Minggu, Juni 28, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Dana Hibah Jatim: Dugaan Komitmen 30 Persen Seret Nama Khofifah

by sigit
Februari 6, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Kabar ini langsung mengguncang Jawa Timur. KPK membenarkan dugaan bahwa Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima biaya komitmen hingga 30 persen dari dana hibah kelompok masyarakat. Angkanya besar. Dampaknya luas. Karena itu, publik wajar bertanya: ke mana sebenarnya uang rakyat mengalir?

Fakta Awal yang Dibuka KPK

Pertama, KPK berbicara terbuka. Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi informasi tersebut pada Rabu, 4 Februari 2026. Ia menyebut sumbernya jelas. Jaksa membacakan berita acara pemeriksaan mantan Ketua DPRD Jawa Timur, Kusnadi, di persidangan perkara hibah pokmas.

Dengan kata lain, dugaan ini lahir dari ruang sidang, bukan dari gosip politik. Karena itu, bobotnya serius.

Hakim Bereaksi, Gubernur Dipanggil

Selanjutnya, majelis hakim langsung merespons. Hakim meminta jaksa menghadirkan Gubernur Jawa Timur sebagai saksi. Sidang dijadwalkan berlangsung di Pengadilan Negeri Surabaya pada Kamis, 5 Februari 2026.

Kini, publik menunggu. Bukan klarifikasi di media sosial, melainkan penjelasan resmi di bawah sumpah.

Ini Belum Selesai

Suran Agung PSHW ke-123: Madiun Mengawal Persaudaraan

TABOOO Corner Hadir di Winongo, Buka Ruang Membaca Realitas

Dua Nama, Satu Dugaan Besar

Sementara itu, dokumen yang diperoleh Tempo mengungkap dua nama penting. Selain Khofifah, dokumen juga mencantumkan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak. Keduanya diduga menerima biaya komitmen hingga 30 persen dari pengajuan hibah pokok pikiran DPRD Jawa Timur periode 2019–2024.

Dugaan itu tidak sederhana. Aliran dana disebut berlangsung melalui tunai dan transfer. Jika benar, maka skemanya sistematis.

Respons yang Masih Sunyi

Namun hingga kini, Khofifah belum memberi jawaban. Emil juga belum merespons. Keheningan ini justru memperbesar sorotan publik. Semakin lama diam, semakin keras pertanyaan muncul.

Padahal sebelumnya, KPK sudah memeriksa Khofifah pada Juli 2025. Saat itu, ia menyebut penyidik hanya menanyakan struktur organisasi perangkat daerah. Akan tetapi, situasi sekarang berbeda. Dugaan berkembang. Konteks berubah. Taruhannya tidak lagi administratif, melainkan kepercayaan publik.

Lebih jauh, perkara ini melibatkan banyak pihak. KPK telah menetapkan 21 tersangka. Empat orang berperan sebagai penerima suap. Sebanyak 17 orang menjadi pemberi, mayoritas dari sektor swasta. Fakta ini menunjukkan satu hal: ada kepentingan besar di balik dana hibah.

Lalu siapa yang dirugikan? Jawabannya jelas: masyarakat. Dana hibah seharusnya menguatkan kelompok warga. Namun jika sebagian besar berubah menjadi komisi, maka fungsi sosialnya runtuh.

Sindiran Terakhir untuk Penguasa

Kasus hibah Jawa Timur kembali membuka luka lama. Program bantuan sosial rawan berubah menjadi ladang transaksi. Jika benar 30 persen mengalir ke elite, maka rakyat hanya menerima sisa.

Kini publik menunggu kejujuran di ruang sidang. Sebab jika dana hibah saja bisa “dipotong,” mungkin yang perlu dibersihkan bukan hanya aliran uangnya, tetapi juga cara sebagian penguasa memaknai amanah. @tabooo

Tags: dana hibahGubernurJawa TimurKorupsi di IndonesiaKPKottsurabaya

Kamu Melewatkan Ini

Harley, Valas, dan Uang Rp145 Miliar: Jejak Korupsi Silmy Karim

Harley, Valas, dan Uang Rp145 Miliar: Jejak Korupsi Silmy Karim

by dimas
Juni 6, 2026

KPK menyita mobil sport, Harley, perhiasan, dan valas dari rumah Silmy Karim. Penyidik menelusuri dugaan korupsi izin tinggal WNA senilai...

Bom Waktu TPA Randegan: Kota Mojokerto Kalah oleh Sampahnya Sendiri

Bom Waktu TPA Randegan: Kota Mojokerto Kalah oleh Sampahnya Sendiri

by teguh
Juni 3, 2026

"TPA Randegan membutuhkan revitalisasi secara komprehensif. Beban sampah harian yang masif tanpa dukungan infrastruktur memadai adalah bom waktu ekologis." Tabooo.id...

Rel Uang di Balik Rel Kereta: Ketika Proyek Negara Jadi Jalur Fee Elite

Rel Uang di Balik Rel Kereta: Proyek Negara Jadi Jalur Fee Elite?

by teguh
Mei 29, 2026

Rel kereta seharusnya membawa orang sampai tujuan. Namun dalam kasus dugaan korupsi proyek jalur kereta di Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA)...

Next Post
Prabowo dan Albanese Bahas Sertifikasi Profesi dan Kerja Sama Pendidikan

Prabowo dan Albanese Bahas Sertifikasi Profesi dan Kerja Sama Pendidikan

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id