Rabu, Juni 10, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Iran Gelar Latihan Tembak di Selat Hormuz Ditengah Tekanan Militer AS

by dimas
Januari 31, 2026
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Gelombang ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali memuncak. Kedua negara bersiap menggelar latihan militer bersenjata di kawasan strategis Selat Hormuz, jalur pelayaran utama perdagangan minyak dunia. Tehran mengumumkan rencana latihan tembak langsung atau live-fire exercise pada 1 dan 2 Februari 2026. Washington menilai langkah ini berpotensi memicu insiden militer di kawasan.

Selat Hormuz bukan sekadar perairan sempit. Sekitar 20 persen minyak mentah dunia melintasi jalur ini setiap hari. Setiap gangguan di Hormuz berpeluang langsung mengguncang harga energi dan perekonomian global. Pengumuman Iran muncul hanya beberapa hari setelah AS lebih dulu mengumumkan latihan militernya di Timur Tengah. Banyak analis melihat dua agenda latihan ini sebagai sinyal eskalasi terbuka.

AS merespons cepat. Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) memperingatkan Garda Revolusi Iran (IRGC) agar menjalankan latihan secara aman dan profesional. Washington menuntut Iran tidak mengganggu kebebasan navigasi serta keselamatan kapal komersial dan militer. CENTCOM juga menegaskan komitmennya melindungi seluruh personel dan aset militer AS di kawasan.

Presiden AS Donald Trump ikut menaikkan tekanan. Melalui media sosial, ia menyebut Washington telah mengerahkan “armada besar” ke Timur Tengah. Trump juga mendorong Iran bernegosiasi untuk mencapai kesepakatan baru terkait pembatasan program nuklir. Namun, pemerintah AS belum merilis secara rinci lokasi dan jadwal pasti latihan militernya.

Tehran mengambil sikap berlawanan. Para pejabat Iran menolak seruan damai tanpa syarat. Mereka menegaskan kesiapan menghadapi segala bentuk agresi. Pemerintah Iran menyebut latihan militer sebagai bagian dari strategi pertahanan terhadap tekanan eksternal. Pernyataan ini muncul di tengah sorotan dunia terhadap situasi dalam negeri Iran, termasuk gelombang protes dan kritik internasional atas penanganannya.

Ini Belum Selesai

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

Chatib Basri Dipanggil ke Istana, Apakah Purbaya Akan Diganti?

Dampak yang Mulai Terasa

Ketegangan ini tidak berhenti di ranah politik dan militer. Pasar energi langsung bereaksi. Kekhawatiran investor mendorong harga minyak merangkak naik, bahkan sebelum latihan dimulai. Pelaku pasar memperhitungkan risiko terganggunya pasokan jika konflik pecah di Selat Hormuz.

Kenaikan harga minyak berpotensi menjalar ke berbagai sektor. Biaya bahan bakar, ongkos logistik, dan harga kebutuhan pokok bisa ikut terkerek. Negara-negara importir energi besar seperti Cina, India, dan kawasan Eropa menjadi pihak yang paling rentan.

Di tingkat regional, sejumlah negara Teluk Arab mulai menyuarakan keprihatinan. Riyadh, Doha, dan Ankara mendesak Iran dan AS menahan diri. Mereka khawatir eskalasi kecil sekalipun dapat berkembang menjadi konflik luas.

Bagi negara berkembang, stabilitas Selat Hormuz bukan sekadar isu geopolitik. Jalur ini menyangkut denyut ekonomi dan daya beli masyarakat.

Ancaman terhadap Keamanan Maritim

Selain harga energi, keselamatan pelayaran menjadi isu kritis. Kapal-kapal komersial dan tanker minyak menghadapi risiko tinggi saat latihan militer berlangsung. Peringatan Iran kepada semua kapal di Selat Hormuz menegaskan bahwa setiap kelalaian bisa berakibat fatal. Perusahaan asuransi maritim pun mulai menaikkan premi, menambah tekanan biaya bagi perdagangan global.

Refleksi di Tengah Ketegangan

Ketika Selat Hormuz berubah menjadi arena unjuk kekuatan, dunia kembali dihadapkan pada ironi lama. Para pemimpin saling memamerkan senjata atas nama stabilitas, sementara masyarakat global bersiap menanggung dampaknya. Pada akhirnya, yang paling cepat merasakan “getaran” konflik bukan para jenderal atau politisi, melainkan warga biasa yang harus membayar lebih mahal untuk energi dan kebutuhan hidup. @dimas

Tags: ASKeamanan NegaraMaritimMiliterPerang IranpertahananRevolusiSelat HormuzStrategiTimur Tengah

Kamu Melewatkan Ini

Dua Musuh, Satu Kepentingan

Dua Musuh, Satu Kepentingan

by dimas
Juni 7, 2026

Di balik ancaman dan negosiasi yang tak berujung, AS dan Iran ternyata terjebak dalam kepentingan yang sama: sama-sama membutuhkan lawannya...

Amerika Serikat Serang Iran Lagi: Perdamaian Tinggal Formalitas?

Amerika Serikat Serang Iran Lagi: Perdamaian Tinggal Formalitas?

by dimas
Mei 28, 2026

AS kembali menyerang Iran di Bandar Abbas saat negosiasi damai memanas. Selat Hormuz kini berubah jadi titik rawan konflik global....

Damai atau Jeda Perang? AS dan Iran Mulai Mainkan Narasi Baru

Damai atau Jeda Perang? AS dan Iran Mulai Mainkan Narasi Baru

by dimas
Mei 24, 2026

AS dan Iran menunjukkan sinyal damai baru. Namun di balik negosiasi dan pembukaan Selat Hormuz, dunia masih mencium ancaman konflik...

Next Post
Dari Saksi Biasa hingga Saksi Mahkota: Arah Baru Kasus OTT Maidi

Gelombang OTT Maidi: Kisah Saksi, Korupsi, dan Kekuasaan

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id