Selasa, Oktober 20, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Iran Buka Peluang Negosiasi Nuklir dengan AS, Minta Sanksi Dicabut

by eko
Februari 2, 2026
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: News – Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, Minggu (1/2/26), membuka peluang perundingan nuklir yang “bermakna” dengan Amerika Serikat. Ia menegaskan satu syarat utama: kedua negara harus memulihkan rasa saling percaya.

Dalam wawancara dengan CNN International, Araghchi menekankan bahwa ia tidak mengkhawatirkan perang. Ia justru mencemaskan salah perhitungan akibat informasi keliru dan dorongan pihak luar yang bisa menyeret Washington ke konflik terbuka. Ia menyampaikan pesan yang jelas: Iran siap berbicara, tetapi tidak ingin diprovokasi.

Percaya Dulu, Baru Melangkah

Araghchi mengakui Iran kehilangan kepercayaan terhadap AS sebagai mitra perundingan. Meski begitu, ia menyebut sejumlah negara kawasan aktif menjembatani komunikasi kedua pihak. Ia menilai pertukaran pesan tersebut berjalan produktif dan bisa membuka jalan menuju pembicaraan yang lebih substantif.

Menurutnya, para pihak harus fokus pada isi perundingan, bukan pada bentuk atau salurannya. Ia tidak mempermasalahkan apakah kedua negara berkomunikasi secara langsung atau melalui perantara.

Araghchi juga menyatakan Teheran sejalan dengan tujuan Presiden AS Donald Trump untuk mencegah kepemilikan senjata nuklir oleh Iran. Ia membuka kemungkinan pembicaraan lanjutan jika tim perunding AS mengikuti komitmen yang Trump sampaikan, yakni mencapai kesepakatan yang adil dan setara.

Ini Belum Selesai

Disdikpora DIY Imbau Siswa Tak Ikut Demo, UMY Izinkan Mahasiswa Turun ke Jalan

Dua Tahun Prabowo–Gibran, 9.505 Personel Disiagakan: Hak Aspirasi Tetap Prioritas?

Sebagai imbalannya, Iran menuntut pencabutan sanksi ekonomi yang selama ini menekan negaranya.

Iran Tegaskan Batasan

Araghchi menolak perluasan agenda perundingan ke isu program rudal balistik dan jaringan sekutu regional Iran. Ia meminta para perunding tidak memaksakan pembahasan atas hal-hal yang mustahil disepakati.

Dengan sikap itu, Iran menunjukkan fleksibilitas di isu nuklir, tetapi tetap menjaga garis merah pada aspek pertahanan dan pengaruh regional.

Risiko Perang Tak Akan Lokal

Saat membahas kemungkinan konflik militer dengan AS, Araghchi menyampaikan peringatan tegas. Ia menyebut perang sebagai bencana bagi semua pihak.

Ia mengingatkan bahwa AS menempatkan pangkalan militernya di berbagai negara Timur Tengah. Jika perang pecah, konflik hampir pasti melibatkan lebih banyak negara dan memperluas dampaknya ke seluruh kawasan.

Araghchi menambahkan bahwa Iran mempelajari konflik sebelumnya dengan Israel dan menguji kemampuan rudalnya dalam pertempuran nyata. Ia menyatakan negaranya kini lebih siap. Namun ia menegaskan kesiapan itu bertujuan untuk mencegah perang, bukan memicunya.

Soal Tahanan dan Tekanan Global

Menanggapi kekhawatiran Trump tentang tahanan di Iran, Araghchi membantah adanya rencana pelaksanaan hukuman mati terkait kerusuhan terbaru. Ia memastikan pemerintah Iran menghormati dan menjamin hak setiap orang yang ditangkap.

Pernyataan itu berusaha meredakan tekanan internasional yang kerap muncul dalam isu hak asasi manusia.

Siapa Untung, Siapa Buntung?

Jika kedua negara mencapai kesepakatan dan AS mencabut sanksi, Iran akan memperoleh manfaat ekonomi besar. Pemerintahnya bisa meningkatkan ekspor minyak, memperkuat nilai mata uang, dan menstabilkan kondisi domestik.

AS juga bisa mengklaim keberhasilan diplomasi tanpa harus mengirim pasukan. Stabilitas kawasan akan membantu menjaga harga energi global tetap terkendali.

Sebaliknya, jika negosiasi gagal dan konflik meletus, masyarakat Timur Tengah akan menanggung risiko terbesar. Harga energi bisa melonjak, jalur perdagangan terganggu, dan ketegangan regional meningkat. Warga Amerika pun berpotensi merasakan dampak ekonomi dan politiknya.

Kini diplomasi masih bergerak, meski perlahan. Para pemimpin memegang pilihan di tangan mereka: memperkuat kepercayaan dan meredakan ketegangan, atau membiarkan kecurigaan berubah menjadi krisis. Di kawasan yang mudah terbakar, satu keputusan keliru bisa menyalakan api yang sulit dipadamkan. @eko

Tags: Donald TrumpKeamanan NegaraNegosiasiNuklirPerang IranPerdamaianSelat Hormuz

Kamu Melewatkan Ini

Roadmap Damai Gaza: Netanyahu Ajukan Syarat Sendiri

Roadmap Damai Gaza: Netanyahu Ajukan Syarat Sendiri

by Tabooo
Agustus 17, 2026

Washington ingin roadmap damai Gaza bergerak. Netanyahu punya syarat berbeda: Hamas harus dilucuti sepenuhnya sebelum pasukan Israel mundur.

Drama Awak Kapal Pertamina Di Tengah Perang Yang Tak Terlihat

Drama Awak Kapal Pertamina Di Tengah Perang Yang Tak Terlihat

by teguh
Juli 10, 2026

Bagi dunia internasional, Selat Hormuz mungkin hanya terlihat sebagai garis kecil di peta geopolitik. Namun, bagi awak kapal Pertamina indonesia...

Dua Kapal Tangker Pertamina Keluar dari Drama Selat Hormuz

Dua Kapal Tangker Pertamina Keluar dari Drama Selat Hormuz

by teguh
Juli 10, 2026

Selat Hormuz kembali membuktikan satu hal dalam geopolitik, laut sempit bisa punya dampak selebar dunia. Dua kapal tanker milik PT...

Next Post
Indonesia Akhiri Misi Maritim UNIFIL, TNI AL Tarik Kontingen dari Lebanon

Indonesia Akhiri Misi Maritim UNIFIL, TNI AL Tarik Kontingen dari Lebanon

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id