Rabu, Oktober 21, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Aliansi BEM Solo Raya Kritik Prioritas MBG, Aksi Demo Memanas saat Ban Dibakar

by teguh
Oktober 21, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on Facebook
Share on Twitter
Selasa (20/10/2026), Aliansi BEM Solo Raya mengevaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo–Gibran di Monumen Solo. Mahasiswa mengkritik prioritas MBG, menyoroti pendidikan dan kebakaran hutan, serta mempertanyakan ketidakhadiran anggota DPRD.

Tabooo.id: Solo – Aliansi BEM Solo Raya menggelar demonstrasi di Monumen Solo pada Selasa (20/10/2026). Mereka mengevaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo–Gibran dan menuntut perubahan kebijakan.

Aliansi BEM Solo Raya: Mahasiswa Menagih Ketegasan Pemerintah

Aliansi BEM Solo Raya menggelar aksi demonstrasi di Monumen Solo pada Selasa (20/10/2026). Mereka mengevaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo–Gibran dan menuntut perubahan kebijakan.

Mahasiswa dari UNS, UMS, Unisri, USB, A3 Tekstil, serta perwakilan Sukoharjo, Karanganyar, Boyolali, dan Klaten ikut bergabung.

Dimas, Koordinator Pusat Aliansi BEM Solo Raya dari Unisri, menilai kondisi masyarakat belum menunjukkan kemajuan yang mereka harapkan.

“2 tahun yang dirasakan oleh sebagai masyarakat bukan semakin maju malah semakin menurun, makanya dengan adanya ini kami menuntut gimana caranya Prabowo ini tegas sebagai bentuk pemimpin,” ujar Dimas.

Ini Belum Selesai

Starbucks Global Pangkas Gerai, Lalu Indonesia?

Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran di DPRD DIY Diwarnai Kericuhan

Karena itu, mahasiswa meminta Presiden Prabowo mengevaluasi kebijakan pemerintah. Mereka menginginkan langkah konkret untuk menjawab persoalan masyarakat.

Pendidikan Menanti Prioritas yang Lebih Besar

Aliansi BEM Solo Raya mengkritik prioritas pemerintah dalam menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Mereka meminta pemerintah memberi perhatian lebih besar pada pendidikan dan kesejahteraan guru.

“Prioritas utama menurut Undang-Undang Dasar 1945 adalah mencerdaskan kehidupan bangsa, cuma pada akhirnya prioritas utama sekarang bukan lagi pendidikan, tetapi MBG,” kata Dimas.

Selain itu, mahasiswa menyoroti kebakaran hutan dan meminta pemerintah menetapkan status bencana nasional. Mereka juga mempertanyakan efektivitas MBG dalam menekan stunting serta menyinggung laporan dugaan keracunan makanan.

Namun, masyarakat membutuhkan data untuk menguji kritik tersebut. Pemerintah perlu membuka informasi tentang anggaran, capaian program, dan hasil evaluasi di lapangan.

Dengan informasi itu, publik dapat membandingkan target kebijakan dengan hasil nyata. Pemerintah juga perlu menjelaskan langkah perbaikan ketika suatu program belum mencapai sasaran.

Ban Terbakar, Aksi Sempat Memanas

Mahasiswa membakar ban selama demonstrasi. Polisi berupaya memadamkan api, sementara sejumlah peserta dan petugas sempat terlibat aksi saling dorong.

Dimas menyebut pembakaran ban sebagai simbol kemarahan mahasiswa terhadap respons pemerintah.

“Kita menyampaikan aspirasi, membakar ban itu adalah bentuk kemarahan kita; api yang kecil kayak gitu aja dipadamkan, apa kabar api yang besar kenapa didiamkan?” ujarnya.

Pernyataan itu menjelaskan pesan yang ingin mahasiswa sampaikan. Sementara itu, redaksi perlu meminta keterangan kepolisian untuk melengkapi kronologi ketegangan di lokasi.

Mahasiswa Menyoroti Kursi DPRD yang Kosong

Aliansi BEM Solo Raya mengaku telah mengundang anggota DPRD dari wilayah Solo Raya. Namun, menurut aliansi, tidak ada anggota dewan yang hadir dalam aksi tersebut.

Mahasiswa memilih Monumen Solo karena menganggap lokasi itu strategis untuk menyampaikan aspirasi. Selanjutnya, mereka berencana mengonsolidasikan jaringan mahasiswa guna menentukan langkah berikutnya.

Absennya anggota DPRD memunculkan pertanyaan tentang komunikasi wakil rakyat dengan mahasiswa. Karena itu, redaksi perlu meminta penjelasan DPRD mengenai undangan, alasan ketidakhadiran, dan tanggapan mereka terhadap tuntutan mahasiswa.

Kritik Menggema, Jawaban Dinanti

Aksi ini menyoroti persoalan yang lebih luas daripada program pemerintah. Mahasiswa mempertanyakan prioritas kebijakan di tengah persoalan pendidikan, kesejahteraan guru, dan lingkungan.

Kritik mahasiswa membuka ruang bagi publik untuk menguji arah kebijakan pemerintah. Namun, masyarakat juga membutuhkan data untuk menilai efektivitas MBG dan dampak KDMP.

Di sisi lain, pemerintah perlu menjelaskan capaian sekaligus kekurangan setiap program. DPRD juga perlu merespons aspirasi mahasiswa secara terbuka.

Pada akhirnya, pemerintah harus menjawab kritik dengan kebijakan terukur. Masyarakat membutuhkan bukti dan hasil nyata, bukan sekadar janji.

Polisi bisa memadamkan api di jalan. Namun, pemerintah tetap harus menjawab api kekecewaan mahasiswa. @teguh

Tags: Aliansi BEM Solo RayaDemonstrasi MahasiswaEvaluasi Dua Tahun PemerintahanKDMPMakan Bergizi GratisMBGPrabowo-Gibran

Kamu Melewatkan Ini

Membaca Pengamanan Demo Dua Tahun Prabowo–Gibran: Jalan Dijaga, Suara Diawasi?

Membaca Pengamanan Demo Dua Tahun Prabowo–Gibran: Jalan Dijaga, Suara Diawasi?

by teguh
Oktober 20, 2026

Ribuan aparat bersiap mengamankan jalanan Jakarta. Di sisi lain, masyarakat bersiap menyampaikan aspirasi, memperingati dua tahun Prabowo–Gibran, atau sekadar menjalani...

Survei SMRC: Kepuasan Publik terhadap Prabowo Anjlok ke 44,5 Persen

Survei SMRC: Kepuasan Publik terhadap Prabowo Anjlok ke 44,5 Persen

by eko
Oktober 18, 2026

Survei SMRC mencatat kepuasan publik terhadap Prabowo turun menjadi 44,5 persen. Harga sembako, ekonomi, penegakan hukum, dan program pemerintah menjadi...

Korupsi Motor MBG: Negara Rugi Rp863,85 Miliar, Ribuan Kendaraan Bermasalah

Korupsi Motor MBG: Negara Rugi Rp863,85 Miliar, Ribuan Kendaraan Bermasalah

by teguh
Oktober 10, 2026

Kejaksaan Agung mencatat kerugian negara dalam dugaan korupsi motor MBG untuk pengadaan 19.269 motor listrik untuk Badan Gizi Nasional. Lima...

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id