Sabtu, Agustus 22, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Paus Leo XIV Serukan Diplomasi, Kritik Kekerasan Global

by Anisa
Januari 11, 2026
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Global – Paus Leo XIV menepuk meja diplomasi global. Dalam pidato State of World pertamanya di Hall of Benediction, Vatikan, Jumat (9/1/2026), pemimpin umat Katolik sedunia itu menegaskan: negara-negara kini lebih memilih senjata daripada dialog. Organisasi internasional gagal menahan konflik.

“Perang kembali menjadi tren, dan semangat untuk berperang semakin menyebar,” kata paus pertama asal Amerika ini. Ia mendesak semua pihak mengedepankan diplomasi berbasis dialog dan konsensus, bukan kekuatan.

Kekhawatiran Global: Dari Venezuela Hingga Asia Timur

Paus Leo XIV menyoroti krisis di Venezuela, Myanmar, Ukraina, dan konflik maritim Asia Timur, termasuk sengketa Taiwan dan Laut China Selatan. Ia menekankan: rakyatlah yang menanggung derita. “Solusi politik damai harus diutamakan, dan kepentingan rakyat harus didahulukan, bukan kepentingan partisan,” tegasnya.

Paus juga mengingatkan soal Tanah Suci dan Tepi Barat. Penduduk sipil Palestina terus menjadi korban kekerasan. Ia menegaskan bahwa solusi dua negara tetap menjadi perspektif yang relevan bagi Israel–Palestina.

Siapa Untung, Siapa Rugi?

Paus Leo XIV menunjukkan pola global: negara yang memakai kekuatan untuk menegaskan pengaruhnya memperoleh keuntungan politik dan strategis jangka pendek. Namun rakyat baik sipil di kawasan konflik maupun masyarakat global menanggung kerugian nyata. Nyawa hilang, hak asasi dilanggar, dan keamanan sosial terguncang.

Ini Belum Selesai

Relawan Gugur Antar Bantuan Gempa NTT, Siapa Melindungi Mereka?

11 Desa, 21.171 Jiwa, Bantuan Terbatas: Camat Manggarai Protes

Ia menyindir: prinsip pasca-Perang Dunia II, yang melarang agresi untuk mencapai tujuan nasional, kini terkikis. “Negara mencari perdamaian melalui senjata, bukan keadilan dan kesucian hidup. Ini ancaman serius bagi hukum dan tatanan sipil damai,” ujarnya.

Diplomasi Damai Masih Jalan Terbaik

Paus menegaskan bahwa Takhta Suci mendukung semua inisiatif yang mempromosikan perdamaian. Ia menyerukan kerja sama global untuk melawan polarisasi, memperkuat pembangunan manusia, dan melindungi keluarga dari keruntuhan sosial.

Ia juga menekankan perlunya menghadapi fenomena baru seperti AI, privasi digital, dan konsumerisme dengan literasi dan tanggung jawab. “Perdamaian tetap sulit, tapi realistis. Dunia harus berani memilih dialog dan kerendahan hati,” pungkasnya.

Catatan Akhir

Di tengah perang, sengketa, dan politik kekuatan, pesan paus mengingatkan satu hal: senjata mungkin memberi kemenangan sementara, tetapi rakyat dan kemanusiaan selalu menanggung biaya termahal. Ironisnya, kekuatan yang membanggakan diri di panggung internasional sering lupa bahwa manusia paling sederhana, di ujung konflik, yang benar-benar menderita. (red)



Tags: GlobalkbriPalestina

Kamu Melewatkan Ini

Pabrik China Tetap Ngebut, Belanja Konsumen Melambat

Pabrik China Tetap Ngebut, Belanja Konsumen Melambat

by Tabooo
Agustus 17, 2026

Pabrik China masih bergerak cepat, tetapi konsumennya mulai menahan belanja. Data Juli memperlihatkan jurang produksi dan permintaan makin terbuka.

Papua 65 Tahun Konflik: Kenapa Luka Ini Tak Pernah Selesai?

Papua 65 Tahun Konflik: Kenapa Luka Ini Tak Pernah Selesai?

by jeje
Mei 18, 2026

“Papua bukan soal keamanan semata. Papua adalah soal keadilan, sejarah, dan rasa dipercaya.” Kalimat itu terus muncul dalam diskusi para...

Kenapa Kota Kita Makin Penuh Coffee Shop Tapi Miskin Ruang Dialog?

Kenapa Kota Kita Makin Penuh Coffee Shop Tapi Miskin Ruang Dialog?

by jeje
Mei 13, 2026

Di banyak kota, aroma kopi kini terasa lebih mudah ditemukan di coffee Shop daripada ruang bicara yang jujur. Sudut jalan...

Next Post
Konsep Otomatis

Erick Thohir Lepas Atlet Para Games ke Thailand, Optimistis Raih 82 Emas

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id