Minggu, Juni 21, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Israel Hancurkan Markas UNRWA di Yerusalem Timur

by dimas
Januari 21, 2026
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Israel mulai merobohkan gedung-gedung di dalam kompleks markas besar Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) di Yerusalem Timur yang diduduki. Pemerintah sayap kanan Israel menjalankan langkah ini bersamaan dengan kebijakan pengetatan terhadap organisasi kemanusiaan yang selama ini menyalurkan bantuan vital bagi warga Palestina, terutama di Jalur Gaza.

Pada Selasa (20/1/2026), UNRWA menyatakan pasukan Israel menyita peralatan kerja staf dan memaksa mereka meninggalkan kantor di kawasan Sheikh Jarrah. Badan PBB tersebut menilai tindakan ini sebagai serangan langsung terhadap sistem kemanusiaan internasional.

“Israel tidak hanya menyerang UNRWA dan gedungnya. Mereka juga melanggar hukum internasional serta hak istimewa dan kekebalan Perserikatan Bangsa-Bangsa,” tegas UNRWA dalam pernyataan resminya.

Operasi Militer Disertai Buldoser dan Pejabat Politik

Pasukan Israel datang ke kompleks UNRWA dengan kendaraan militer dan buldoser berat. Mereka menutup akses jalan di sekeliling area, meningkatkan kehadiran militer, lalu mulai menghancurkan bangunan di dalam kompleks. Kantor berita Palestina Wafa melaporkan operasi tersebut berlangsung cepat dan terkoordinasi.

Kepala UNRWA Philippe Lazzarini menyebut sejumlah anggota parlemen dan pejabat pemerintah Israel ikut hadir di lokasi. Ia menilai kehadiran mereka menunjukkan bahwa penghancuran markas UNRWA merupakan bagian dari keputusan politik yang terencana.

Ini Belum Selesai

English Fun Holiday Winongo Hadirkan Liburan Edukatif untuk Anak

MBG Libur Sekolah, Anak Tenang, Pengusaha Kepanasan

“Israel terus mengambil langkah sistematis untuk menghapus identitas Pengungsi Palestina,” ujar Lazzarini.

Ia juga memperingatkan dampak global dari tindakan tersebut.

“Apa yang terjadi pada UNRWA hari ini bisa menimpa organisasi internasional atau misi diplomatik lain di masa depan.” tegasnya.

Israel Klaim Penegakan Hukum Nasional

Pemerintah Israel membela penghancuran markas UNRWA dengan alasan penegakan undang-undang baru. Kementerian Luar Negeri Israel menyebut pembongkaran tersebut sebagai pelaksanaan aturan yang melarang UNRWA beroperasi di wilayah yang mereka kuasai.

Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir bahkan menyebut momen itu sebagai “hari bersejarah”. Ia mengaku mendampingi kru yang memasuki kompleks UNRWA.

Selama ini, Israel menuduh UNRWA berpihak pada Palestina dan mengaitkannya dengan Hamas. Namun, pemerintah Israel tidak pernah menyampaikan bukti konkret atas tuduhan tersebut. UNRWA secara konsisten membantah semua klaim itu.

Bantuan Kemanusiaan Semakin Terhimpit

Penghancuran markas UNRWA memperburuk krisis kemanusiaan yang sudah parah di Gaza dan wilayah Palestina lainnya. Dalam beberapa pekan terakhir, Israel mencabut izin operasional 37 organisasi bantuan internasional yang bekerja di Gaza dan Tepi Barat yang diduduki. Daftar tersebut mencakup Dokter Tanpa Batas (MSF) dan Dewan Pengungsi Norwegia.

Pemerintah Israel mewajibkan lembaga internasional menyerahkan data rinci tentang staf, pendanaan, dan kegiatan operasional mereka. Banyak organisasi menilai aturan ini menghambat kerja kemanusiaan dan meningkatkan risiko bagi pekerja lapangan.

