Sabtu, Juni 6, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Bukan Sekadar Malas Baca, Ini Krisis Cara Otak Gen Z Bekerja

by Waras
April 20, 2026
in Global, Reality
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter
Kalau membaca saja mulai jadi masalah, apa yang sebenarnya terjadi dengan generasi ini? Sejumlah dosen di AS mengaku mahasiswa Gen Z tak lagi mampu memahami teks—bahkan satu kalimat sederhana.

Tabooo.id: News – Dosen-dosen di Amerika Serikat mulai menghadapi kenyataan pahit, mahasiswa Gen Z makin sulit membaca dan memahami teks panjang. Bukan cuma malas. Masalahnya lebih dalam.

Sejumlah profesor dari kampus ternama mengaku kewalahan. Mereka bahkan terpaksa menurunkan standar akademik demi menyesuaikan kemampuan mahasiswa saat ini.

Masalahnya muncul di satu titik yang dulu dianggap “basic” yaitu membaca.

Profesor sastra di Pepperdine University, Jessica Hooten Wilson, bahkan sudah menghapus tugas membaca di luar kelas. Alasannya sederhana tapi mengkhawatirkan, banyak mahasiswa tidak mampu memahami satu kalimat utuh. Sebagai solusi, ia mencoba membaca bersama di kelas, baris demi baris. Tapi hasilnya tetap sama.

“Bahkan ketika kami membaca bersama, mereka masih kesulitan memproses isi teks,” ujarnya dikutip dari laman cncbindonesia.com, Senin (20/4/2026).

Ini Belum Selesai

Mentan Tantang Kampus Wujudkan Swasembada Pangan

Harley, Valas, dan Uang Rp145 Miliar: Jejak Korupsi Silmy Karim

Fenomena ini juga diamini oleh profesor dari University of Notre Dame, Timothy O’Malley. Ia menyebut tugas membaca 25–40 halaman seperti dulu.

Sebagai gantinya, mahasiswa lebih sering “scan cepat” atau langsung pakai AI untuk merangkum isi bacaan.

Praktis? Iya. Tapi ada yang hilang yaitu kemampuan berpikir.

Dari Buku ke Layar Cepat

Para akademisi melihat ini bukan sekadar masalah individu. Ini perubahan pola besar.

Dulu, informasi datang lewat teks. Sekarang? Video pendek, audio cepat, dan konten instan. Otak terpaksa terbiasa dengan kecepatan, bukan kedalaman.

Ditambah lagi, pandemi Covid-19 memperparah situasi. Sistem pendidikan terganggu, proses belajar terputus, dan banyak siswa kehilangan fondasi dasar literasi. Hasilnya mulai terlihat sekarang.

Data yang Bikin Ngeri

Penurunan kemampuan membaca bukan cuma asumsi. Dalam 20 tahun terakhir, jumlah orang dewasa yang membaca untuk hiburan turun hingga 40%.

Program for the International Assessment of Adult Competencies (PIAAC) juga mencatat sekitar 59 juta warga berada di tingkat literasi terendah. Artinya, mereka kesulitan memahami teks tertulis sederhana.

Ini bukan angka kecil. Ini alarm.

Ini Bukan Soal Malas, Ini Soal Sistem

Sederhananya menyebut “Gen Z malas baca.” Padahal realitanya lebih kompleks.

Ini soal bagaimana teknologi mengubah cara otak bekerja, soal sistem pendidikan yang belum adaptif. Ini tentang budaya instan yang mengalahkan proses.

Dan yang paling krusial adalah hal ini terjadi secara massal.

Kalau tren ini terus berlanjut, dampaknya bukan cuma di kampus. Para Gen Z akan sulit memahami informasi kompleks, mudah termakan hoaks, ketergantungan tinggi pada AI, lalu turunnya kemampuan berpikir kritis

Singkatnya, makin cepat konsumsi, makin dangkal pemahaman. Kita sedang masuk ke era di mana membaca bukan lagi kebiasaan, tapi “kemampuan langka”.

Ironisnya, di zaman informasi paling melimpah, justru kemampuan memahaminya yang menurun.

Ini bukan sekadar perubahan generasi. Ini perubahan cara manusia berpikir.

Pertanyaan yang muncul, kalau membaca saja mulai sulit, lalu bagaimana kita bisa benar-benar memahami dunia? Atau jangan-jangan… kita memang tidak lagi diajarkan untuk berpikir dalam?

“Bukan Gen Z yang gagal membaca… mungkin sistem yang gagal membuat mereka mau berpikir.” @waras

Tags: Gen ZLiterasiMahasiswaPendidikan

Kamu Melewatkan Ini

Pesawat Tempurku: Ketika Gitar Iwan Fals Menembus Langit Kekuasaan

Pesawat Tempurku: Ketika Gitar Iwan Fals Menembus Langit Kekuasaan

by teguh
Juni 2, 2026

"Musik Iwan Fals bukan sekadar hiburan pop. Ia adalah dokumen sosial yang mencatat trauma ketimpangan struktural dan salah satu karya...

Diskusi Anak Muda Sekarang: Masih Debat, atau Cuma Adu Emosi?

Diskusi Anak Muda Sekarang: Masih Debat, atau Cuma Adu Emosi?

by Naysa
Mei 31, 2026

Timeline masih ramai meski malam hampir habis. Orang memperdebatkan politik, agama, sampai hal receh yang seharusnya tak perlu berubah jadi...

Solo Tidak Hanya Dikenang dari Keraton, Tapi dari Aroma Lumpia di Pasar Gede

Solo Tidak Hanya Dikenang dari Keraton, Tapi dari Aroma Lumpia di Pasar Gede

by teguh
Mei 29, 2026

Orang mengenang Solo lewat banyak cara. Sebagian datang untuk melihat megahnya keraton. Sebagian lain mengejar jejak batik, alunan gamelan, atau...

Next Post
Dari Akuarium ke Bencana Ekologi: Sapu-sapu Tak Lagi Bisa Dikendalikan?

Dari Akuarium ke Bencana Ekologi: Sapu-sapu Tak Lagi Bisa Dikendalikan?

Madilog Series

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026
Timeline Sejarah: Semua Perubahan Besar Selalu Dimulai dari Benturan – Madilog Series #2.4

Timeline Sejarah: Semua Perubahan Besar Selalu Dimulai dari Benturan – Madilog Series #2.4

Mei 25, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id