Tabooo.id: Sport – Marc Marquez, sang Juara Dunia MotoGP 2025, dipastikan absen di dua seri Grand Prix. Keputusan ini setelah hasil pemeriksaan medis terbaru menunjukkan adanya fraktur tulang di pangkal prosesus korakoid serta cedera ligamen bahu kanan.
Kabar ini diumumkan setelah Marquez menjalani evaluasi menyeluruh di Rumah Sakit Internasional Ruber, Madrid, Senin (6/10/2025). Pemeriksaan radiologis menegaskan bahwa cedera ini tidak terkait dengan luka lamanya dan tidak menunjukkan pergeseran tulang serius. Tapi tetap saja, rasa sakitnya cukup untuk membuatnya berhenti.
Bahu Retak, Mimpi Ditahan
Tim medis yang dipimpin oleh Dr. Samuel Antuma dan Dr. Ignacio Roger de Oña memutuskan pendekatan konservatif: istirahat total dan imobilisasi bahu sampai tulang terkonsolidasi sempurna.
Artinya, #93 akan absen dari dua seri besar, Australia dan Malaysia. Dua sirkuit favorit penggemar, tapi kini tanpa sang juara yang dikenal tak kenal takut di tikungan tajam.
“Untungnya, cederanya tidak parah, tapi penting untuk menghormati jadwal pemulihan,” ujar Marquez. “Target saya kembali sebelum akhir musim, tapi tanpa terburu-buru melampaui rekomendasi dokter. Sekarang prioritasnya adalah pulih 100%,” imbuhnya.
Sang Juara yang Tak Pernah Diam
Bagi Marc, cedera bukan hal baru. Dalam kariernya, ia sudah berulang kali jatuh dan bangkit, dari patah tulang humerus pada 2020 hingga gegar otak ringan di 2023. Tapi kali ini konteksnya berbeda, Marquez baru saja mengunci gelar juara dunia ke-9 setelah comeback fenomenal di musim 2025.
Di tengah euforia itu, tubuhnya kembali “meminta jeda”. Dunia melihatnya sebagai gladiator, tapi di balik helm dan adrenalin, ada manusia yang lelah.
Ironisnya, cedera ini datang di saat kariernya kembali stabil setelah tahun-tahun penuh operasi dan rasa sakit. Dari raja MotoGP menjadi simbol ketahanan, kini Marquez kembali diuji, bukan dengan kecepatan, tapi dengan kesabaran.
Kisah Marquez bukan sekadar berita olahraga, tapi pengingat bahwa bahkan juara pun perlu tahu kapan harus berhenti.
Di dunia yang menuntut kita terus cepat, Marquez mengajarkan bahwa istirahat juga bagian dari kemenangan. Ia mungkin akan absen di lintasan, tapi keputusannya menahan diri adalah tanda kedewasaan seorang pebalap yang sudah menaklukkan semua, kecuali waktu.
Karena kadang, menjadi tercepat berarti tahu kapan harus melambat. @tabooo




