Sabtu, Agustus 22, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

KPK Tetapkan Reza Maullana Sebagai Tersangka Suap Proyek Kereta Api

by dimas
Februari 3, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Reza Maullana Maghribi (RM) sebagai tersangka. Ia merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Wilayah Jawa Bagian Timur periode 2021-2022. Penetapan ini terkait dugaan suap dalam pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.

“Betul, dia sudah ditetapkan sebagai tersangka,” ujar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, kepada wartawan di Jakarta, Senin (3/2/2026).

Namun, KPK belum menahan Reza Maullana karena pihaknya masih memeriksa lebih lanjut kasus tersebut.

Awal Kasus dan OTT KPK

Kasus ini muncul pertama kali ketika KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) pada 11 April 2023 di Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Wilayah Jawa Bagian Tengah, yang kini bernama BTP Kelas I Semarang. Dalam OTT itu, KPK menahan sepuluh tersangka yang terbukti terlibat dugaan korupsi proyek pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api di Jawa, Sumatera, dan Sulawesi.

Perluasan Kasus dan Jumlah Tersangka

Seiring penyidikan berjalan, hingga 20 Januari 2026, KPK menahan 21 tersangka tambahan dan menetapkan dua korporasi sebagai tersangka. Kasus ini mencakup beberapa proyek penting, antara lain:

Ini Belum Selesai

Relawan Gugur Antar Bantuan Gempa NTT, Siapa Melindungi Mereka?

11 Desa, 21.171 Jiwa, Bantuan Terbatas: Camat Manggarai Protes

  1. Pembangunan jalur ganda Solo Balapan-Kadipiro-Kalioso.
  2. Pembangunan jalur di Makassar, Sulawesi Selatan.
  3. Empat proyek konstruksi jalur kereta dan dua proyek supervisi di Lampegan, Cianjur, Jawa Barat.
  4. Perbaikan perlintasan sebidang di Jawa dan Sumatera.

Selain itu, KPK mencatat bahwa pihak terkait sering memenangkan tender melalui rekayasa.

Modus Operasi dan Kerugian Negara

Penyidik menemukan bahwa para pihak sengaja mengatur pemenang proyek secara terstruktur. Menurut sumber internal KPK, “Mereka memanipulasi proses administrasi hingga menentukan pemenang tender.” Akibatnya, negara mengalami kerugian besar, sementara persaingan usaha menjadi tidak sehat.

Praktik ini juga menunjukkan lemahnya pengawasan internal dan tingginya potensi penyalahgunaan wewenang.

Dampak bagi Publik

Korupsi proyek kereta api merugikan tidak hanya Kementerian Perhubungan, tetapi juga masyarakat. Infrastruktur yang dibangun dengan dana suap menimbulkan biaya tambahan, risiko kecelakaan, dan layanan kereta api yang tidak optimal. Oleh karena itu, dampak korupsi dirasakan secara luas oleh publik sehari-hari.

Refleksi dan Sindiran Publik

Kasus ini mengingatkan bahwa korupsi tidak hanya soal uang. Ketika pejabat menempatkan keuntungan pribadi di atas kepentingan masyarakat, rakyat menanggung biaya sosial dan ekonomi. Akhirnya, proyek yang seharusnya memudahkan perjalanan justru menjadi sumber perselisihan hukum dan kerugian negara. @dimas

Tags: BerantasIntegritasKereta ApiKorupsi di IndonesiaKPKKriminal & HukumPejabatproyekSosial & Publiksuaptransparansi

Kamu Melewatkan Ini

Masuk Kampus Ada Jalurnya. Masuk KPK Juga Ternyata Ada Jalurnya

Masuk Kampus Ada Jalurnya. Masuk KPK Juga Ternyata Ada Jalurnya

by teguh
Agustus 21, 2026

Masuk kampus punya jalur. Ada jalur prestasi, jalur tes, sampai jalur mandiri. Namun, Kamis, 20/08/2026, publik melihat jalur lain di...

OTT KPK di Unsoed, Gerbang Kampus Diduga Jadi Ruang Transaksi

OTT KPK di Unsoed, Gerbang Kampus Diduga Jadi Ruang Transaksi

by dimas
Agustus 21, 2026

KPK menangkap sejumlah pejabat Unsoed dalam OTT terkait dugaan transaksi penerimaan mahasiswa baru. Kasus ini menjadi OTT ke-19 KPK sepanjang...

Surakarta Sedang Mengatur Miras atau Sedang Mengatur Moral?

Surakarta Sedang Mengatur Miras atau Sedang Mengatur Moral?

by teguh
Agustus 4, 2026

Suasana Balai Kota Surakarta, Selasa, 04/08/2026, tidak dipenuhi teriakan ataupun aksi demonstrasi. Sekitar 30 perwakilan organisasi masyarakat Islam, tokoh agama,...

Next Post
Buron e-KTP Gugat Lagi, KPK Pastikan Ekstradisi Paulus Tannos Jalan Terus

Buron e-KTP Gugat Lagi, KPK Pastikan Ekstradisi Paulus Tannos Jalan Terus

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id