Kamis, Juli 30, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Prabowo Bidik Kampus Elite Inggris, Pendidikan Indonesia Digeber?

by Anisa
Januari 21, 2026
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mulai menekan gas di sektor pendidikan. Dalam kunjungan kerjanya ke Inggris, Prabowo menjajaki kerja sama dengan sejumlah universitas papan atas yang tergabung dalam Russell Group, klub elite kampus riset Inggris yang isinya bukan kaleng-kaleng Oxford, Cambridge, LSE, hingga Imperial College London.

Di London, Prabowo blak-blakan. Sejumlah kampus Russell Group, kata dia, sebenarnya sudah lebih dulu “menjejak” Indonesia lewat kerja sama dengan universitas besar seperti UI dan UGM, bahkan ada yang membuka aktivitas akademik di Singosari dan Bandung. Pemerintah mengarahkan kerja sama ini langsung ke sektor digital, teknologi, dan bidang strategis yang selama ini masih jadi pekerjaan rumah Indonesia.

“Jadi kita ingin mempercepat, kita ingin mengejar,” ujar Prabowo. Targetnya ambisius tapi lugas pendidikan Indonesia harus sejajar dengan yang terbaik di dunia.

Kampus Asing Masuk, Standar Naik?

Russell Group dikenal sebagai tulang punggung riset nasional Inggris. Dari 24 universitas anggotanya, sebagian besar menjadi rujukan global dalam sains, teknologi, kebijakan publik, hingga kedokteran. Pemerintah Indonesia melihat ini sebagai jalan pintas untuk mengejar ketertinggalan, terutama di sektor teknologi tinggi dan medis.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan, salah satu opsi yang dijajaki adalah pembukaan kampus langsung di Indonesia. Artinya, bukan cuma pertukaran dosen atau riset, tapi kehadiran fisik institusi asing di tanah air.

Ini Belum Selesai

Haul Ki Ageng Tarub: Perkuat Budaya dan Wisata Religi

OTT Bupati Pemalang, KPK Kembali Bongkar Korupsi Kepala Daerah

Bagi mahasiswa dan dunia akademik, ini bisa jadi angin segar. Akses ke kurikulum kelas dunia tanpa harus ke luar negeri jelas menguntungkan. Industri ikut menikmati dampaknya: tenaga kerja menjadi lebih siap, riset semakin tajam, dan inovasi melaju lebih cepat.

Tapi Tak Semua Tersenyum

Namun, di balik ambisi besar itu, ada pihak yang perlu waspada. Perguruan tinggi lokal kelas menengah dan kecil bisa tertekan jika tak segera berbenah. Persaingan dosen, mahasiswa unggulan, hingga pendanaan riset bisa makin ketat. Belum lagi soal biaya pendidikan apakah kampus asing ini akan membuka akses luas, atau sengaja mematok harga tinggi agar hanya segelintir orang yang bisa masuk?

Pemerintah meraup keuntungan politik karena agenda peningkatan kualitas SDM kini tampil di panggung global. Inggris pun jelas tak rugi ekspansi pendidikan adalah bisnis sekaligus diplomasi lunak.

Pendidikan Dikebut, PR Tak Boleh Dilupakan

Kerja sama internasional memang penting, tapi tantangan lama tetap ada pemerataan akses, kualitas guru, dan kesiapan regulasi. Kampus kelas dunia tak otomatis melahirkan SDM kelas dunia jika fondasi di dalam negeri masih timpang.

Indonesia tampaknya sedang berlari mengejar ketertinggalan. Pertanyaannya sederhana tapi menohok kita sedang menyiapkan lompatan besar, atau hanya menambah gedung megah tanpa memperbaiki lantai dasarnya? (red)

Tags: InggrisPendidikanprabowoPrabowo Subiantopresidenri

Kamu Melewatkan Ini

Londo Ireng: Ketika Sejarah Menjadi Senjata Politik

Londo Ireng: Ketika Sejarah Menjadi Senjata Politik

by eko
Juli 28, 2026

Istilah Londo Ireng kembali viral setelah disebut Presiden Prabowo Subianto. Di balik polemiknya, tersimpan sejarah panjang tentang tentara Afrika di...

Londo Ireng dan Demokrasi: Saat Kritik Mulai Dipandang sebagai Ancaman

Londo Ireng dan Demokrasi: Saat Kritik Mulai Dipandang sebagai Ancaman

by eko
Juli 28, 2026

Ucapan Presiden Prabowo yang menyebut wartawan "Londo Ireng" memicu aksi protes jurnalis di Solo. Peristiwa ini memunculkan perdebatan tentang kebebasan...

‘Jurnalis Bukan Londo Ireng’, Insan Pers Solo Gelar Aksi Bela Kebebasan Pers

“Jurnalis Bukan Londo Ireng”, Insan Pers Solo Gelar Aksi Bela Kebebasan Pers

by jeje
Juli 28, 2026

Puluhan jurnalis dari berbagai organisasi profesi di Solo Raya turun ke jalan, Selasa (28/7/2026). Mereka menuntut Presiden Prabowo Subianto meminta...

Next Post
Janice Tjen Bikin Geger Melbourne, Unggulan Kanada Tumbang

Janice Tjen Bikin Geger Melbourne, Unggulan Kanada Tumbang

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id