Minggu, Juni 28, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

KPK Tetapkan Yaqut-Gus Alex, Perburuan Tersangka Lain Belum Berhenti

by sigit
Januari 10, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – KPK akhirnya membuat keputusan yang selama ini dinanti publik. Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (YQC) dan mantan staf khususnya, Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex (IAA), resmi menyandang status tersangka dalam kasus dugaan korupsi kuota haji 2024. Namun cerita belum berhenti di dua nama itu. KPK memberi sinyal: kemungkinan tersangka lain masih terbuka.

“Penyidikan masih berprogres,” kata Juru Bicara KPK, Budi, Sabtu (10/1/2026). Dengan kata lain, pintu belum tertutup.

Menunggu Angka Kerugian Negara

Saat ini, KPK masih menunggu satu angka penting dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK): nilai final kerugian keuangan negara. Tanpa angka itu, kasus ini ibarat api yang sudah menyala tapi belum sepenuhnya terlihat besarnya.

Meski begitu, penyidik tidak berhenti bekerja. KPK menegaskan proses hukum terhadap YQC dan IAA terus berjalan, sambil membuka ruang pengembangan perkara. Artinya, siapa pun yang terlibat langsung atau tidak masih berpotensi ikut terseret.

Aset Diminta Kembali, Travel Diminta Jujur

Selain kerugian negara, KPK juga memburu aset. KPK meminta Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) atau travel haji mengembalikan aset yang diduga terkait korupsi kuota.

Ini Belum Selesai

Suran Agung PSHW ke-123: Madiun Mengawal Persaudaraan

TABOOO Corner Hadir di Winongo, Buka Ruang Membaca Realitas

Pesannya jelas: kembalikan sekarang atau disita nanti. Bagi KPK, pengembalian aset bukan sekadar formalitas, tapi langkah awal untuk memulihkan kerugian negaradan mungkin, membersihkan jejak.

Dari Lobi Presiden ke Dugaan Uang Percepatan

Kasus ini berakar dari tambahan 20 ribu kuota haji 2024 yang Indonesia dapatkan setelah Presiden Joko Widodo melobi Arab Saudi. Tujuannya mulia: memangkas antrean haji reguler yang bisa mencapai 20 tahun.

Namun Kementerian Agama membagi kuota tambahan sama rata: 10 ribu untuk haji reguler, 10 ribu untuk haji khusus. Padahal Undang-Undang mengatur kuota haji khusus maksimal 8 persen dari total kuota nasional.

Di titik inilah KPK mencium aroma kongkalikong. Penyidik menduga terjadi kerja sama antara oknum Kemenag dan travel haji khusus. Modusnya: “uang percepatan”.

Angkanya tidak kecil. KPK menyebut oknum menetapkan biaya percepatan antara USD 2.400 hingga USD 7.000 per jemaah, setara Rp 39,7 juta ke atas. Imbalannya: berangkat haji tanpa antre panjang, lewat kuota tambahan haji khusus.

Ironisnya, calon jemaah haji khusus pun sejatinya tetap harus menunggu 2–3 tahun. Intinya, uang dan koneksi membuka jalan cepat, sementara jemaah reguler tetap tersangkut antrean puluhan tahun.

Yang diuntungkan jelas: oknum pejabat dan pihak travel bermain di balik layar. Mereka menjual harapan spiritual dengan harga dolar.

Kerugian menimpa banyak pihak: negara menanggung potensi kerugian keuangan, jemaah reguler kehilangan haknya, dan publik luas merasakan dampak karena praktik dagang mencoreng ibadah.

Bahkan, KPK mengungkap bahwa oknum sempat mengembalikan sebagian “uang percepatan” ke travel bukan karena kesadaran, tetapi karena ketakutan saat DPR mulai menggulirkan wacana pansus haji 2024.

Catatan Akhir

Kasus ini mengingatkan kita: di negeri ini, siapa pun bisa memotong antrean menuju Tanah Suci asal dompetnya tebal dan birokrasi terbuka. Pertanyaannya kini sederhana tapi menohok: berapa lama lagi ibadah harus membayar harga dari kekuasaan yang tak tahu batas? (red)

Tags: KemenagKPKKuota Haji

Kamu Melewatkan Ini

Harley, Valas, dan Uang Rp145 Miliar: Jejak Korupsi Silmy Karim

Harley, Valas, dan Uang Rp145 Miliar: Jejak Korupsi Silmy Karim

by dimas
Juni 6, 2026

KPK menyita mobil sport, Harley, perhiasan, dan valas dari rumah Silmy Karim. Penyidik menelusuri dugaan korupsi izin tinggal WNA senilai...

Rel Uang di Balik Rel Kereta: Ketika Proyek Negara Jadi Jalur Fee Elite

Rel Uang di Balik Rel Kereta: Proyek Negara Jadi Jalur Fee Elite?

by teguh
Mei 29, 2026

Rel kereta seharusnya membawa orang sampai tujuan. Namun dalam kasus dugaan korupsi proyek jalur kereta di Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA)...

Dugaan Gratifikasi di Kemenhub: Rel Kereta atau Jalur Uang?

Dugaan Gratifikasi di Kemenhub: Rel Kereta atau Jalur Uang?

by teguh
Mei 28, 2026

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memburu dugaan aliran uang dalam kasus korupsi proyek jalur kereta api di Direktorat Jenderal Perkeretaapian...

Next Post
Airnya Bening, Risikonya Nggak Kelihatan: Bahaya Mikroplastik di Balik AMDK

Airnya Bening, Risikonya Nggak Kelihatan: Bahaya Mikroplastik di Balik AMDK

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id