Kamis, Juni 11, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Arief Hidayat Pamit, Adies Kadir Segera Duduk di Kursi Hakim MK

by yudi
Februari 4, 2026
in Regional
A A
Home Reality Regional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo. Id: Regional – Mahkamah Konstitusi resmi memasuki babak baru. Arief Hidayat purnabakti sebagai Hakim MK mulai Rabu (4/2/2026). Kursi yang ditinggalkannya tak lama kosong. Adies Kadir, politikus senior Partai Golkar sekaligus Wakil Ketua DPR RI, segera dilantik sebagai pengganti.

Pergantian ini menandai pergeseran peran penting, dari pembuat undang-undang ke penguji undang-undang.

“Politikus Ulung dengan Kompetensi”

Arief Hidayat tak ragu memberi penilaian positif. Menurutnya, Adies punya bekal yang cukup untuk duduk sebagai Hakim Konstitusi.

“Saya kira Pak Adies Kadir itu seorang politikus yang ulung, seorang yang sudah mempunyai kompetensi,” ujar Arief usai Wisuda Purnabakti Hakim MK di Gedung MK, Jakarta.

Bagi Arief, kunci utamanya ada pada perpindahan fungsi. Jika di DPR Adies bertugas meramu berbagai kepentingan politik dan sosial ke dalam undang-undang, kini tugasnya berubah total, menjaga konstitusi dan ideologi negara.

Ini Belum Selesai

Dua Kirab Malam 1 Suro, Keraton Surakarta Masuk Zona Rawan?

Malam 1 Suro, Karaton Surakarta Siapkan Kirab Pusaka

Dari Arena Politik ke Ruang Uji Konstitusi

Adies Kadir bukan figur baru di dunia legislasi. Pengalamannya di DPR dinilai menjadi modal, terutama dalam memahami ruh dan konstruksi hukum. Arief berharap pengalaman itu bisa diterjemahkan dengan tepat di MK.

“Dengan dasar kompetensi dan pengalaman selama ini saya kira itu bisa kita harapkan dengan baik,” kata Arief.

Namun, masuknya politisi aktif ke MK tak lepas dari sorotan. Sebagian publik khawatir independensi MK bisa melemah.

MK Bukan DPR

Menanggapi isu tersebut, Arief meminta publik tak buru-buru curiga. Menurutnya, sistem di MK berbeda jauh dengan DPR. Hakim, kata dia, akan “dipaksa” tunduk pada mekanisme yang sudah mapan.

“Dia akan terbawa pada sistem Mahkamah Konstitusi yang transparan, akuntabel, dan kolektif-kolegial,” tegas Arief.

Dalam sistem kolektif-kolegial, tidak ada hakim yang bisa berjalan sendiri. Semua putusan diikat oleh kode etik, kesatuan moral, dan pertanggungjawaban hukum, bahkan hingga dimensi religius.

Pengalaman Politik atau Beban Politik?

Masuknya Adies Kadir bisa menguntungkan MK jika pengalaman politiknya benar-benar dipakai untuk memperkaya perspektif konstitusional. Negara juga diuntungkan bila MK tetap solid dan dipercaya publik.

Sebaliknya, yang paling dirugikan adalah publik jika kekhawatiran soal konflik kepentingan terbukti, atau jika MK justru terseret logika politik praktis.

Pergantian ini jadi ujian klasik: apakah sistem benar-benar lebih kuat dari individu. Karena di Mahkamah Konstitusi, yang diuji bukan hanya undang-undang tapi juga komitmen para penjaganya. @yudi

Tags: Mahkamah Konstitusi

Kamu Melewatkan Ini

Hasto Sebut Indonesia Jadi Otoriter Populis Sejak Era Jokowi

Hasto Sebut Indonesia Jadi Otoriter Populis Sejak Era Jokowi

by Tabooo
Juni 1, 2026

Hasto Sebut Indonesia Jadi Otoriter Populis Sejak Era Jokowi dalam pidato peringatan Hari Lahir Pancasila di Sekolah Partai PDIP, Jakarta...

Benarkah Jakarta Sudah Bukan Ibu Kota Negara?

Benarkah Jakarta Sudah Bukan Ibu Kota Negara?

by dimas
Mei 13, 2026

Benarkah Jakarta sudah bukan ibu kota negara? Simak fakta status konstitusi IKN, Keppres pemindahan, dan polemik UU DKJ. Tabooo.id -...

Status IKN Diperdebatkan, Indonesia Sedang Membangun Masa Depan atau Kebingungan?

Status IKN Diperdebatkan, Indonesia Sedang Membangun Masa Depan atau Kebingungan?

by dimas
Mei 13, 2026

Status ibu kota Indonesia masih memunculkan polemik. Di balik proyek Ibu Kota Nusantara (IKN), ada konflik hukum, politik kekuasaan, dan...

Next Post
Dari Banjarmasin ke Jakarta: Dua OTT dan Satu Pertanyaan Besar

Dari Banjarmasin ke Jakarta: Dua OTT dan Satu Pertanyaan Besar

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id