Minggu, Juni 28, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Gunung Ile Lewotolok Catat 466 Kali Erupsi Dalam Sehari

by dimas
Januari 18, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Aktivitas Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, melonjak tajam. Dalam satu hari pengamatan, pada Sabtu (17/1/2026), pos pengamat mencatat 466 kali erupsi. Angka ini menandai fase aktivitas intens yang langsung berdampak ke permukiman warga di lereng gunung.

Erupsi berlangsung hampir tanpa jeda, disertai lontaran material pijar serta dentuman dan gemuruh berintensitas lemah hingga sedang. Gunung yang selama ini “aktif tapi stabil” kembali menunjukkan watak aslinya.

Lava Pijar dan Abu Menyebar dari Kawah

Petugas Pos Pengamat Gunung Api (PGA) Ile Lewotolok, Yeremias Kristianto Pugel, menjelaskan bahwa erupsi memuntahkan material pijar ke sektor selatan dan tenggara sejauh 100 hingga 200 meter dari bibir kawah. Aliran lava juga bergerak ke arah barat dengan jarak luncur sekitar 100 meter.

Kolom abu terpantau membumbung setinggi 200 hingga 500 meter dengan warna putih, kelabu, hingga hitam. Secara visual, puncak gunung masih terlihat jelas hingga tertutup kabut tipis level 0–II. Asap kawah bertekanan lemah hingga sedang tampak cukup tebal dan naik 20-50 meter dari puncak.

Cuaca di sekitar gunung berubah-ubah, dari cerah hingga hujan, dengan angin bertiup lemah sampai sedang ke arah timur. Suhu udara berkisar 24-30 derajat Celsius kondisi yang membuat sebaran abu semakin sulit diprediksi.

Ini Belum Selesai

Suran Agung PSHW ke-123: Madiun Mengawal Persaudaraan

TABOOO Corner Hadir di Winongo, Buka Ruang Membaca Realitas

Hujan Abu Ganggu Air Bersih dan Pakan Ternak

Dampak paling nyata dirasakan warga di dua kecamatan, Ile Ape Timur dan Omesuri. Hujan abu vulkanik menyelimuti sejumlah desa dan mulai mengganggu aktivitas harian masyarakat.

Di Kecamatan Ile Ape Timur, desa-desa seperti Todanara, Jontona, Bailaliduli, Lamaau, Aulesa, Lamatokan, Watidiri, dan Lamawolo terdampak langsung. Abu mencemari bak penampung air, membuat warga kesulitan mendapatkan air bersih. Sumber pakan ternak pun ikut terpapar, memicu kekhawatiran akan keberlangsungan ekonomi keluarga yang bergantung pada pertanian dan peternakan.

Sementara itu, di Kecamatan Omesuri, empat desa Holea, Holea 2, Meluwiting, dan Meluwiting 1 mengalami kondisi serupa.

Warga Diminta Batasi Aktivitas Luar Ruangan

Camat Omesuri, Ade Hasan Yusuf, menyebut material vulkanik terbawa angin dan menyebar luas ke wilayah permukiman. Dampaknya terasa saat warga berkendara, berkebun, hingga saat menyiapkan pakan ternak.

“Abu mulai mengganggu aktivitas harian. Kami imbau warga mengurangi kegiatan di luar rumah,” ujar Yusuf. Ia juga meminta masyarakat selalu menggunakan masker atau alat pelindung jika terpaksa beraktivitas di luar.

Alarm Dini bagi Wilayah Rawan Bencana

Peningkatan aktivitas Ile Lewotolok menjadi pengingat keras bagi wilayah-wilayah rawan bencana di Indonesia timur. Di tengah keterbatasan infrastruktur dan akses air bersih, erupsi bukan hanya soal geologi, tetapi juga soal ketahanan hidup warga.

Gunung mungkin hanya menjalankan siklus alamnya. Tapi bagi warga Lembata, setiap letusan adalah pengingat bahwa hidup di kaki gunung selalu menuntut kesiapsiagaan dan sering kali, kesabaran tanpa pilihan. @dimas

Tags: bencanaerupsigunungGunung ApiIle LewotolokKeselamatanLembataMitigasiNTT

Kamu Melewatkan Ini

Nyaris Berhenti Belajar, Kini Anak-anak Ini Punya Harapan Baru

Nyaris Berhenti Belajar, Kini Anak-anak Ini Punya Harapan Baru

by teguh
Mei 16, 2026

Ada anak-anak yang tumbuh sambil memendam cemas. Mereka tidak takut ujian sekolah. Mereka takut satu hal yang lebih sunyi berhenti...

Sekolah Rakyat dan Mimpi Anak Miskin: Pendidikan Putus Rantai Kemiskinan?

Sekolah Rakyat dan Mimpi Anak Miskin: Pendidikan Putus Rantai Kemiskinan?

by teguh
Mei 13, 2026

Di banyak sudut Nusa Tenggara Timur (NTT), sekolah tidak selalu terasa dekat dengan mimpi. Bagi sebagian anak, ruang kelas justru...

Sekolah Rakyat di Kupang: Jalan Baru Anak Miskin Keluar dari Batas Pendidikan?

Sekolah Rakyat di Kupang: Jalan Baru Anak Miskin Keluar dari Batas Pendidikan?

by teguh
Mei 12, 2026

Bagi banyak keluarga miskin, sekolah sering terasa seperti mimpi mahal. Namun, Sekolah Rakyat di Kota Kupang mulai membuka pintu baru...

Next Post
Satu Korban Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Jurang

Satu Korban Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Jurang

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id