Selasa, Oktober 20, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Prasasti, Jaksa, dan Drama Anti Korupsi ala Indonesia

by dimas
Desember 25, 2025
in Edge
A A
Home Edge
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Edge – Bayangkan, kamu sedang berjalan di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, tiba-tiba melihat Presiden menulis pesan khusus di prasasti untuk para jaksa. Ini bukan adegan film superhero, tetapi kenyataan Rabu (24/12/2025). Presiden Prabowo Subianto menempelkan kata-kata tegas: “Jadilah jaksa yang berani dan jujur membela keadilan demi bangsa dan rakyat Indonesia tercinta!”

Kejadian ini bersamaan dengan penyerahan uang denda pelanggaran administratif kawasan hutan. Dengan cara ini, negara ingin menyampaikan pesan moral secara visual “Jangan korupsi!” Tidak hanya formalitas, tetapi juga sinyal kuat bagi aparat penegak hukum.

Fakta Singkat Tapi Menggigit

Selain menulis di prasasti, Prabowo menegaskan dalam sambutannya bahwa keberanian jaksa sangat penting untuk melindungi kekayaan negara. Ia menekankan bahwa sejak memegang mandat, tekadnya jelas melawan korupsi, siapa pun pelakunya, di mana pun lokasinya. Lebih jauh, ia menambahkan, lebih baik kita dipanggil Tuhan membela kebenaran daripada diam melihat perampokan kekayaan negara.

Selain itu, Prabowo meminta aparat penegak hukum menjalankan tugas tanpa ragu, menolak tekanan eksternal, dan tidak memandang siapa yang melobi mereka. Dengan kata lain, keberanian dan integritas harus berjalan beriringan.

Drama Politik atau Komedi Sosial?

Sekilas serius, tetapi jika diperhatikan, situasi ini menyerupai stand-up comedy versi Kejagung. Bayangkan jaksa yang sibuk mengurus berkas tiba-tiba menerima motivasi ala TikTok dari prasasti. Tentu, efeknya langsung terlihat di media sosial, di mana netizen menyoroti absurditas ini: pesan moral di prasasti tampak lebih konsisten mengawasi korupsi dibandingkan sistem birokrasi yang panjang dan kompleks.

Ini Belum Selesai

Api Dipadamkan, Masalahnya Jangan Ikut Dibiarkan

Survei SMRC: Kepuasan Publik terhadap Prabowo Anjlok ke 44,5 Persen

Selain itu, pesan tegas ini juga memiliki unsur ironis. Benda mati prasasti seolah menjadi pengawas moral digital, lebih konsisten daripada notifikasi WhatsApp yang muncul setiap jam. Dengan demikian, simbol ini bekerja dua kali lipat sebagai alat motivasi sekaligus hiburan satir bagi publik.

Anti-Korupsi, Tapi Jangan Lupa Selfie

Pada akhirnya, pesan Prabowo bukan sekadar moralitas, tetapi juga simbol politik. Melalui drama ini, publik diajak menertawakan absurditas sekaligus berharap moralitas benar-benar diterapkan.

Pertanyaannya tetap siapa yang paling terdampak dari drama ini? Jaksa yang bekerja, rakyat yang menunggu keadilan, atau netizen yang cuma scroll feed sambil mengernyit?

Di Indonesia, kadang yang paling jujur bukan cuma aparat, tetapi juga mereka yang bisa melihat absurditas sistem sambil berharap moralitas tidak berhenti di kata-kata prasasti. Dengan demikian, pesan itu sekaligus menjadi cermin sosial dan sedikit hiburan satir yang cerdas. @dimas

Tags: DendaJaksaKejaksaan AgungKorupsi di IndonesiaKriminal & HukumPenegakan HukumPolitik Indonesiapresiden prabowo

Kamu Melewatkan Ini

Fatwa Haram Vape di Depan Mata, Terus Nasib UMKM yang Tak Terlibat Narkotika?

Fatwa Haram Vape di Depan Mata, Terus Nasib UMKM yang Tak Terlibat Narkotika?

by teguh
Oktober 18, 2026

Aroma buah tidak menjamin cairan vape aman. Di balik kemasan yang tampak biasa, aparat menghadapi tantangan untuk membedakan produk legal...

Karhutla Padam, Sawit Tumbuh di Kawasan Hutan Dharmasraya

Karhutla Padam, Sawit Tumbuh di Kawasan Hutan Dharmasraya

by dimas
Oktober 18, 2026

Karhutla di Dharmasraya padam, tetapi tanaman sawit tumbuh di kawasan hutan seluas 5,9 hektare. Polisi menelusuri dugaan pelanggaran dan pihak...

Kabar OTT Bupati Klaten Viral: Ketika Dugaan Berlari Lebih Cepat daripada Bukti

Kabar OTT Bupati Klaten Viral: Ketika Dugaan Berlari Lebih Cepat daripada Bukti

by teguh
Oktober 15, 2026

Kabar OTT (Operasi Tangkap Tangan) KPK di Klaten pada 15/10/2026 memicu perhatian publik. Nama Bupati Hamenang Wajar Ismoyo ikut muncul...

Next Post
FIFA Hadir di Netflix: Sepak Bola Digital Gratis untuk Semua

FIFA Hadir di Netflix: Sepak Bola Digital Gratis untuk Semua

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id