Minggu, Agustus 23, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Dana Hibah Jatim: Dugaan Komitmen 30 Persen Seret Nama Khofifah

by Anisa
Februari 6, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Kabar ini langsung mengguncang Jawa Timur. KPK membenarkan dugaan bahwa Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima biaya komitmen hingga 30 persen dari dana hibah kelompok masyarakat. Angkanya besar. Dampaknya luas. Karena itu, publik wajar bertanya: ke mana sebenarnya uang rakyat mengalir?

Fakta Awal yang Dibuka KPK

Pertama, KPK berbicara terbuka. Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi informasi tersebut pada Rabu, 4 Februari 2026. Ia menyebut sumbernya jelas. Jaksa membacakan berita acara pemeriksaan mantan Ketua DPRD Jawa Timur, Kusnadi, di persidangan perkara hibah pokmas.

Dengan kata lain, dugaan ini lahir dari ruang sidang, bukan dari gosip politik. Karena itu, bobotnya serius.

Hakim Bereaksi, Gubernur Dipanggil

Selanjutnya, majelis hakim langsung merespons. Hakim meminta jaksa menghadirkan Gubernur Jawa Timur sebagai saksi. Sidang dijadwalkan berlangsung di Pengadilan Negeri Surabaya pada Kamis, 5 Februari 2026.

Kini, publik menunggu. Bukan klarifikasi di media sosial, melainkan penjelasan resmi di bawah sumpah.

Ini Belum Selesai

Relawan Gugur Antar Bantuan Gempa NTT, Siapa Melindungi Mereka?

11 Desa, 21.171 Jiwa, Bantuan Terbatas: Camat Manggarai Protes

Dua Nama, Satu Dugaan Besar

Sementara itu, dokumen yang diperoleh Tempo mengungkap dua nama penting. Selain Khofifah, dokumen juga mencantumkan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak. Keduanya diduga menerima biaya komitmen hingga 30 persen dari pengajuan hibah pokok pikiran DPRD Jawa Timur periode 2019–2024.

Dugaan itu tidak sederhana. Aliran dana disebut berlangsung melalui tunai dan transfer. Jika benar, maka skemanya sistematis.

Respons yang Masih Sunyi

Namun hingga kini, Khofifah belum memberi jawaban. Emil juga belum merespons. Keheningan ini justru memperbesar sorotan publik. Semakin lama diam, semakin keras pertanyaan muncul.

Padahal sebelumnya, KPK sudah memeriksa Khofifah pada Juli 2025. Saat itu, ia menyebut penyidik hanya menanyakan struktur organisasi perangkat daerah. Akan tetapi, situasi sekarang berbeda. Dugaan berkembang. Konteks berubah. Taruhannya tidak lagi administratif, melainkan kepercayaan publik.

Lebih jauh, perkara ini melibatkan banyak pihak. KPK telah menetapkan 21 tersangka. Empat orang berperan sebagai penerima suap. Sebanyak 17 orang menjadi pemberi, mayoritas dari sektor swasta. Fakta ini menunjukkan satu hal: ada kepentingan besar di balik dana hibah.

Lalu siapa yang dirugikan? Jawabannya jelas: masyarakat. Dana hibah seharusnya menguatkan kelompok warga. Namun jika sebagian besar berubah menjadi komisi, maka fungsi sosialnya runtuh.

Sindiran Terakhir untuk Penguasa

Kasus hibah Jawa Timur kembali membuka luka lama. Program bantuan sosial rawan berubah menjadi ladang transaksi. Jika benar 30 persen mengalir ke elite, maka rakyat hanya menerima sisa.

Kini publik menunggu kejujuran di ruang sidang. Sebab jika dana hibah saja bisa “dipotong,” mungkin yang perlu dibersihkan bukan hanya aliran uangnya, tetapi juga cara sebagian penguasa memaknai amanah. @tabooo

Tags: dana hibahGubernurJawa TimurKorupsi di IndonesiaKPKottsurabaya

Kamu Melewatkan Ini

Masuk Kampus, Membayar Kuasa?

Masuk Kampus, Membayar Kuasa?

by teguh
Agustus 22, 2026

Masuk kampus seharusnya tidak mengenal harga pendidikan. Namun, dugaan korupsi dalam penerimaan mahasiswa baru Universitas Jenderal Soedirman atau Unsoed membuka...

Masuk Kampus Ada Jalurnya. Masuk KPK Juga Ternyata Ada Jalurnya

Masuk Kampus Ada Jalurnya. Masuk KPK Juga Ternyata Ada Jalurnya

by teguh
Agustus 21, 2026

Masuk kampus punya jalur. Ada jalur prestasi, jalur tes, sampai jalur mandiri. Namun, Kamis, 20/08/2026, publik melihat jalur lain di...

OTT KPK di Unsoed, Gerbang Kampus Diduga Jadi Ruang Transaksi

OTT KPK di Unsoed, Gerbang Kampus Diduga Jadi Ruang Transaksi

by dimas
Agustus 21, 2026

KPK menangkap sejumlah pejabat Unsoed dalam OTT terkait dugaan transaksi penerimaan mahasiswa baru. Kasus ini menjadi OTT ke-19 KPK sepanjang...

Next Post
Prabowo dan Albanese Bahas Sertifikasi Profesi dan Kerja Sama Pendidikan

Prabowo dan Albanese Bahas Sertifikasi Profesi dan Kerja Sama Pendidikan

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id