Rabu, Mei 13, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Respons Hasto soal “Kandang Gajah” PSI di Jawa Tengah

by dimas
Januari 11, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto merespons pernyataan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep yang menargetkan Jawa Tengah sebagai “kandang gajah” pada Pemilu 2029.

Hasto menegaskan bahwa kontestasi politik belum dimulai secara resmi. Menurutnya, penentuan pemenang sepenuhnya berada di tangan rakyat.

“Pemilu masih panjang. Rakyat yang menentukan karena kedaulatan ada di tangan mereka,” kata Hasto saat ditemui di sela Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDIP di Ancol, Jakarta Utara, pada Sabtu (10/1/2026) malam.

Ambisi PSI di Tengah Memanasnya Politik

Rakernas PDIP yang juga menandai Hari Ulang Tahun ke-53 partai berlangsung di tengah suhu politik yang mulai menghangat. Sebelumnya, Kaesang menyampaikan ambisi tersebut kepada jajaran Dewan Pimpinan Wilayah PSI Jawa Tengah.

PSI menargetkan provinsi itu sebagai basis kemenangan pada pemilu legislatif dan eksekutif mendatang. Logo gajah yang kini melekat pada PSI disiapkan sebagai simbol perjuangan baru di wilayah yang selama ini dikenal sebagai “kandang banteng” PDIP.

Ini Belum Selesai

Sekolah Rakyat di Kupang: Jalan Baru Anak Miskin Keluar dari Batas Pendidikan?

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

PDIP Pilih Konsolidasi, Bukan Perang Simbol

Hasto menepis wacana perebutan simbol dan wilayah suara. Ia menegaskan fokus PDIP saat ini berada pada pembenahan internal dan konsolidasi organisasi.

Menurut Hasto, Rakernas menjadi momentum untuk memperkuat ideologi dan soliditas kader hingga ke akar rumput. Ia menekankan bahwa partai mengarahkan energi pada kerja nyata, bukan sekadar adu klaim politik.

“Ketika partai bergerak untuk isu penting, seperti penanganan bencana dan pelayanan kemanusiaan, seluruh kekuatan harus terfokus pada tindakan nyata,” tegasnya.

Kerja Nyata sebagai Strategi Politik

Hasto menilai konsolidasi bukan tanda PDIP menghindari persaingan elektoral. Ia menyebut langkah itu sebagai strategi agar partai tetap relevan bagi rakyat.

PDIP, kata dia, mengerahkan waktu dan sumber daya untuk membantu masyarakat terdampak bencana tanpa memandang pilihan politik mereka. Pendekatan ini, menurutnya, membedakan kerja politik produktif dari sekadar retorika ambisi kekuasaan.

Jawa Tengah Jadi Medan Uji Dua Gaya Politik

Pernyataan PSI memicu diskusi di kalangan pemilih Jawa Tengah. Sejumlah kelompok, terutama generasi muda, mulai menimbang alternatif baru di luar partai tradisional.

Namun bagi pendukung PDIP, klaim tersebut justru memperkuat tekad untuk mempertahankan basis suara yang telah terbentuk selama puluhan tahun.

Masyarakat Jawa Tengah kini berada di pusat dinamika itu. Dua visi politik saling menguji gaya dan substansi di hadapan pemilih.

Rakyat Tetap Pemegang Kunci

Sejumlah politikus dari partai lain menilai pernyataan semacam ini berpotensi memicu gesekan politik lebih awal. Padahal, tahapan resmi pemilu belum dimulai.

Di tengah dinamika tersebut, satu hal tetap menjadi penentu. Rakyat memegang kedaulatan penuh atas arah politik regional dan nasional.

Pertanyaan yang mengemuka kini bukan sekadar siapa yang akan menang di Jawa Tengah, melainkan apakah jargon “kandang gajah” mampu berubah menjadi kerja nyata. Atau justru berhenti sebagai simbol ambisi dalam perebutan kekuasaan. @dimas

Tags: DemokrasiJawa TengahKaesang PangarepkedaulatanKonsolidasiPartaipdipPemilu 2029Politik IndonesiaPSIrakyat

Kamu Melewatkan Ini

Profil Dandhy Laksono: Jurnalis yang Memilih Bertanya Saat Banyak Orang Diam

Profil Dandhy Laksono: Jurnalis yang Memilih Bertanya Saat Banyak Orang Diam

by jeje
Mei 12, 2026

Dandhy Laksono kembali jadi sorotan. Bukan karena kontroversi biasa, tetapi karena film dokumenternya, Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita, memicu rasa...

Amir Syarifuddin: Tokoh Komunis yang Membawa Injil saat Eksekusi

Amir Syarifuddin: Tokoh Komunis yang Membawa Injil saat Eksekusi

by Tabooo
Mei 12, 2026

Amir Syarifuddin pernah menjadi Perdana Menteri Republik Indonesia, tetapi namanya lebih sering muncul dalam bayang-bayang PKI dan Peristiwa Madiun 1948....

Ketika Pembangunan Terlihat Megah, Tapi Rakyat Tetap Gelisah

Ketika Pembangunan Terlihat Megah, Tapi Rakyat Tetap Gelisah

by dimas
Mei 11, 2026

Pembangunan tampak megah lewat angka pertumbuhan, gedung tinggi, dan proyek infrastruktur besar yang terus dipamerkan. Namun bagi banyak orang, kemajuan...

Next Post
Garuda Menyentuh Landasan Baru: John Herdman Tiba, Asa Ikut Mendarat

Garuda Menyentuh Landasan Baru: John Herdman Tiba, Asa Ikut Mendarat

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

Rupiah Anjlok ke Rp 17.500 per Dolar AS, Investor Mulai Kehilangan Kepercayaan

Mei 12, 2026

Kuota Tanpa Batas? Nyaman Buat Kamu, Tapi Jaringan Bisa Kewalahan

Mei 8, 2026

Sekolah Rakyat di Kupang: Jalan Baru Anak Miskin Keluar dari Batas Pendidikan?

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id