Dari Ramallah, jurnalis Al Jazeera Nida Ibrahim menyebut kebijakan ini sebagai bagian dari pola penindasan yang berkelanjutan.

“Israel menindak warga Palestina di Gaza selama berbulan-bulan, lalu secara bersamaan membatasi lembaga yang berusaha memberi bantuan penyelamatan jiwa,” ujarnya.

Kamp Pengungsi dan Simbol Identitas

Ibrahim juga menyoroti operasi militer Israel di kamp-kamp pengungsi Palestina, termasuk di Hebron. Pasukan Israel menghancurkan rumah dan jalan, sekaligus mengubah wajah kamp pengungsi yang selama ini menjadi simbol identitas Palestina.

“Banyak orang melihat tindakan ini sebagai upaya menghapus makna kamp pengungsi hak Palestina untuk kembali ke tanah yang mereka tinggalkan,” ujar Ibrahim.

Israel menjalankan operasi ini menjelang peringatan satu tahun serangan besar terhadap tiga kamp pengungsi Palestina, yang sebelumnya memicu kecaman luas dari komunitas internasional.

PBB Dorong Jalur Hukum Internasional

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres memperingatkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bahwa PBB dapat membawa Israel ke Mahkamah Internasional. Dalam surat tertanggal 8 Januari, Guterres menuntut Israel mencabut undang-undang yang menargetkan UNRWA dan mengembalikan seluruh aset serta properti yang disita.

“Perserikatan Bangsa-Bangsa tidak bisa diam terhadap tindakan yang secara langsung melanggar kewajiban Israel berdasarkan hukum internasional,” tulis Guterres.

Parlemen Israel mengesahkan undang-undang pelarangan UNRWA pada Oktober 2024. Bulan lalu, Israel memperluas aturan tersebut dengan melarang pasokan listrik dan air ke fasilitas UNRWA. Otoritas Israel juga menyita kantor UNRWA di Yerusalem Timur.

PBB tetap memandang Yerusalem Timur sebagai wilayah pendudukan, sementara Israel mengklaim seluruh Yerusalem sebagai bagian dari kedaulatannya.

Puing dan Pertanyaan Global

Bagi warga Palestina, penghancuran markas UNRWA langsung berdampak pada akses pangan, layanan kesehatan, dan pendidikan. Ketika kantor kemanusiaan runtuh oleh buldoser, warga sipil kehilangan lebih dari sekadar bangunan mereka kehilangan jalur hidup.

Di tengah puing-puing Yerusalem Timur, dunia kembali diuji apakah hukum internasional masih memiliki daya paksa, atau justru ikut runtuh bersama gedung-gedung kemanusiaan yang seharusnya dilindungi. @dimas

Tags: BantuanGazaInternasionalIsraelKemanusiaanKonflik DuniaKriminal & HukumPalestinapengungsiTimur Tengah

Kamu Melewatkan Ini

Memuliakan Kekuasaan atau Memuliakan Manusia?

Memuliakan Kekuasaan atau Memuliakan Manusia?

by dimas
Juni 21, 2026

Memuliakan kekuasaan atau memuliakan manusia? Ketika rakyat merasa terabaikan, kontrak sosial mulai retak, kepercayaan publik memudar, dan demokrasi kehilangan fondasi...

Dua Musuh, Satu Kepentingan

Dua Musuh, Satu Kepentingan

by dimas
Juni 7, 2026

Di balik ancaman dan negosiasi yang tak berujung, AS dan Iran ternyata terjebak dalam kepentingan yang sama: sama-sama membutuhkan lawannya...

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

by jeje
Mei 24, 2026

Lucu, ya. Kita hidup di zaman ketika semua orang tampak marah. Timeline penuh kritik. Warung kopi berubah jadi ruang debat...

Next Post
Si Moko Madiun: Bebek Empuk, Sambal Bebas dan Suasana Hangat

Si Moko Madiun: Bebek Empuk, Sambal Bebas dan Suasana Hangat

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id