Rabu, Mei 13, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Prabowo Temui Profesor Inggris, Siapkan 10 Kampus Kedokteran dan STEM

by sigit
Januari 22, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memanfaatkan lawatannya ke London bukan sekadar diplomasi seremonial. Di Lancaster House, Selasa (20/1/2026), Prabowo duduk satu meja dengan 24 profesor dari 24 universitas elite Inggris yang tergabung dalam Russell Group mulai dari Oxford, King’s College, Imperial College, hingga Edinburgh.

Lewat forum UK – Indonesia Education Roundtable, Prabowo langsung mengunci satu agenda utama pembangunan 10 kampus baru di Indonesia dengan standar internasional.

Target Jelas: Kedokteran dan STEM

Prabowo tak menyebar janji ke mana-mana. Ia menargetkan kampus-kampus baru itu fokus pada bidang kedokteran serta STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Bahasa pengantar yang akan digunakan pun bahasa Inggris, meniru standar universitas papan atas Inggris.

Langkah ini menunjukkan ambisi Indonesia untuk tidak lagi sekadar menjadi pasar pendidikan, tetapi ikut bermain di level global.

Bukan MoU, Tapi Kerja Nyata

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan, Presiden menginginkan kerja sama konkret, bukan tumpukan dokumen. Prabowo mendorong pertukaran mahasiswa dan dosen, sekaligus membuka peluang profesor Inggris mengajar langsung di kampus Indonesia.

Ini Belum Selesai

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Target akhirnya terang-terangan mendorong universitas Indonesia naik kelas dalam pemeringkatan dunia.

Krisis Dokter Jadi Alarm Keras

Di balik proyek besar itu, Prabowo membaca masalah lama yang tak kunjung selesai. Indonesia masih kekurangan sekitar 140 ribu dokter. Setiap tahun, perguruan tinggi hanya meluluskan sekitar 9.000 dokter, sementara angka pensiun terus meningkat.

Jika situasi ini terus berjalan, krisis tenaga medis bukan lagi ancaman masa depan, melainkan kenyataan harian.

Untuk menjawab krisis tersebut, 10 kampus baru akan memprioritaskan pendidikan kedokteran, kedokteran gigi, farmasi, serta sains dan teknologi. Pemerintah menargetkan mahasiswa terbaik sebagai peserta utama, membiayai mereka penuh, dan membekali mereka pelatihan bahasa Inggris intensif sebelum perkuliahan dimulai.

Negara ingin memastikan kualitas sejak pintu masuk, bukan sekadar mengejar angka kelulusan.

Rencana ini jelas menguntungkan generasi muda berprestasi yang selama ini terhambat biaya dan akses pendidikan kelas dunia. Sistem kesehatan nasional juga berpeluang bernapas lebih lega jika suplai dokter benar-benar bertambah.

Inggris pun tidak datang dengan tangan kosong. Pengaruh akademik dan jejaring pendidikannya di Asia Tenggara akan semakin menguat.

Namun, perguruan tinggi lokal yang enggan berbenah berisiko tertinggal. Jika kampus baru berdiri tanpa integrasi dan pengawasan ketat, label “standar internasional” bisa berubah menjadi slogan kosong.

Ujian Sesungguhnya Ada di Tanah Air

Pada akhirnya, janji kampus kelas dunia tidak akan diuji di aula Lancaster House. Publik akan menilainya di ruang kuliah, laboratorium, dan rumah sakit Indonesia.

Membangun universitas memang mudah di panggung pidato. Tantangan sesungguhnya memastikan lulusannya pulang, mengabdi, dan benar-benar hadir untuk rakyat. (red)

Tags: InggrisNasionalprabowopresidenSekretaris KabinetTeddy Indra Wijaya

Kamu Melewatkan Ini

Kenapa Kota Kita Makin Penuh Coffee Shop Tapi Miskin Ruang Dialog?

Kenapa Kota Kita Makin Penuh Coffee Shop Tapi Miskin Ruang Dialog?

by jeje
Mei 13, 2026

Di banyak kota, aroma kopi kini terasa lebih mudah ditemukan di coffee Shop daripada ruang bicara yang jujur. Sudut jalan...

Profil Dandhy Laksono: Jurnalis yang Memilih Bertanya Saat Banyak Orang Diam

Profil Dandhy Laksono: Jurnalis yang Memilih Bertanya Saat Banyak Orang Diam

by jeje
Mei 12, 2026

Dandhy Laksono kembali jadi sorotan. Bukan karena kontroversi biasa, tetapi karena film dokumenternya, Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita, memicu rasa...

Negara Bicara Pertumbuhan, Warung Kecil Bicara Cara Bertahan

Saat Negara Bicara Pertumbuhan, Warung Kecil Belum Selesai Bertahan

by jeje
Mei 9, 2026

Di tengah harga pangan yang terus naik, pedagang kecil mulai menghadapi dilema paling melelahkan: menaikkan harga jual dan kehilangan pelanggan,...

Next Post
KPK Geledah Rumah Wali Kota Madiun, Bawa Pulang Satu Koper Dokumen

KPK Geledah Rumah Wali Kota Madiun, Bawa Pulang Satu Koper Dokumen

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Mei 13, 2026

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Mei 12, 2026

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Mei 13, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id