Minggu, Juni 28, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

KPK Kantongi Identitas Penghilang Bukti Kasus Kuota Haji

by sigit
Januari 14, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Penggeledahan KPK di kantor Maktour Travel pada Agustus 2025 mengungkap indikasi awal penghilangan barang bukti. Oknum biro travel berusaha menghapus dokumen yang berpotensi memberatkan tersangka. Akibatnya, penyidik mempertimbangkan menjerat pihak swasta itu dengan Pasal 21 UU Tipikor tentang perintangan penyidikan.

“Penyidik tidak segan menjerat pihak swasta yang mencoba merintangi, menghalangi, atau menghilangkan barang bukti dalam perkara haji ini,” kata Budi.


Dua Tersangka Utama: Mantan Menteri dan Staf Khusus

KPK menetapkan dua tersangka: eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dan eks staf khususnya, Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex. Keduanya dijerat Pasal 2 dan Pasal 3 UU Tipikor karena menimbulkan kerugian negara. Saat ini, BPK masih menghitung besaran kerugian negara akibat kasus ini.

Selain itu, KPK menyoroti dugaan penyelewengan 20.000 kuota tambahan haji dari pemerintah Arab Saudi. Aturan menetapkan 92 persen untuk haji reguler (18.400) dan 8 persen untuk haji khusus (1.600). Namun, Kementerian Agama membagi kuota 50:50, melanggar aturan.

“Pemerintah membagi 10.000 untuk reguler dan 10.000 untuk haji khusus,” jelas Plt. Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu. “Seharusnya 92 persen dan 8 persen, tapi mereka membagi 50:50. Ini melawan hukum,” tegasnya.

Ini Belum Selesai

Suran Agung PSHW ke-123: Madiun Mengawal Persaudaraan

TABOOO Corner Hadir di Winongo, Buka Ruang Membaca Realitas


Siapa Diuntungkan dan Siapa Dirugikan

Jika dugaan ini terbukti, elite birokrasi dan pelaku bisnis haji akan diuntungkan. Mereka menguasai kuota ekstra untuk keuntungan pribadi, sementara calon jemaah haji reguler menderita. Antrean memanjang, biaya tetap membebani, dan kesempatan beribadah terganggu.

Selain itu, upaya menghilangkan bukti menunjukkan oknum sadar praktik itu salah. Mereka sengaja menutup jejak. Bagi publik, ini bukan sekadar korupsi; ini drama kuota haji yang mencederai rasa keadilan.


Antara Ibadah dan Rente

Haji, rukun Islam yang sakral, kini disentuh praktik rente yang menguntungkan segelintir orang. KPK memegang bukti dan identitas penghilang barang bukti. Kini, bola ada di tangan penyidik: apakah mereka menegakkan hukum, atau bukti itu hanya berakhir di lemari dan menjadi cerita “seharusnya begitu”?

Yang jelas, antrean haji tetap panjang, biaya tetap memberatkan, dan seperti biasa, yang paling sabar tetap calon jemaah yang tak pernah ikut menghitung amplop. (red)


Tags: Barang BuktiIdentitasKPKKuota Hajipbnu

Kamu Melewatkan Ini

Harley, Valas, dan Uang Rp145 Miliar: Jejak Korupsi Silmy Karim

Harley, Valas, dan Uang Rp145 Miliar: Jejak Korupsi Silmy Karim

by dimas
Juni 6, 2026

KPK menyita mobil sport, Harley, perhiasan, dan valas dari rumah Silmy Karim. Penyidik menelusuri dugaan korupsi izin tinggal WNA senilai...

Rel Uang di Balik Rel Kereta: Ketika Proyek Negara Jadi Jalur Fee Elite

Rel Uang di Balik Rel Kereta: Proyek Negara Jadi Jalur Fee Elite?

by teguh
Mei 29, 2026

Rel kereta seharusnya membawa orang sampai tujuan. Namun dalam kasus dugaan korupsi proyek jalur kereta di Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA)...

Dugaan Gratifikasi di Kemenhub: Rel Kereta atau Jalur Uang?

Dugaan Gratifikasi di Kemenhub: Rel Kereta atau Jalur Uang?

by teguh
Mei 28, 2026

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memburu dugaan aliran uang dalam kasus korupsi proyek jalur kereta api di Direktorat Jenderal Perkeretaapian...

Next Post
Relawan Temui Kejanggalan Saat Pencarian Syafiq Ali di Gunung Slamet

Relawan Temui Kejanggalan Saat Pencarian Syafiq Ali di Gunung Slamet

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id