Rabu, Juni 10, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Terduga Pembunuh Anak Politikus PKS Akhirnya Dibekuk Polisi

by dimas
Januari 4, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Pelarian terduga pelaku pembunuhan anak anggota Dewan Pakar DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Cilegon, Maman Suherman, akhirnya berakhir. Polisi menangkap pria berinisial HA (30) setelah warga memergokinya mencuri di sebuah rumah di Kota Cilegon, Banten.

Tim gabungan Polres Cilegon dan Polda Banten membekuk HA pada Jumat (2/1/2026) di Lingkungan Pabuaran, Kelurahan Ciwedus. Penangkapan ini tidak berawal dari operasi khusus, melainkan dari laporan warga yang curiga terhadap aktivitas mencurigakan di rumah tersebut.

“Iya, yang bersangkutan kami tangkap saat mencuri di rumah warga,” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Banten Kombes Pol Dian Setyawan, pada Sabtu (3/1/2026).

Aksi Pencurian yang Mengakhiri Pelarian

HA memasuki rumah milik Roisyudin Sayuri, mantan anggota DPRD Kota Cilegon. Asisten rumah tangga memergoki gerak-gerik pelaku dan langsung meminta bantuan warga sekitar.

Warga kemudian menghubungi polisi. Petugas segera mendatangi lokasi, menyisir rumah, dan menemukan HA bersembunyi di salah satu ruangan. Polisi langsung mengamankan pelaku tanpa perlawanan dan membawanya ke Mapolres Cilegon.

Ini Belum Selesai

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

Chatib Basri Dipanggil ke Istana, Apakah Purbaya Akan Diganti?

HA merupakan warga Palembang, Sumatera Selatan. Selama beberapa pekan terakhir, polisi memburu HA karena dugaan keterlibatannya dalam kasus pembunuhan yang mengguncang publik Cilegon sejak pertengahan Desember 2025.

Mengakui Pembunuhan Anak Maman Suherman

Dalam pemeriksaan awal, HA mengakui perbuatannya membunuh MAHM (9), putra Maman Suherman. Pembunuhan tersebut terjadi pada Selasa (16/12/2025) dan meninggalkan trauma mendalam bagi keluarga korban serta masyarakat sekitar.

Polisi langsung menahan HA untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Foto yang diunggah melalui status WhatsApp Kasat Reskrim Polres Cilegon AKP Yoga Tama memperlihatkan HA duduk di lantai lobi Mapolres Cilegon dengan tangan terborgol menggunakan tali ties.

Dalam foto yang sama, Kombes Pol Dian Setyawan dan AKP Yoga Tama terlihat berdiri di belakang pelaku. Hingga kini, polisi masih menutup rapat motif pembunuhan dan peran detail HA dalam kasus tersebut.

“Nanti kami sampaikan saat ekspose resmi,” ujar Dian.

Detik-Detik Pembunuhan yang Mengguncang Keluarga

Peristiwa tragis itu bermula sekitar pukul 14.20 WIB. Saat itu, Maman Suherman menerima telepon dari anak keduanya yang terdengar panik dan meminta pertolongan. Maman langsung meninggalkan pekerjaannya dan pulang ke rumah.

Sesampainya di rumah, Maman membuka pintu dan menemukan anaknya dalam kondisi tengkurap, bersimbah darah, dengan luka serius di sekujur tubuh. Ia segera membawa korban ke Rumah Sakit Bethsaida, Kota Cilegon. Namun, dokter menyatakan nyawa MAHM tidak tertolong.

Pemeriksaan awal menunjukkan korban mengalami 19 luka tusukan benda tajam, temuan yang memperkuat dugaan tindak kekerasan brutal.

Luka Sosial yang Tak Mudah Sembuh

Kasus ini tidak hanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban, tetapi juga kembali mengguncang rasa aman masyarakat. Anak-anak dan keluarga menjadi kelompok yang paling terdampak, terutama dalam kehidupan sehari-hari yang kini dibayangi rasa waswas.

Sorotan publik kian menguat karena latar belakang korban sebagai anak tokoh partai. Polisi pun menghadapi tuntutan besar untuk menuntaskan kasus ini secara transparan dan tuntas. Sebab, keadilan tidak cukup berhenti pada penangkapan pelaku ia harus hadir untuk memastikan tragedi serupa tidak terus berulang, karena rasa aman seharusnya menjadi hak setiap anak, siapa pun orang tuanya. @dimas

Tags: KeadilanKeamanan NegaraKriminalKriminal & HukumpelakuPembunuhanPenegakanPidanaPolisitangkap

Kamu Melewatkan Ini

Video Bea Cukai: Fakta atau Framing yang Keburu Meledak?

Video Bea Cukai: Fakta atau Framing yang Keburu Meledak?

by teguh
Mei 9, 2026

Video berdurasi 22 detik memicu gelombang opini di media sosial. Dua petugas berseragam Bea Cukai mendatangi Warung Madura pada malam...

Viral Penggeledahan Warung Madura, Bea Cukai Tegal Tegaskan Tak Ada Pungli

Viral Penggeledahan Warung Madura, Bea Cukai Tegal Tegaskan Tak Ada Pungli

by teguh
Mei 9, 2026

Video penggeledahan Warung Madura viral di media sosial dan langsung memicu sorotan publik. Dalam video berdurasi 22 detik itu, pemilik...

Pelarian Kiai Pati Berakhir di Wonogiri: Jejak Kabur yang Terhenti Dini Hari

Pelarian Kiai Pati Berakhir di Wonogiri: Jejak Kabur yang Terhenti Dini Hari

by dimas
Mei 7, 2026

Pelarian seorang kiai di Pati tidak terjadi dalam satu malam. Sebaliknya, ia lahir dari rangkaian proses panjang yang dimulai dari...

Next Post
Ini Alasan Trump Menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro

Ini Alasan Trump Menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id