Rabu, Juli 22, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Bali Macet Parah, Taksi Air Jadi Harapan Baru atau Sekadar Wacana Mahal?

by dimas
April 20, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter
Di tengah wacana pembangunan taksi air sebagai solusi mengurai kemacetan di Bali yang kian parah, satu pertanyaan besar muncul: jika moda transportasi laut ini digadang mampu memangkas waktu tempuh dan mengurangi beban jalan, seberapa siap infrastruktur serta sistem konektivitasnya benar-benar menjawab persoalan kemacetan yang sudah menahun di Pulau Dewata?

Tabooo.id: Regional – Wacana taksi air di Bali kembali menguat seiring kemacetan yang makin mengganggu mobilitas warga dan wisatawan di kawasan utama pariwisata. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengkaji water taxi yang akan menghubungkan Bandara I Gusti Ngurah Rai dengan Canggu, salah satu titik tersibuk di Bali Selatan.

Bali kini menghadapi tekanan mobilitas yang semakin berat. Status sebagai destinasi wisata dunia tidak sejalan dengan kondisi lalu lintas yang semakin padat setiap hari.

Data menunjukkan, Bali memiliki sekitar 4,7 juta kendaraan. Panjang jalan hanya 8.685 kilometer. Ketimpangan ini membuat sejumlah kawasan seperti Kuta, Canggu, dan Nusa Dua sering macet, bahkan di luar jam sibuk.

Di sisi lain, Bali menerima hampir 20 juta wisatawan per tahun. Namun hanya sekitar 4 persen yang memakai transportasi umum. Sisanya masih bergantung pada kendaraan pribadi dan sewa. Kondisi ini menambah beban jalan setiap hari.

Taksi Air Jadi Opsi Baru di Tengah Kemacetan

ASDP mulai melirik taksi air sebagai alternatif transportasi. Opsi ini muncul untuk menjawab kepadatan lalu lintas di jalur darat yang terus meningkat.

Ini Belum Selesai

Modus Miras Gelasan Terbongkar di Solo

OTT KPK: Bupati Lombok Barat Terseret Korupsi Rp9,06 Miliar

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, mengatakan pengembangan ini menjadi bagian dari integrasi transportasi nasional.

“Pengembangan layanan taksi air menjadi bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan sistem transportasi yang terintegrasi,” ujarnya di Bali, Minggu (19/4/2026).

Rencana awal, layanan ini akan menghubungkan Bandara Ngurah Rai dengan Canggu. Jalur ini dikenal sebagai salah satu rute paling padat di Bali.

Waktu tempuh lewat laut diperkirakan hanya 30 menit. Sementara jalur darat bisa mencapai 1–2 jam, terutama saat macet.

Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menjelaskan tim masih mengkaji rute. Kajian ini meliputi keselamatan, kondisi perairan, dan kesiapan infrastruktur.

Masih Kajian, Target Rampung 2026

Proyek taksi air masih berada pada tahap detailed engineering design (DED). ASDP bekerja sama dengan PT Angkasa Pura Indonesia untuk menyelesaikan studi kelayakan.

Target penyelesaian kajian ditetapkan pada 2026. Setelah itu, pemerintah akan menentukan arah kebijakan lanjutan.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menilai konsep ini bisa memperkuat konektivitas antarmoda.

“Ini diharapkan meningkatkan efisiensi mobilitas dan mengurangi kepadatan lalu lintas, khususnya di Badung sebagai pusat pariwisata,” ujarnya.

Tantangan Nyata Ada di Konektivitas

Meski terdengar menjanjikan, rencana ini masih menyisakan banyak pekerjaan rumah. Ketua Umum Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Bali, I Made Rai Ridharta, menilai masalah utama bukan hanya moda transportasi, tetapi juga konektivitas.

Ia menekankan pentingnya first mile dan last mile. Artinya, akses dari bandara ke dermaga dan dari dermaga ke tujuan akhir harus jelas.

“Kalau akses ke dermaga masih macet, dan tujuan akhir tidak siap, maka masalah tidak selesai,” katanya.

Tanpa integrasi yang baik, taksi air hanya memindahkan masalah, bukan menyelesaikannya.

Harapan Baru atau Sekadar Wacana Baru?

Taksi air membawa harapan baru bagi Bali. Moda ini bisa memangkas waktu perjalanan dan memberi alternatif transportasi wisata.

Namun tantangan besar masih menunggu. Mulai dari investasi, kesiapan dermaga, hingga integrasi dengan transportasi darat.

Pemerintah juga dinilai perlu memperkuat transportasi publik yang sudah ada, seperti Trans Metro Dewata, agar tidak berjalan sendiri-sendiri.

Pada akhirnya, taksi air bukan hanya soal inovasi. Ini juga ujian besar apakah Bali benar-benar siap membenahi sistem mobilitasnya, atau kembali menambah daftar panjang wacana yang belum tuntas. @dimas

Tags: ASDPbadungbaliKemenhub

Kamu Melewatkan Ini

Benarkah Kemenhub Akan Pajaki Pejalan Kaki?

Benarkah Kemenhub Akan Pajaki Pejalan Kaki?

by eko
Juli 21, 2026

Viral klaim Kemenhub akan memungut pajak bagi pejalan kaki. Faktanya, tidak ada kebijakan resmi yang mendukung klaim tersebut. Simak hasil...

Rel Uang di Balik Rel Kereta: Ketika Proyek Negara Jadi Jalur Fee Elite

Rel Uang di Balik Rel Kereta: Proyek Negara Jadi Jalur Fee Elite?

by teguh
Mei 29, 2026

Rel kereta seharusnya membawa orang sampai tujuan. Namun dalam kasus dugaan korupsi proyek jalur kereta di Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA)...

Dugaan Gratifikasi di Kemenhub: Rel Kereta atau Jalur Uang?

Dugaan Gratifikasi di Kemenhub: Rel Kereta atau Jalur Uang?

by teguh
Mei 28, 2026

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memburu dugaan aliran uang dalam kasus korupsi proyek jalur kereta api di Direktorat Jenderal Perkeretaapian...

Next Post
Bukan Sekadar Malas Baca, Ini Krisis Cara Otak Gen Z Bekerja

Bukan Sekadar Malas Baca, Ini Krisis Cara Otak Gen Z Bekerja

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id