Sabtu, Agustus 22, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Gunung Ile Lewotolok Catat 466 Kali Erupsi Dalam Sehari

by dimas
Januari 18, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Regional – Aktivitas Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, melonjak tajam. Dalam satu hari pengamatan, pada Sabtu (17/1/2026), pos pengamat mencatat 466 kali erupsi. Angka ini menandai fase aktivitas intens yang langsung berdampak ke permukiman warga di lereng gunung.

Erupsi berlangsung hampir tanpa jeda, disertai lontaran material pijar serta dentuman dan gemuruh berintensitas lemah hingga sedang. Gunung yang selama ini “aktif tapi stabil” kembali menunjukkan watak aslinya.

Lava Pijar dan Abu Menyebar dari Kawah

Petugas Pos Pengamat Gunung Api (PGA) Ile Lewotolok, Yeremias Kristianto Pugel, menjelaskan bahwa erupsi memuntahkan material pijar ke sektor selatan dan tenggara sejauh 100 hingga 200 meter dari bibir kawah. Aliran lava juga bergerak ke arah barat dengan jarak luncur sekitar 100 meter.

Kolom abu terpantau membumbung setinggi 200 hingga 500 meter dengan warna putih, kelabu, hingga hitam. Secara visual, puncak gunung masih terlihat jelas hingga tertutup kabut tipis level 0–II. Asap kawah bertekanan lemah hingga sedang tampak cukup tebal dan naik 20-50 meter dari puncak.

Cuaca di sekitar gunung berubah-ubah, dari cerah hingga hujan, dengan angin bertiup lemah sampai sedang ke arah timur. Suhu udara berkisar 24-30 derajat Celsius kondisi yang membuat sebaran abu semakin sulit diprediksi.

Ini Belum Selesai

Relawan Gugur Antar Bantuan Gempa NTT, Siapa Melindungi Mereka?

11 Desa, 21.171 Jiwa, Bantuan Terbatas: Camat Manggarai Protes

Hujan Abu Ganggu Air Bersih dan Pakan Ternak

Dampak paling nyata dirasakan warga di dua kecamatan, Ile Ape Timur dan Omesuri. Hujan abu vulkanik menyelimuti sejumlah desa dan mulai mengganggu aktivitas harian masyarakat.

Di Kecamatan Ile Ape Timur, desa-desa seperti Todanara, Jontona, Bailaliduli, Lamaau, Aulesa, Lamatokan, Watidiri, dan Lamawolo terdampak langsung. Abu mencemari bak penampung air, membuat warga kesulitan mendapatkan air bersih. Sumber pakan ternak pun ikut terpapar, memicu kekhawatiran akan keberlangsungan ekonomi keluarga yang bergantung pada pertanian dan peternakan.

Sementara itu, di Kecamatan Omesuri, empat desa Holea, Holea 2, Meluwiting, dan Meluwiting 1 mengalami kondisi serupa.

Warga Diminta Batasi Aktivitas Luar Ruangan

Camat Omesuri, Ade Hasan Yusuf, menyebut material vulkanik terbawa angin dan menyebar luas ke wilayah permukiman. Dampaknya terasa saat warga berkendara, berkebun, hingga saat menyiapkan pakan ternak.

“Abu mulai mengganggu aktivitas harian. Kami imbau warga mengurangi kegiatan di luar rumah,” ujar Yusuf. Ia juga meminta masyarakat selalu menggunakan masker atau alat pelindung jika terpaksa beraktivitas di luar.

Alarm Dini bagi Wilayah Rawan Bencana

Peningkatan aktivitas Ile Lewotolok menjadi pengingat keras bagi wilayah-wilayah rawan bencana di Indonesia timur. Di tengah keterbatasan infrastruktur dan akses air bersih, erupsi bukan hanya soal geologi, tetapi juga soal ketahanan hidup warga.

Gunung mungkin hanya menjalankan siklus alamnya. Tapi bagi warga Lembata, setiap letusan adalah pengingat bahwa hidup di kaki gunung selalu menuntut kesiapsiagaan dan sering kali, kesabaran tanpa pilihan. @dimas

Tags: bencanaerupsigunungGunung ApiIle LewotolokKeselamatanLembataMitigasiNTT

Kamu Melewatkan Ini

Gibran ke NTT, Trauma Korban Jadi Ujian Pascabencana

Gibran ke NTT, Trauma Korban Jadi Ujian Pascabencana

by dimas
Agustus 20, 2026

Gibran bertolak ke NTT untuk meninjau penanganan pascabencana dan memastikan pemulihan warga, termasuk trauma healing dengan melibatkan mahasiswa UI. Tabooo.id:...

17 Agustus Mode Darurat: HUT 81 RI, Bendera Naik, Data Korban Mengejar

17 Agustus Mode Darurat: HUT 81 RI, Bendera Naik, Data Korban Mengejar

by teguh
Agustus 17, 2026

Merah Putih tetap naik di Lapangan Motang Rua, Ruteng, Senin, 17 Agustus 2026. Upacara HUT ke-81 RI dimulai pukul 09.00...

HUT RI Digelar di Manggarai, Tapi Kecamatan Fokus Tangani Gempa

HUT RI Digelar di Manggarai, Tapi Kecamatan Fokus Tangani Gempa

by teguh
Agustus 17, 2026

HUT RI digelar di Manggarai, Merah Putih tetap berkibar di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Senin, 17/08/2026. Pemkab Manggarai menggelar...

Next Post
Satu Korban Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Jurang

Satu Korban Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Jurang

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id