Kamis, Juni 18, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Banjir Pekalongan Masih Meluas, Puluhan Ribu Warga Mengungsi

by dimas
Februari 2, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Lebih dari dua pekan, banjir terus melanda sejumlah wilayah di Kota Pekalongan. Pada Minggu (1/2/2026), laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah mencatat 35.993 kepala keluarga terdampak, dengan 14.397 rumah tergenang air setinggi 10-50 sentimeter.

Ratusan warga masih bertahan di pengungsian. Kepala Bidang Pengendalian Operasi dan Pengelolaan Data Informasi BPBD Jawa Tengah, Armin Nugroho, menyebutkan, “Sebanyak 297 jiwa masih mengungsi di lima titik penampungan, meski sebagian warga sudah mulai kembali ke rumah masing-masing.” ujarnya

Genangan air setengah meter membuat warga belum bisa kembali beraktivitas normal. BPBD bersama aparat terkait terus memantau wilayah terdampak, mendata pengungsi, menyalurkan logistik, dan mengoperasikan pompa air agar banjir surut lebih cepat. Armin menegaskan, kesiapsiagaan tetap penting karena curah hujan masih berpotensi tinggi di Pekalongan.

Tangisan Sungai Bremi dan Kisah Warga

Sujatmiko (60), salah satu warga Tirto yang rumahnya terendam, menuturkan penyebab banjir.

“Tanggul Sungai Bremi jebol. Air merambah, ditambah hujan deras. Rumah saya tenggelam, cuma atap genteng yang terlihat,” ujarnya.

Ini Belum Selesai

PB XIV Hangabehi Turunkan 14 Pusaka di Tengah Dualisme Keraton

Pakoe Boewono XIV Purbaya Batal Kirab Pusaka, Ada Apa?

Meski begitu, Sujatmiko menilai kebutuhan dasar di pengungsian masih terpenuhi.

“Konsumsi dan obat-obatan aman. Warga saling membantu. Mudah-mudahan banjir tidak kembali lagi. Daerah Tirto langganan banjir, tapi yang sekarang paling besar,” tambahnya.

Kisah warga ini memberi gambaran nyata bagaimana masyarakat paling terdampak ibu rumah tangga, lansia, dan anak-anak menanggung risiko sekaligus menahan stres akibat kehilangan tempat tinggal sementara.

Operasi Modifikasi Cuaca Diperpanjang

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperpanjang pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Pantura. Semula dijadwalkan 15-20 Januari, OMC kini diperpanjang hingga 24 Januari karena banjir belum surut dan potensi hujan ekstrem masih tinggi.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, menegaskan, “Operasi Modifikasi Cuaca akan menyesuaikan perkembangan cuaca berdasarkan informasi dari BMKG.” tegasnya.

Langkah ini menunjukkan pemerintah berusaha merespons bencana secara dinamis, meski fakta di lapangan masih menantang warga untuk bertahan.

Dampak dan Refleksi

Banjir Pekalongan bukan sekadar masalah genangan air; ini ujian sistem tanggul, kesiapsiagaan pemerintah, dan ketahanan masyarakat. Warga yang kehilangan akses rumah, sekolah, dan mata pencaharian menjadi pihak yang paling menderita, sementara operasi pemerintah berupaya menambal sistem yang rapuh.

Jika air bisa berbicara, mungkin ia akan tersenyum melihat drama manusia yang mencoba menaklukkannya sambil tetap membasahi lantai rumah mereka. @dimas

Tags: banjirBNPBBPBDJawa TengahPekalonganpengungsiTerdampak

Kamu Melewatkan Ini

Lima Juta Kendaraan Menunggak: Krisis Kepatuhan atau Daya Beli yang Melemah?

Lima Juta Kendaraan Menunggak: Krisis Kepatuhan atau Daya Beli yang Melemah?

by teguh
Juni 11, 2026

Lima juta kendaraan di Jawa Tengah tidak membayar pajak hingga akhir 2025. Angka itu bukan sekadar catatan administrasi. Nilainya mencapai...

Kenapa Kota di Indonesia Makin Gampang Tenggelam?

Kenapa Kota di Indonesia Makin Gampang Tenggelam?

by Waras
Mei 11, 2026

Dulu banjir datang setahun sekali. Sekarang, banyak kota di Indonesia terasa seperti tinggal menunggu giliran tenggelam. Hujan memang makin ekstrem....

Becak Tidak Mati. Mereka Hanya Disembunyikan.

Becak Tidak Mati: Mereka Hanya Disembunyikan

by jeje
Mei 6, 2026

Pagi belum benar-benar terang ketika Slamet mengayuh becaknya pelan di sudut kota. Roda tuanya berderit kecil. Tangannya kasar. Punggungnya sedikit...

Next Post
Mendagri Tegaskan Wakil Kepala Daerah Ikut Hadir di Rakornas 2026

Mendagri Tegaskan Wakil Kepala Daerah Ikut Hadir di Rakornas 2026

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id