• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
Jumat, Maret 27, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home News Regional

Arief Hidayat Pamit, Adies Kadir Segera Duduk di Kursi Hakim MK

Februari 4, 2026
in Regional
A A
Arief Hidayat Pamit, Adies Kadir Segera Duduk di Kursi Hakim MK

Arief Hidayat, berdiri di mimbar Purnabakti Hakim Konstitusi dalam Wisuda Purnabakti Hakim MK di Gedung MK, Jakarta, Rabu Rabu (4/2/26) siang. (foto: Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo. Id: Regional – Mahkamah Konstitusi resmi memasuki babak baru. Arief Hidayat purnabakti sebagai Hakim MK mulai Rabu (4/2/2026). Kursi yang ditinggalkannya tak lama kosong. Adies Kadir, politikus senior Partai Golkar sekaligus Wakil Ketua DPR RI, segera dilantik sebagai pengganti.

Pergantian ini menandai pergeseran peran penting, dari pembuat undang-undang ke penguji undang-undang.

“Politikus Ulung dengan Kompetensi”

Arief Hidayat tak ragu memberi penilaian positif. Menurutnya, Adies punya bekal yang cukup untuk duduk sebagai Hakim Konstitusi.

“Saya kira Pak Adies Kadir itu seorang politikus yang ulung, seorang yang sudah mempunyai kompetensi,” ujar Arief usai Wisuda Purnabakti Hakim MK di Gedung MK, Jakarta.

RelatedPosts

Bersua Sang Raja: No Jeans, No Kaos

Di Balik Kelancaran Mudik Lebaran, Nyawa Petugas Jadi Taruhan

Bagi Arief, kunci utamanya ada pada perpindahan fungsi. Jika di DPR Adies bertugas meramu berbagai kepentingan politik dan sosial ke dalam undang-undang, kini tugasnya berubah total, menjaga konstitusi dan ideologi negara.

Dari Arena Politik ke Ruang Uji Konstitusi

Adies Kadir bukan figur baru di dunia legislasi. Pengalamannya di DPR dinilai menjadi modal, terutama dalam memahami ruh dan konstruksi hukum. Arief berharap pengalaman itu bisa diterjemahkan dengan tepat di MK.

“Dengan dasar kompetensi dan pengalaman selama ini saya kira itu bisa kita harapkan dengan baik,” kata Arief.

Namun, masuknya politisi aktif ke MK tak lepas dari sorotan. Sebagian publik khawatir independensi MK bisa melemah.

MK Bukan DPR

Menanggapi isu tersebut, Arief meminta publik tak buru-buru curiga. Menurutnya, sistem di MK berbeda jauh dengan DPR. Hakim, kata dia, akan “dipaksa” tunduk pada mekanisme yang sudah mapan.

“Dia akan terbawa pada sistem Mahkamah Konstitusi yang transparan, akuntabel, dan kolektif-kolegial,” tegas Arief.

Dalam sistem kolektif-kolegial, tidak ada hakim yang bisa berjalan sendiri. Semua putusan diikat oleh kode etik, kesatuan moral, dan pertanggungjawaban hukum, bahkan hingga dimensi religius.

Pengalaman Politik atau Beban Politik?

Masuknya Adies Kadir bisa menguntungkan MK jika pengalaman politiknya benar-benar dipakai untuk memperkaya perspektif konstitusional. Negara juga diuntungkan bila MK tetap solid dan dipercaya publik.

Sebaliknya, yang paling dirugikan adalah publik jika kekhawatiran soal konflik kepentingan terbukti, atau jika MK justru terseret logika politik praktis.

Pergantian ini jadi ujian klasik: apakah sistem benar-benar lebih kuat dari individu. Karena di Mahkamah Konstitusi, yang diuji bukan hanya undang-undang tapi juga komitmen para penjaganya. @yudi

Tags: Adies KadirArief HidayatHakim MKMahkamah Konstitusi
Next Post
Dari Banjarmasin ke Jakarta: Dua OTT dan Satu Pertanyaan Besar

Dari Banjarmasin ke Jakarta: Dua OTT dan Satu Pertanyaan Besar

Recommended

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

6 bulan ago
Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

4 bulan ago

Popular News

  • Prabowo Suruh Bahlil Berburu Minyak, Ada Apa Sebenarnya?

    Prabowo Suruh Bahlil Berburu Minyak, Ada Apa Sebenarnya?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pesugihan Sate Gagak: Bisnis Kuliner Paling Laris, Tapi Customer-nya Bukan Manusia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pukulan di Kamar Hotel: Ketika Ego Remaja Lebih Keras dari Empati

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Di Antara China dan Amerika, Indonesia Tidak Lagi Punya Ruang untuk Diam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Terjawab! Misteri Senyum Mona Lisa: Ini Makna di Baliknya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Life
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Talk
  • Vibes

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.