Kamis, Juni 11, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Korban Banjir dan Longsor Sumatera Tembus 1.167 Jiwa, Aceh Terparah

by dimas
Januari 4, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban jiwa akibat banjir dan tanah longsor di Pulau Sumatera kembali bertambah. Hingga Sabtu (3/1/2026), total korban meninggal dunia mencapai 1.167 orang, setelah adanya penambahan 10 korban dari Kabupaten Aceh Utara.

Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan pembaruan tersebut dalam konferensi pers di Kantor BNPB, Jakarta Timur. Penambahan korban ini menunjukkan bahwa dampak bencana masih terus terasa, meski sebagian wilayah mulai memasuki fase pemulihan.

“Hari ini ada penambahan 10 korban jiwa dari Aceh Utara. Dengan demikian, total korban meninggal dunia per 3 Januari 2026 mencapai 1.167 orang,” ujar Abdul Muhari.

Aceh Catat Korban Jiwa Terbanyak

BNPB mencatat Provinsi Aceh sebagai wilayah dengan jumlah korban meninggal dunia tertinggi. Setelah pembaruan data terbaru, jumlah korban jiwa di Aceh mencapai 540 orang. Angka ini menempatkan Aceh sebagai daerah paling terdampak dalam rangkaian bencana di Sumatera.

Sumatera Utara berada di posisi berikutnya dengan 365 korban meninggal dunia. Sementara itu, Sumatera Barat mencatat 262 korban jiwa. Ketiga provinsi ini menjadi fokus utama penanganan darurat karena skala kerusakan dan jumlah korban yang besar.

Ini Belum Selesai

Harga Pertamax Melonjak, Dompet Rakyat Kian Tercekik

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

Ratusan Orang Masih Dinyatakan Hilang

Selain korban meninggal, BNPB masih mencatat 165 orang yang dinyatakan hilang. Rinciannya, 31 orang hilang di Aceh, 60 orang di Sumatera Utara, dan 74 orang di Sumatera Barat.

Tim SAR gabungan terus melanjutkan operasi pencarian, terutama di wilayah yang masih menerapkan status tanggap darurat. Abdul Muhari menyebut akses yang terbatas dan kondisi medan yang berat masih menjadi tantangan utama di lapangan.

“Pencarian dan pertolongan masih kami lanjutkan, khususnya di provinsi yang status tanggap daruratnya masih berlaku,” tambahnya.

Jumlah Pengungsi Mulai Menurun

Di tengah proses pencarian, BNPB melaporkan perkembangan positif pada jumlah pengungsi. Dalam dua hari terakhir, sebanyak 122.507 jiwa telah kembali ke rumah masing-masing. Sebagian warga mulai membersihkan rumah, sementara lainnya membangun hunian sementara.

Saat ini, jumlah pengungsi yang masih bertahan di lokasi pengungsian tercatat sebanyak 257.780 jiwa. Penurunan ini terjadi seiring intensifnya pembersihan kawasan terdampak oleh aparat gabungan, relawan, dan masyarakat setempat.

Abdul Muhari menegaskan, pemerintah terus mempercepat pemulihan awal tanpa mengabaikan keselamatan warga.

Di balik angka-angka statistik ini, ribuan keluarga masih berjuang memulihkan hidup mereka. Ketika air mulai surut dan tanah mengering, duka belum tentu ikut pergi dan di situlah ujian negara sebenarnya dimulai. @dimas

Tags: AcehbanjirbencanaBNPBDaruratkorbanNasionalPemulihanpengungsiSARSumateraSumatera BaratSumatera UtaraTanah Longsor

Kamu Melewatkan Ini

Birokrasi atau Balas Jasa Politik? Tito Bongkar Praktik Titipan Honorer di Daerah

Birokrasi atau Balas Jasa Politik? Tito Bongkar Praktik Titipan Honorer di Daerah

by teguh
Juni 9, 2026

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian membuka kembali perdebatan lama tentang hubungan politik dan birokrasi daerah. Dalam rapat bersama Komisi II...

Mentan Tantang Kampus Wujudkan Swasembada Pangan

Mentan Tantang Kampus Wujudkan Swasembada Pangan

by teguh
Juni 6, 2026

Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, mengajak seluruh perguruan tinggi di Indonesia mengambil peran lebih besar dalam mewujudkan swasembada...

Buku yang Menulis Indonesia Sebelum Indonesia Lahir

Buku yang Menulis Indonesia Sebelum Indonesia Lahir

by jeje
Juni 2, 2026

Bagaimana mungkin seseorang menulis tentang Indonesia sebelum Indonesia benar-benar ada? Pertanyaan itu muncul ketika membaca Naar de Republiek Indonesia, karya Tan...

Next Post
Terduga Pembunuh Anak Politikus PKS Akhirnya Dibekuk Polisi

Terduga Pembunuh Anak Politikus PKS Akhirnya Dibekuk Polisi

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id