperti kebijakan resmi.

Sebelum ikut membagikan klaim viral, cek dulu: mana keputusan resmi dan mana sekadar aspirasi? @eko

Tags: Makan Bergizi GratisMalangMBG

Kamu Melewatkan Ini

Aliansi BEM Solo Raya Kritik Prioritas MBG, Aksi Demo Memanas saat Ban Dibakar

Aliansi BEM Solo Raya Kritik Prioritas MBG, Aksi Demo Memanas saat Ban Dibakar

by teguh
Oktober 21, 2026

Selasa (20/10/2026), Aliansi BEM Solo Raya mengevaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo–Gibran di Monumen Solo. Mahasiswa mengkritik prioritas MBG, menyoroti pendidikan...

Survei SMRC: Kepuasan Publik terhadap Prabowo Anjlok ke 44,5 Persen

Survei SMRC: Kepuasan Publik terhadap Prabowo Anjlok ke 44,5 Persen

by eko
Oktober 18, 2026

Survei SMRC mencatat kepuasan publik terhadap Prabowo turun menjadi 44,5 persen. Harga sembako, ekonomi, penegakan hukum, dan program pemerintah menjadi...

Pertalite Langka, Antrean SPBU Mengular di Bali dan Malang

Pertalite Langka, Antrean SPBU Mengular di Bali dan Malang

by dimas
Oktober 15, 2026

Kelangkaan Pertalite di Bali dan Malang memicu antrean panjang di SPBU. Pertamina menyebut keterlambatan bongkar muat kapal dan lonjakan permintaan...

Next Post
Sinyal Telepon Ada, Manusianya Belum: Misteri 8 Orang Hilang di Selat Sunda

Sinyal Telepon Ada, Manusianya Belum: Misteri 8 Orang Hilang di Selat Sunda

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id