Jumat, September 18, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Banjir Solo: Air Naik 80 Cm, Warga Bertahan Sampai Kapan?

by teguh
April 15, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Regional – Hujan deras yang turun tanpa jeda akhirnya berubah jadi bencana. Pada Selasa malam, 14 April 2026 pukul 22.00 WIB, banjir merendam delapan kelurahan di Kota Surakarta. Ini bukan sekadar genangan musiman ini sinyal yang terus datang, tapi sering diabaikan.

Kali Jenes Meluap, Permukiman Jadi Korban

Berdasarkan laporan BPBD Jawa Tengah, luapan Kali Jenes menjadi pemicu utama. Air mengalir cepat ke permukiman warga dan jalanan kota. Ketinggian air pun bervariasi, mulai dari 50 hingga 80 sentimeter.

Sekilas, angka itu terlihat biasa. Tapi bagi warga, itu berarti ruang tamu berubah jadi kolam, dan jalan pulang jadi jalur evakuasi.

Delapan Kelurahan Terdampak, Ratusan Keluarga Terpukul

Wilayah terdampak tersebar di tiga kecamatan. Di Laweyan, banjir merendam Pajang, Bumi, Panularan, dan Sondakan. Sementara itu, Pasar Kliwon terdampak di Joyosuran. Lalu, Serengan mencakup Kratonan, Tipes, dan Joyontakan.

Total 715 kepala keluarga terdampak. Dari jumlah tersebut, 109 jiwa terpaksa mengungsi. Mereka menyebar ke berbagai titik, mulai dari Masjid Al-Furqon, kawasan Pajang RW 03 dan 04, Balai Warga Totosari, hingga rumah warga dan gedung TK.

Ini Belum Selesai

Pemerintah Tarik 25 Merek Beras Fortifikasi, Ada Apa?

Bakar Sampah Berujung Kebakaran Kabel PT Sangsaka di Bantul

Mengungsi atau Bertahan: Pilihan yang Sama-sama Sulit

Sebagian warga memilih pergi demi keselamatan. Namun, sebagian lainnya tetap bertahan di rumah. Alasannya beragam menjaga harta, keterbatasan akses, atau sekadar tidak punya pilihan.

BPBD Jawa Tengah dalam keterangannya pada Rabu, 15 April 2026 pukul 03.00 WIB menyatakan, “Sebagian besar warga masih bertahan di rumah masing-masing. Penyiapan kebutuhan dasar warga terdampak dan pengungsian sebanyak 3.000 bungkus.”

Di saat yang sama, hujan masih turun dengan intensitas sedang hingga lebat. Kondisi makin rumit karena listrik di beberapa wilayah dipadamkan demi keamanan.

Bantuan Datang, Tapi Air Belum Pergi

Upaya penanganan terus dilakukan. Mulai dari kaji cepat, evakuasi warga, hingga distribusi bantuan logistik. Namun, hingga dini hari, air di sejumlah wilayah belum juga surut.

Artinya, ini belum selesai. Ini baru fase bertahan.

Banjir Berulang: Alam yang Salah atau Kita yang Lupa?

Banjir mungkin datang dari hujan. Tapi dampaknya selalu tentang manusia.

Ketika setiap hujan deras berubah jadi ancaman, pertanyaannya bukan lagi “kapan surut?”melainkan “kenapa ini terus terjadi?”

Lalu, sampai kapan warga harus hidup dengan pola yang sama hujan, banjir, lalu lupa?. @teguh

Tags: banjirBPBDLogistikmalamSoloSurakarta

Kamu Melewatkan Ini

Parkir Digital Masuk Solo, Pengawasan Jangan Ketinggalan

Parkir Digital Masuk Solo, Pengawasan Jangan Ketinggalan

by teguh
September 17, 2026

Pemkot Surakarta menyiapkan peluncuran Transformasi Parkir digital untuk Kota Surakarta pada Jumat, 18/09/2026. Kantor Dinas Perhubungan Kota Surakarta menjadi lokasi...

Sriwedari Memanas, Rencana Sekber Ahli Waris Tertahan

Sriwedari Memanas, Rencana Sekber Ahli Waris Tertahan

by eko
September 17, 2026

Rencana Sekber ahli waris di Sriwedari Solo tertahan setelah muncul poster penolakan dan pesan “Save Sriwedari”. Tabooo.id: Surakarta - Suasana...

GPM Tirtonadi Bukan Cuma Murah, UMKM Ikut Bergerak

GPM Tirtonadi Bukan Cuma Murah, UMKM Ikut Bergerak

by eko
September 17, 2026

Gerakan Pangan Murah Tirtonadi hadirkan pangan terjangkau dan ruang UMKM. Terminal juga siapkan pasar tumpah Minggu pagi. Tabooo.id: Surakarta -...

Next Post
Jenang Bukan Sekadar Makanan. Ini Cara Tradisi Bertahan Diam-Diam

Jenang Bukan Sekadar Makanan. Ini Cara Tradisi Bertahan Diam-Diam

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id