Kamis, Mei 14, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Salah Timing, Bukan Salah Orang: Makna Lagu Waktu yang Salah

by eko
Mei 8, 2026
in Culture, Musik
A A
Home Culture
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Entertainment – Pernah nggak sih kamu merasa hidup ini jahat tapi elegan? Terutama urusan cinta. Kita sudah siap, sudah jatuh, sudah berharap. Namun semesta malah nyengir sambil bilang, “Maaf, waktunya salah.” Di titik itulah lagu “Waktu yang Salah” karya Fiersa Besari menampar pelan tanpa suara keras, tapi nyeseknya tahan lama.

Lagu ini tidak cuma jadi teman hujan atau playlist galau pukul dua pagi. Banyak pendengar menjadikannya pengakuan kolektif tentang rasa tulus yang datang di momen keliru.

Lagu yang Terlalu Jujur untuk Didengarkan Sambil Santai

Fiersa Besari merilis “Waktu yang Salah” lewat album 11:11 pada 2018. Sejak itu, lagu ini langsung menancap di hati pendengarnya. Liriknya sederhana, aransemennya minim, dan vokalnya terasa dekat seolah Fiersa memilih bicara jujur ketimbang sekadar menghibur.

Alih-alih menjual cinta ala film romantis, Fiersa menyuguhkan kenyataan. Tidak ada adegan kejar-kejaran di bandara. Tidak ada hujan deras yang diiringi teriakan nama. Lagu ini justru memotret rasa pahit saat seseorang mencintai orang lain yang tak bisa ia miliki sekarang. Bahkan, mungkin selamanya.

Cerita di lagu ini juga bukan soal cinta sepihak. Di situlah letak lukanya. Dua orang saling rasa, tetapi keadaan memaksa mereka saling mengalah.

Ini Belum Selesai

Kenapa Kucumbu Tubuh Indahku Membuat Banyak Orang Tidak Nyaman?

Amir Syarifuddin: Tokoh Komunis yang Membawa Injil saat Eksekusi

Ketika Cinta Kalah oleh Kalender dan Kondisi

Kekuatan utama lagu ini muncul dari keberaniannya meruntuhkan mitos lama: cinta selalu cukup. Banyak orang percaya bahwa rasa sayang bisa mengalahkan segalanya. Kenyataannya, hidup tidak sesederhana caption Instagram.

Pekerjaan menuntut fokus. Jarak menggerus kelekatan. Trauma lama ikut nimbrung. Status menggantung tanpa kepastian. Masa lalu pun sering muncul tanpa undangan. Semua faktor itu kerap berbicara lebih keras daripada rasa cinta.

Lewat lagu ini, Fiersa seakan menyampaikan satu pesan tegas: kedewasaan tidak selalu soal bertahan. Kadang, orang justru perlu tahu kapan harus merelakan. Bukan karena rasa kurang besar, melainkan karena cinta yang sehat paham batas.

Ironisnya, di era serba cepat saat semua orang bisa saling chat kapan saja lagu ini terasa makin relevan. Banyak hubungan tumbuh kilat, lalu runtuh karena kesiapan emosional tidak sejalan. Kita sering jatuh cinta lebih dulu, lalu lupa bertanya: “Gue sudah siap belum, ya?”

Galau sebagai Proses Pendewasaan

Lewat “Waktu yang Salah”, Fiersa mengingatkan pendengarnya bahwa galau bukan tanda kelemahan. Galau adalah proses. Dari sana, seseorang belajar menerima bahwa tidak semua keinginan harus berujung kepemilikan.

Lagu ini juga tidak mengajak siapa pun menyalahkan keadaan atau memainkan peran korban. Sebaliknya, ia menawarkan sikap berdamai. Di situlah letak kedewasaannya.

Saat budaya pop gemar memuja toxic love dan drama berlebihan, lagu ini hadir sebagai penyeimbang. Cinta tidak harus ribut. Tidak harus posesif. Terkadang, cinta memilih pergi pelan-pelan dengan cara yang elegan.

Jadi, Pernah di Posisi Itu?

Mungkin kamu pernah datang terlalu cepat. Atau terlalu lambat. Bisa juga datang tepat waktu, tapi ke orang yang salah. “Waktu yang Salah” memang tidak menawarkan solusi instan. Namun, lagu ini memberi pengertian: kamu tidak sendirian.

Barangkali, setelah memutar lagu ini berulang kali, kamu sampai pada satu kesimpulan sederhana tapi berat—mencintai juga berarti tahu kapan berhenti.

Sekarang giliran kamu. Pernah mencintai di waktu yang salah, atau baru sadar setelah lagu ini menemani malam panjangmu? Yuk, diskusi.@eko

Tags: EntertainmentLagu Indonesiamakna laguMusik

Kamu Melewatkan Ini

Kritikus dan Fans Mortal Kombat II Bisa Sebegitu Beda? Film Harus Pintar atau Seru?

Kritikus dan Fans Mortal Kombat II Bisa Sebegitu Beda? Film Harus Pintar atau Seru?

by teguh
Mei 11, 2026

Kalau sebuah film dapat nilai “lumayan” dari kritikus tapi dipuja fans sampai susah move on, siapa yang sebenarnya benar? Pertanyaan...

Mortal Kombat II Dipuji Fans, Dihajar Kritikus: Film Buruk atau Fan yang Jujur?

Mortal Kombat II Dipuji Fans, Dihajar Kritikus: Film Buruk atau Fan yang Jujur?

by teguh
Mei 11, 2026

Kalau satu film seperti Mortal Kombat II bikin kritikus mengeluh tapi fans malah tepuk tangan, siapa yang sebenarnya paling benar...

Salmokji: Mengubah Tempat Nyata Jadi Destinasi Viral

Salmokji: Mengubah Tempat Nyata Jadi Destinasi Viral

by Naysa
Mei 11, 2026

Salmokji membuktikan bahwa film horor tidak selalu selesai saat kredit muncul. Setelah Salmokji: Whispering Water viral, tempat nyata di balik...

Next Post
Dugaan Penyalahgunaan Dana KIP Kuliah Terkuak di Kebumen

Dugaan Penyalahgunaan Dana KIP Kuliah Terkuak di Kebumen

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Mei 13, 2026

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Mei 13, 2026

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id