Rabu, Mei 13, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Abadi Nan Jaya: Jamu gagal BPOM, Desa Kena Wabah Zombi

by Tabooo
Mei 8, 2026
in Culture, Film
A A
Home Culture Film
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo: Film – Akhirnya, film zombi lokal yang gak malu-maluin. Abadi Nan Jaya sudah redmi tayang di Netflix. Film ini bukan cuma pamer darah dan jeritan, tapi berhasil bikin mayat hidup terasa… masuk akal.

Di tengah kebiasaan film horor kita yang sering “asal serem”, karya Kimo Stamboel ini datang membawa hal langka, yaitu naskah yang sadar konteks, logika yang gak maksa, dan keberanian buat bikin jamu gagal BPOM jadi pemicu kiamat kecil.

1. Wabah Dimulai dari Jamu

Premisnya sederhana tapi brilian: satu produk jamu yang ditolak izin BPOM, dan bum … Desa Wanirejo jadi lahan eksperimen antara manusia dan mayat hidup.

Di tangan Kimo Stamboel, konsep yang kedengarannya “lebay” ini malah terasa logis dan relevan.

Kita tahu betul betapa kuatnya budaya jamu di Indonesia, dan film ini menjadikannya medium kritik sosial. Dari kepercayaan rakyat, sistem kesehatan, sampai birokrasi yang sering bikin penyakit baru ketimbang nyembuhin.

Ini Belum Selesai

Amir Syarifuddin: Tokoh Komunis yang Membawa Injil saat Eksekusi

GTA 6 Habiskan Rp 26 Triliun, Ini Game atau Negara Kecil?

Mikha Tambayong dan Marthino Lio tampil meyakinkan sebagai orang biasa yang dipaksa heroik. Donny Damara menambah kedalaman emosional, seolah berkata “Di negeri ini, kadang yang mati justru lebih jujur dari yang hidup”.

2. Zombinya Gak Kaleng-Kaleng

Zombi di Abadi Nan Jaya bukan sekadar figuran berdarah-darah, tapi entitas dengan karakter. Gerakannya agresif, instingtif, dan untuk pertama kalinya di film lokal, bikin kita lupa kalau ini produksi Indonesia.

Efek praktikalnya gila: darah muncrat, daging sobek, dan adegan ngilu yang bikin popcorn nyaris tumpah. Make-up-nya presisi sampai ke detail kulit busuk yang bereaksi sama air.

Emang ada beberapa efek ledakan yang masih “kurang greget”, tapi untuk level produksi lokal, ini udah mendekati standar internasional. Dan yang paling penting, film ini ngerti kapan harus ngeri dan kapan harus mikir.

3. Ketika Zombi Terasa Wajar

Yang bikin Abadi Nan Jaya istimewa adalah kejujuran tonenya. Kimo gak berusaha bikin film ini “terlalu keren” kayak adaptasi barat, tapi juga gak jatuh ke parodi. Ia menghadirkan dunia di mana zombi adalah bagian dari keseharian, dan manusia tetap ribut karena urusan pribadi, bahkan saat kiamat di depan mata.

Kamera menyorot konflik manusia dengan manusia lebih sering daripada manusia lawan zombi, dan di situlah film ini hidup, bahwa ancaman terbesar bukan wabah, tapi ego.

Abadi Nan Jaya adalah bukti bahwa film horor Indonesia bisa matang tanpa kehilangan identitas lokal. Dengan durasi 116 menit, film ini berdarah, berisik, tapi punya jiwa.

Sebuah eksperimen sosial berbungkus zombi, yang akhirnya berhasil bikin kita percaya bahwa kengerian paling nyata justru tumbuh dari budaya yang terlalu yakin dirinya kebal.

🎯 Rating Tabooo: 8.5/10 — “Jamu, birokrasi, dan kiamat kecil: akhirnya, film zombi lokal yang hidup.”

Tags: EntertainmentFilmFilm Indonesia

Kamu Melewatkan Ini

Salridan-gil: Budaya Uji Nyali Baru di Korea

Salridan-gil: Budaya Uji Nyali Baru di Korea

by Naysa
Mei 12, 2026

Salridan-gil memperlihatkan bagaimana rasa takut bisa berubah menjadi budaya uji nyali baru di Korea. Setelah Salmokji: Whispering Water viral, anak...

Kritikus dan Fans Mortal Kombat II Bisa Sebegitu Beda? Film Harus Pintar atau Seru?

Kritikus dan Fans Mortal Kombat II Bisa Sebegitu Beda? Film Harus Pintar atau Seru?

by teguh
Mei 11, 2026

Kalau sebuah film dapat nilai “lumayan” dari kritikus tapi dipuja fans sampai susah move on, siapa yang sebenarnya benar? Pertanyaan...

Nobar Film “Pesta Babi” Dibubarkan: Masih Adakah Kebebasan Berekspresi?

Nobar Film “Pesta Babi” Dibubarkan: Masih Adakah Kebebasan Berekspresi?

by dimas
Mei 11, 2026

Nobar film Pesta Babi di ruang-ruang publik menunjukkan bagaimana seni kerap dianggap sebagai cara paling aman untuk menyuarakan realitas. Film,...

Next Post
Kita Suka Bicara Soal Warisan, Tapi Bagaimana Kejujurannya?

Kita Suka Bicara Soal Warisan, Tapi Bagaimana Kejujurannya?

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

Rupiah Anjlok ke Rp 17.500 per Dolar AS, Investor Mulai Kehilangan Kepercayaan

Mei 12, 2026

Kuota Tanpa Batas? Nyaman Buat Kamu, Tapi Jaringan Bisa Kewalahan

Mei 8, 2026

Sekolah Rakyat di Kupang: Jalan Baru Anak Miskin Keluar dari Batas Pendidikan?

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id