Kamis, Juni 11, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

RUU Siber Sudah Di Meja Presiden, Negara Mengunci Ruang Digital

by teguh
Januari 21, 2026
in Nasional
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Pemerintah mempercepat langkah di tengah meningkatnya ancaman siber. Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Nugroho Sulistyo Budi memastikan Rancangan Undang-undang Keamanan dan Ketahanan Siber (RUU KKS) kini berada di tangan Menteri Sekretaris Negara. Dari titik ini, Presiden Prabowo Subianto memegang keputusan akhir.

Nugroho menyampaikan perkembangan tersebut saat Rapat Kerja bersama Komisi I DPR, Selasa (20/01/2026). Ia menegaskan pemerintah segera meminta persetujuan presiden sebelum mengirim surat presiden (surpres) ke DPR. Dengan langkah itu, pembahasan RUU KKS akan resmi dimulai.

Dorongan ini muncul karena ancaman siber terus meningkat. Serangan digital kini tidak hanya menyasar data pribadi, tetapi juga mengincar infrastruktur strategis negara, layanan publik, dan sistem ekonomi digital.

Anggaran Disiapkan, Regulasi Dipercepat

Selain mendorong legislasi, pemerintah juga menggelontorkan anggaran besar. Dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2026, BSSN mengelola anggaran Rp410,73 miliar. Pemerintah mengarahkan sebagian dana tersebut untuk mengawal pembahasan RUU KKS secara intensif.

Nugroho menjelaskan bahwa BSSN telah menyiapkan fondasi regulasi sejak 2025. Lembaganya menyerahkan draf RUU KKS beserta kajian ke Kementerian Hukum dan HAM. Selanjutnya, pemerintah membahas draf tersebut melalui Panitia Antar Kementerian sebanyak delapan kali.

Ini Belum Selesai

Harga Pertamax Melonjak, Dompet Rakyat Kian Tercekik

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

Setelah itu, pemerintah membuka ruang harmonisasi, konsultasi publik, dan uji publik. Hingga Desember 2025, seluruh pemangku kepentingan utama memberikan persetujuan. Menteri Hukum dan HAM, Menteri Komunikasi dan Digital, Kapolri, Jaksa Agung, hingga Kepala BSSN ikut membubuhkan paraf.

Negara Diuntungkan, Publik Tetap Mengawasi

Bagi negara, RUU KKS menawarkan alat hukum yang lebih tegas. Aturan ini akan memperjelas kewenangan lembaga, mempercepat respons insiden siber, dan memperkuat perlindungan infrastruktur digital nasional.

Sektor industri digital juga berpotensi meraih manfaat. Kepastian hukum dapat meningkatkan kepercayaan investor sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi digital nasional.

Namun, masyarakat sipil tetap menyimpan kekhawatiran. Regulasi keamanan siber yang terlalu luas berisiko membuka ruang pengawasan berlebihan. Karena itu, pemerintah menekankan pentingnya sinkronisasi RUU KKS dengan UU ITE, UU Perlindungan Data Pribadi, serta regulasi digital lainnya.

Asisten Deputi Kemenko Polkam, Marsma TNI Budi Eko, menegaskan keamanan siber sebagai fondasi kedaulatan digital. Ia mendorong pemerintah bergerak cepat, terkoordinasi, dan berpihak pada kepentingan nasional.

Kini, keputusan berada di tangan Presiden. Pilihannya jelas menjadikan RUU KKS sebagai perisai bersama di ruang digital, atau membuka babak baru perdebatan tentang batas antara keamanan negara dan kebebasan warga. @teguh

Tags: KapolriMenkomdigipresidenRuang DigitalRUUSiberSosial & PublikStrategis

Kamu Melewatkan Ini

UU Polri Baru: Reformasi, Regenerasi, atau Konsolidasi Kekuasaan?

UU Polri Baru: Reformasi, Regenerasi, atau Konsolidasi Kekuasaan?

by Tabooo
Juni 10, 2026

UU Polri baru tidak hanya mengubah batas usia pensiun. Aturan ini juga membuka pertanyaan besar soal regenerasi, kewenangan digital, ruang...

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

by jeje
Mei 24, 2026

Lucu, ya. Kita hidup di zaman ketika semua orang tampak marah. Timeline penuh kritik. Warung kopi berubah jadi ruang debat...

Socrates Tidak Mati, Kita yang Berhenti Bertanya

Filsafat Socrates: Mengapa Berpikir Kritis Semakin Langka di Era Digital

by jeje
Mei 22, 2026

Ada sesuatu yang terasa janggal di zaman ini. Informasi datang tanpa henti. Namun, manusia justru semakin sulit membedakan mana pengetahuan...

Next Post
DEEP: Maidi dan Bayangan Kekuasaan, Dari Janji Publik ke OTT KPK

DEEP: Maidi dan Bayangan Kekuasaan, Dari Janji Publik ke OTT KPK

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id