Sabtu, Agustus 22, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Salah Timing, Bukan Salah Orang: Makna Lagu Waktu yang Salah

by eko
Mei 8, 2026
in Culture, Musik
A A
Home Culture
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Entertainment – Pernah nggak sih kamu merasa hidup ini jahat tapi elegan? Terutama urusan cinta. Kita sudah siap, sudah jatuh, sudah berharap. Namun semesta malah nyengir sambil bilang, “Maaf, waktunya salah.” Di titik itulah lagu “Waktu yang Salah” karya Fiersa Besari menampar pelan tanpa suara keras, tapi nyeseknya tahan lama.

Lagu ini tidak cuma jadi teman hujan atau playlist galau pukul dua pagi. Banyak pendengar menjadikannya pengakuan kolektif tentang rasa tulus yang datang di momen keliru.

Lagu yang Terlalu Jujur untuk Didengarkan Sambil Santai

Fiersa Besari merilis “Waktu yang Salah” lewat album 11:11 pada 2018. Sejak itu, lagu ini langsung menancap di hati pendengarnya. Liriknya sederhana, aransemennya minim, dan vokalnya terasa dekat seolah Fiersa memilih bicara jujur ketimbang sekadar menghibur.

Alih-alih menjual cinta ala film romantis, Fiersa menyuguhkan kenyataan. Tidak ada adegan kejar-kejaran di bandara. Tidak ada hujan deras yang diiringi teriakan nama. Lagu ini justru memotret rasa pahit saat seseorang mencintai orang lain yang tak bisa ia miliki sekarang. Bahkan, mungkin selamanya.

Cerita di lagu ini juga bukan soal cinta sepihak. Di situlah letak lukanya. Dua orang saling rasa, tetapi keadaan memaksa mereka saling mengalah.

Ini Belum Selesai

Nginang di Sekaten: Saat Sirih Menjaga Jejak Tradisi

Ritek Surakarta Kenalkan Jaranan Sentherewe di Pakuwon Mall Solo

Ketika Cinta Kalah oleh Kalender dan Kondisi

Kekuatan utama lagu ini muncul dari keberaniannya meruntuhkan mitos lama: cinta selalu cukup. Banyak orang percaya bahwa rasa sayang bisa mengalahkan segalanya. Kenyataannya, hidup tidak sesederhana caption Instagram.

Pekerjaan menuntut fokus. Jarak menggerus kelekatan. Trauma lama ikut nimbrung. Status menggantung tanpa kepastian. Masa lalu pun sering muncul tanpa undangan. Semua faktor itu kerap berbicara lebih keras daripada rasa cinta.

Lewat lagu ini, Fiersa seakan menyampaikan satu pesan tegas: kedewasaan tidak selalu soal bertahan. Kadang, orang justru perlu tahu kapan harus merelakan. Bukan karena rasa kurang besar, melainkan karena cinta yang sehat paham batas.

Ironisnya, di era serba cepat saat semua orang bisa saling chat kapan saja lagu ini terasa makin relevan. Banyak hubungan tumbuh kilat, lalu runtuh karena kesiapan emosional tidak sejalan. Kita sering jatuh cinta lebih dulu, lalu lupa bertanya: “Gue sudah siap belum, ya?”

Galau sebagai Proses Pendewasaan

Lewat “Waktu yang Salah”, Fiersa mengingatkan pendengarnya bahwa galau bukan tanda kelemahan. Galau adalah proses. Dari sana, seseorang belajar menerima bahwa tidak semua keinginan harus berujung kepemilikan.

Lagu ini juga tidak mengajak siapa pun menyalahkan keadaan atau memainkan peran korban. Sebaliknya, ia menawarkan sikap berdamai. Di situlah letak kedewasaannya.

Saat budaya pop gemar memuja toxic love dan drama berlebihan, lagu ini hadir sebagai penyeimbang. Cinta tidak harus ribut. Tidak harus posesif. Terkadang, cinta memilih pergi pelan-pelan dengan cara yang elegan.

Jadi, Pernah di Posisi Itu?

Mungkin kamu pernah datang terlalu cepat. Atau terlalu lambat. Bisa juga datang tepat waktu, tapi ke orang yang salah. “Waktu yang Salah” memang tidak menawarkan solusi instan. Namun, lagu ini memberi pengertian: kamu tidak sendirian.

Barangkali, setelah memutar lagu ini berulang kali, kamu sampai pada satu kesimpulan sederhana tapi berat—mencintai juga berarti tahu kapan berhenti.

Sekarang giliran kamu. Pernah mencintai di waktu yang salah, atau baru sadar setelah lagu ini menemani malam panjangmu? Yuk, diskusi.@eko

Tags: EntertainmentLagu Indonesiamakna laguMusik

Kamu Melewatkan Ini

John Lennon dan Harga Sebuah Keberanian

John Lennon dan Harga Sebuah Keberanian

by eko
Agustus 6, 2026

John Lennon membuktikan bahwa popularitas dan idealisme tidak selalu berjalan seiring. Kisahnya menunjukkan bagaimana seorang seniman dapat mengubah musik menjadi...

Imagine: Lagu Perdamaian yang Tak Pernah Berhenti Diperdebatkan

Imagine: Lagu Perdamaian yang Tak Pernah Berhenti Diperdebatkan

by eko
Juli 23, 2026

Meski telah berusia lebih dari 50 tahun, Imagine karya John Lennon terus memicu perdebatan. Simak makna, kritik, dan alasan lagu...

John Lennon: Musisi Perdamaian atau Sosok yang Pernah Ditakuti Penguasa?

John Lennon: Musisi Perdamaian atau Sosok yang Pernah Ditakuti Penguasa?

by eko
Juli 23, 2026

John Lennon bukan hanya personel The Beatles. Ia menjadikan musik sebagai alat kritik sosial, menginspirasi gerakan perdamaian, dan bahkan pernah...

Next Post
Dugaan Penyalahgunaan Dana KIP Kuliah Terkuak di Kebumen

Dugaan Penyalahgunaan Dana KIP Kuliah Terkuak di Kebumen

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id