Kamis, Mei 14, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

KPK Tetapkan Reza Maullana Sebagai Tersangka Suap Proyek Kereta Api

by dimas
Februari 3, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Reza Maullana Maghribi (RM) sebagai tersangka. Ia merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Wilayah Jawa Bagian Timur periode 2021-2022. Penetapan ini terkait dugaan suap dalam pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.

“Betul, dia sudah ditetapkan sebagai tersangka,” ujar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, kepada wartawan di Jakarta, Senin (3/2/2026).

Namun, KPK belum menahan Reza Maullana karena pihaknya masih memeriksa lebih lanjut kasus tersebut.

Awal Kasus dan OTT KPK

Kasus ini muncul pertama kali ketika KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) pada 11 April 2023 di Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Wilayah Jawa Bagian Tengah, yang kini bernama BTP Kelas I Semarang. Dalam OTT itu, KPK menahan sepuluh tersangka yang terbukti terlibat dugaan korupsi proyek pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api di Jawa, Sumatera, dan Sulawesi.

Perluasan Kasus dan Jumlah Tersangka

Seiring penyidikan berjalan, hingga 20 Januari 2026, KPK menahan 21 tersangka tambahan dan menetapkan dua korporasi sebagai tersangka. Kasus ini mencakup beberapa proyek penting, antara lain:

Ini Belum Selesai

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

  1. Pembangunan jalur ganda Solo Balapan-Kadipiro-Kalioso.
  2. Pembangunan jalur di Makassar, Sulawesi Selatan.
  3. Empat proyek konstruksi jalur kereta dan dua proyek supervisi di Lampegan, Cianjur, Jawa Barat.
  4. Perbaikan perlintasan sebidang di Jawa dan Sumatera.

Selain itu, KPK mencatat bahwa pihak terkait sering memenangkan tender melalui rekayasa.

Modus Operasi dan Kerugian Negara

Penyidik menemukan bahwa para pihak sengaja mengatur pemenang proyek secara terstruktur. Menurut sumber internal KPK, “Mereka memanipulasi proses administrasi hingga menentukan pemenang tender.” Akibatnya, negara mengalami kerugian besar, sementara persaingan usaha menjadi tidak sehat.

Praktik ini juga menunjukkan lemahnya pengawasan internal dan tingginya potensi penyalahgunaan wewenang.

Dampak bagi Publik

Korupsi proyek kereta api merugikan tidak hanya Kementerian Perhubungan, tetapi juga masyarakat. Infrastruktur yang dibangun dengan dana suap menimbulkan biaya tambahan, risiko kecelakaan, dan layanan kereta api yang tidak optimal. Oleh karena itu, dampak korupsi dirasakan secara luas oleh publik sehari-hari.

Refleksi dan Sindiran Publik

Kasus ini mengingatkan bahwa korupsi tidak hanya soal uang. Ketika pejabat menempatkan keuntungan pribadi di atas kepentingan masyarakat, rakyat menanggung biaya sosial dan ekonomi. Akhirnya, proyek yang seharusnya memudahkan perjalanan justru menjadi sumber perselisihan hukum dan kerugian negara. @dimas

Tags: BerantasIntegritasKereta ApiKorupsi di IndonesiaKPKKriminal & HukumPejabatproyekSosial & Publiksuaptransparansi

Kamu Melewatkan Ini

Drama Madiun Belum Tuntas: Giliran Bagus Panuntun Diperiksa KPK

Drama Madiun Belum Tuntas: Giliran Bagus Panuntun Diperiksa KPK

by Tabooo
Mei 11, 2026

Bagus Panuntun diperiksa KPK sebagai saksi dalam kasus dugaan pemerasan yang menyeret Wali Kota Madiun nonaktif, Maidi. Dari luar, ini...

Konsep Otomatis

Pemerintah Madiun dalam Sorotan KPK: Ketika Sistem Terlalu Lama Dibiarkan

by jeje
Mei 11, 2026

Di Kota Madiun, cerita itu seperti membuka bab baru dari buku lama. Sebab, kasus yang kini menyeret sejumlah nama di...

Video Bea Cukai: Fakta atau Framing yang Keburu Meledak?

Video Bea Cukai: Fakta atau Framing yang Keburu Meledak?

by teguh
Mei 9, 2026

Video berdurasi 22 detik memicu gelombang opini di media sosial. Dua petugas berseragam Bea Cukai mendatangi Warung Madura pada malam...

Next Post
Buron e-KTP Gugat Lagi, KPK Pastikan Ekstradisi Paulus Tannos Jalan Terus

Buron e-KTP Gugat Lagi, KPK Pastikan Ekstradisi Paulus Tannos Jalan Terus

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Mei 13, 2026

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Mei 13, 2026

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id