Tabooo.id: Nasional – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) akan menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pada 29–31 Januari 2026 di Makassar, Sulawesi Selatan. Rakernas mengangkat tema “PSI Rumah Bersama, Partai Terbuka, Bekerja Nyata Untuk Kebangsaan” untuk menegaskan PSI sebagai partai super terbuka (Tbk) yang inklusif bagi seluruh anak bangsa. Selain itu, tema ini juga menekankan keterbukaan PSI kepada semua kalangan.
PSI Ingin Jadi Rumah Semua Kader
Ketua Harian PSI, Ahmad Ali, menekankan bahwa tema Rakernas mencerminkan keterbukaan partai. “Kami ingin rumah bersama, politik terbuka, kerja nyata untuk Indonesia. PSI ini rumah untuk semua, bukan hanya satu kelompok,” ujarnya, Minggu (25/1/2026).
Selain itu, PSI akan mendengar masukan langsung dari pengamat dan peneliti selama Rakernas. Partai berlambang gajah ini juga akan menyusun strategi struktural untuk memenangkan agenda politiknya. Panitia memperkirakan 3.500–5.000 peserta dari seluruh Indonesia bakal hadir, sehingga forum ini sekaligus menjadi ajang konsolidasi nasional.
Jokowi Siap Beri Kuliah Umum
Ali menyatakan bahwa Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), akan hadir pada hari kedua Rakernas. Ia akan memberikan kuliah umum kepada kader PSI. Meski tema kuliah masih dirahasiakan, kehadiran Jokowi diprediksi meningkatkan citra partai dan menarik perhatian nasional.
PSI: Partai Super Terbuka (Tbk)
PSI kini resmi mengadopsi konsep Partai Super Terbuka (Tbk) yang pernah digaungkan Jokowi. Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, menegaskan bahwa partai ini bukan milik elite atau keluarga tertentu, melainkan milik seluruh kader. “Siapapun bisa memimpin partai ini selama kader ikut berpartisipasi dalam pemilihan,” ujar Kaesang.
Selain itu, PSI menekankan inklusivitas dan keterbukaan sebagai strategi untuk menjangkau semua kalangan masyarakat sekaligus memperkuat basis kader dan dukungan publik.
PSI sendiri, karena mendapatkan legitimasi politik dan perhatian media. Kader juga mendapat akses langsung ke pengambilan keputusan. Jokowi pun mendapat citra positif sebagai figur yang mendukung partai terbuka. Partai rival yang mungkin kehilangan sorotan publik sementara PSI memanfaatkan momentum Rakernas. Selain itu, warga yang berharap politik lebih fokus pada isu rakyat harus menonton drama elite politik ini.
Rakernas PSI bukan sekadar forum internal. Rakernas menjadi pertunjukan politik yang menyita perhatian nasional, dari Jokowi sampai kader akar rumput. Sekali lagi, Rakernas PSI menunjukkan kepada Indonesia bahwa politik terbuka memang terdengar mulia, tetapi kadang “rumah bersama” justru berubah menjadi arena pertunjukan gajah yang ramai. (red)





