Kamis, Mei 14, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Jalur Warga Menjadi Penentu Evakuasi Pesawat ATR di Gunung Bulusaraung

by dimas
Januari 19, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Evakuasi korban pesawat ATR 42-500 di lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, sepenuhnya bergantung pada jalur yang ditunjukkan warga setempat. Medan terjal dan hutan rapat memaksa tim SAR menjadikan pengetahuan lokal sebagai tumpuan utama operasi, Senin (19/1/2026).

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Makassar, Andi Sultan, menjelaskan bahwa masyarakat sekitar memahami kontur gunung lebih baik dibanding tim dari luar daerah. Mereka mengetahui jalur sempit yang masih memungkinkan dilalui serta titik-titik lokasi korban.

“Masyarakat memberi petunjuk jalur. Mereka tahu rute yang memungkinkan tim mencapai lokasi,” ujar Sultan di Posko Tompo Bulu, Kecamatan Balocci.

Di wilayah yang jarang tersentuh aktivitas manusia, warga tidak hanya membantu. Mereka menentukan arah dan ritme evakuasi.

Cuaca Buruk Memutus Akses Udara

Kondisi alam di lokasi jatuhnya pesawat terus menyulitkan pergerakan tim. Lereng curam, vegetasi rapat, dan ketiadaan jalur perkebunan membatasi akses. Tim SAR sempat mempertimbangkan evakuasi lewat udara, tetapi cuaca buruk menutup seluruh kemungkinan tersebut.

Ini Belum Selesai

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Situasi itu memaksa tim memilih jalur darat meski membutuhkan tenaga besar dan waktu panjang. Delapan personel SAR kini bertahan di puncak gunung bersama jenazah korban yang telah ditemukan. Mereka menunggu tahapan evakuasi berikutnya sambil menghadapi perubahan cuaca yang cepat.

“Petugas tetap berada di lokasi karena medan berat dan cuaca belum mendukung,” tambahnya.

Kondisi ini menguji kesiapan fisik dan mental para petugas yang bekerja jauh dari fasilitas dasar.

Tim Gabungan Menyisir Dari Dua Arah

Untuk mempercepat proses pencarian, Basarnas kembali mengerahkan 34 personel tambahan. Tim gabungan tersebut melibatkan unsur TNI, Polri, Polisi Kehutanan, serta warga lokal yang berperan sebagai penunjuk jalan.

Selain mengevakuasi satu jenazah, tim terus menyisir area sekitar lokasi jatuhnya pesawat. Jarak tempuh panjang dan permukaan licin meningkatkan risiko di setiap langkah.

Asisten Rem Kodam XIV/Hasanuddin, Kolonel Inf Abi Kusnianto, menyebut empat tim tambahan bergerak dari wilayah Kabupaten Maros. Tim tersebut menyisir dasar jurang curam untuk memastikan tidak ada korban atau serpihan pesawat yang terlewat.

“Tim dari bawah akan memeriksa dasar tebing karena serpihan pesawat kemungkinan jatuh hingga ke sana,” ujar Abi Kusnianto.

Kronologi Singkat Kecelakaan Udara

Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport jatuh pada Sabtu (17/1/2026). Pesawat itu terbang dari Yogyakarta menuju Makassar sebelum kehilangan kontak dan menabrak lereng Gunung Bulusaraung.

Di dalam pesawat terdapat 10 orang, terdiri dari tujuh kru dan tiga penumpang. Hingga Minggu (18/1/2026), tim SAR baru menemukan satu korban. Proses pencarian korban lainnya masih terus berlangsung.

Bagi warga sekitar, operasi ini mengubah gunung yang biasanya sunyi menjadi jalur darurat penyelamatan. Bagi negara, peristiwa ini kembali menegaskan satu hal sederhana di medan ekstrem, peta paling akurat sering kali bukan milik teknologi, melainkan milik mereka yang hidup paling dekat dengan alamnya. @dimas

Tags: ATR 42-500EvakuasiGunung BulusaraungKecelakaanPesawatSARSulawesi Selatan

Kamu Melewatkan Ini

Bandara Jadi Arena Tikam, Politik Masih Pakai Otot?

Bandara Jadi Arena Tikam, Politik Masih Pakai Otot?

by teguh
April 20, 2026

Minggu siang, 19 April 2026, Bandara Karel Sadsuitubun di Langgur seharusnya menyambut kedatangan penumpang. Namun siang itu, tempat itu justru...

Lembah Anai 1944: Saat Surga Wisata Menyimpan Kuburan Sunyi

Lembah Anai 1944: Saat Surga Wisata Menyimpan Kuburan Sunyi

by teguh
April 17, 2026

Tabooo.id: Vibes - Gemuruh air di Lembah Anai hari ini terasa menenangkan. Kabut tipis turun di sela hijau Bukit Barisan....

Wali Kota Turun ke Banjir Solo: Lansia Didahulukan, Kota Masih Berjuang

Wali Kota Turun ke Banjir Solo: Lansia Didahulukan, Kota Masih Berjuang

by teguh
April 15, 2026

Tabooo.id: Regional - Banjir belum surut, tapi respons harus bergerak cepat. Rabu dini hari, 15 April 2026, Wali Kota Solo...

Next Post
Gunung Ile Lewotolok Kembali Meletus, Warga Diminta Waspada Abu Vulkanik

Gunung Ile Lewotolok Kembali Meletus, Warga Diminta Waspada Abu Vulkanik

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Mei 13, 2026

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Mei 13, 2026

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id