Rabu, Juli 22, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Bukan Sekadar Malas Baca, Ini Krisis Cara Otak Gen Z Bekerja

by Waras
April 20, 2026
in Global, Reality
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter
Kalau membaca saja mulai jadi masalah, apa yang sebenarnya terjadi dengan generasi ini? Sejumlah dosen di AS mengaku mahasiswa Gen Z tak lagi mampu memahami teks—bahkan satu kalimat sederhana.

Tabooo.id: News – Dosen-dosen di Amerika Serikat mulai menghadapi kenyataan pahit, mahasiswa Gen Z makin sulit membaca dan memahami teks panjang. Bukan cuma malas. Masalahnya lebih dalam.

Sejumlah profesor dari kampus ternama mengaku kewalahan. Mereka bahkan terpaksa menurunkan standar akademik demi menyesuaikan kemampuan mahasiswa saat ini.

Masalahnya muncul di satu titik yang dulu dianggap “basic” yaitu membaca.

Profesor sastra di Pepperdine University, Jessica Hooten Wilson, bahkan sudah menghapus tugas membaca di luar kelas. Alasannya sederhana tapi mengkhawatirkan, banyak mahasiswa tidak mampu memahami satu kalimat utuh. Sebagai solusi, ia mencoba membaca bersama di kelas, baris demi baris. Tapi hasilnya tetap sama.

“Bahkan ketika kami membaca bersama, mereka masih kesulitan memproses isi teks,” ujarnya dikutip dari laman cncbindonesia.com, Senin (20/4/2026).

Ini Belum Selesai

Modus Miras Gelasan Terbongkar di Solo

OTT KPK: Bupati Lombok Barat Terseret Korupsi Rp9,06 Miliar

Fenomena ini juga diamini oleh profesor dari University of Notre Dame, Timothy O’Malley. Ia menyebut tugas membaca 25–40 halaman seperti dulu.

Sebagai gantinya, mahasiswa lebih sering “scan cepat” atau langsung pakai AI untuk merangkum isi bacaan.

Praktis? Iya. Tapi ada yang hilang yaitu kemampuan berpikir.

Dari Buku ke Layar Cepat

Para akademisi melihat ini bukan sekadar masalah individu. Ini perubahan pola besar.

Dulu, informasi datang lewat teks. Sekarang? Video pendek, audio cepat, dan konten instan. Otak terpaksa terbiasa dengan kecepatan, bukan kedalaman.

Ditambah lagi, pandemi Covid-19 memperparah situasi. Sistem pendidikan terganggu, proses belajar terputus, dan banyak siswa kehilangan fondasi dasar literasi. Hasilnya mulai terlihat sekarang.

Data yang Bikin Ngeri

Penurunan kemampuan membaca bukan cuma asumsi. Dalam 20 tahun terakhir, jumlah orang dewasa yang membaca untuk hiburan turun hingga 40%.

Program for the International Assessment of Adult Competencies (PIAAC) juga mencatat sekitar 59 juta warga berada di tingkat literasi terendah. Artinya, mereka kesulitan memahami teks tertulis sederhana.

Ini bukan angka kecil. Ini alarm.

Ini Bukan Soal Malas, Ini Soal Sistem

Sederhananya menyebut “Gen Z malas baca.” Padahal realitanya lebih kompleks.

Ini soal bagaimana teknologi mengubah cara otak bekerja, soal sistem pendidikan yang belum adaptif. Ini tentang budaya instan yang mengalahkan proses.

Dan yang paling krusial adalah hal ini terjadi secara massal.

Kalau tren ini terus berlanjut, dampaknya bukan cuma di kampus. Para Gen Z akan sulit memahami informasi kompleks, mudah termakan hoaks, ketergantungan tinggi pada AI, lalu turunnya kemampuan berpikir kritis

Singkatnya, makin cepat konsumsi, makin dangkal pemahaman. Kita sedang masuk ke era di mana membaca bukan lagi kebiasaan, tapi “kemampuan langka”.

Ironisnya, di zaman informasi paling melimpah, justru kemampuan memahaminya yang menurun.

Ini bukan sekadar perubahan generasi. Ini perubahan cara manusia berpikir.

Pertanyaan yang muncul, kalau membaca saja mulai sulit, lalu bagaimana kita bisa benar-benar memahami dunia? Atau jangan-jangan… kita memang tidak lagi diajarkan untuk berpikir dalam?

“Bukan Gen Z yang gagal membaca… mungkin sistem yang gagal membuat mereka mau berpikir.” @waras

Tags: Gen ZLiterasiMahasiswaPendidikan

Kamu Melewatkan Ini

10 HP Xiaomi Masuk Daftar EOL: Masih Bisa Dipakai, Tapi Sampai Kapan Aman?

10 HP Xiaomi Masuk Daftar EOL: Masih Bisa Dipakai, Tapi Sampai Kapan Aman?

by teguh
Juli 19, 2026

Ponsel yang masuk masa End of Life (EOL) alias discontinue tidak otomatis berubah jadi barang rongsokan. Namun, tanpa pembaruan keamanan,...

Saat Kedai Jadi Perpustakaan: Budaya Membaca Sedang Mencari Rumah Baru

Saat Kedai Jadi Perpustakaan: Budaya Membaca Sedang Mencari Rumah Baru

by teguh
Juli 13, 2026

Di sudut sebuah kedai ramen di Kota Mojokerto, aroma kuah hangat bercampur dengan wangi kertas buku yang mulai menguning. Seorang...

Komunitas Membagikan Buku Gratis: Kenapa Akses Literasi Masih Bergantung pada Relawan?

Komunitas Membagikan Buku Gratis: Kenapa Akses Literasi Masih Bergantung pada Relawan?

by teguh
Juli 11, 2026

Membeli secangkir kopi hari ini jauh lebih mudah daripada menemukan perpustakaan yang hidup. Kedai-kedai baru bermunculan di hampir setiap sudut...

Next Post
Dari Akuarium ke Bencana Ekologi: Sapu-sapu Tak Lagi Bisa Dikendalikan?

Dari Akuarium ke Bencana Ekologi: Sapu-sapu Tak Lagi Bisa Dikendalikan?

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id