Tabooo.id: Otomotif – Ducati lagi-lagi bikin geger. Setelah Panigale jadi poster boy MotoGP untuk jalan raya, kini giliran Diavel V4 RS yang tampil sebagai muscle cruiser paling bengis dengan DNA Superbike murni di balik bodinya yang gemuk.
Kalau Diavel biasanya identik dengan motor touring berotot, varian RS ini jelas berkata lain: “lupakan cruising, mari kita bicara akselerasi 0–100 km/jam dalam 2,52 detik.” Ya, cepatnya setara hypercar.
RS: Lencana Balap, Bukan Sekadar Branding
Lencana “RS” bukan tempelan kosmetik. Dalam kamus Ducati, itu berarti Race-Spec. Artinya: mesin, sasis, dan komponen semua sudah disulap jadi versi ekstrim.
Kalau Diavel standar pakai mesin V4 Granturismo 1.158 cc (168 hp) yang nyaman buat touring, Diavel V4 RS langsung comot jantung Desmosedici Stradale 1.103 cc dari Panigale. Hasilnya? Tenaga melonjak jadi 182 hp, dengan karakter RPM tinggi khas motor balap.
Dan biar makin eksklusif, Ducati kasih kopling kering STM-EVO SBK—ikon balap yang terkenal berisik, keras, tapi bikin puritan Ducati senyum puas. Ini motor yang bukan sekadar dikendarai, tapi dipamerkan.
Performa: Cruiser dengan Nafas Superbike
Secara klaim resmi, Diavel V4 RS adalah Ducati produksi tercepat soal akselerasi. 0–100 km/jam? 2,52 detik. Itu levelnya bukan lagi muscle cruiser, tapi hyper-naked race bike berkedok cruiser.
Buat menopang performa ini, Ducati kasih:
- Suspensi Öhlins full adjustable → stabil di kecepatan tinggi.
- Rem Brembo Stylema + cakram 330 mm → setara Superbike Panigale.
- Pelek forged + bodi karbon → bikin bobot turun 3 kg, tapi dampaknya terasa jauh lebih besar karena pengurangan massa unsprung.
Hasilnya: motor berotot yang tadinya jadi “Harley versi Italia,” sekarang punya DNA handling lincah ala streetfighter.
Estetika: Otot Balap, Bukan Otot Touring
Visual Diavel V4 RS juga bukan lagi soal gaya cruiser macho. Ducati bikin panel serat karbon, jok tunggal monoposto, dan livery racing eksklusif.
Pesannya jelas: ini bukan motor buat bawa boncenger ke kafe, ini motor buat pamer di trek dan di garasi kolektor.
Pasar: Main di Kelas Ultra-Premium
Harga global ditetapkan $39.995 (sekitar Rp 650 juta), tapi untuk Indonesia jelas bakal melambung. Mengingat Diavel standar saja sudah Rp 535–610 juta OTR, maka RS diproyeksikan di atas Rp 800 juta, bahkan bisa sentuh Rp 1 miliar tergantung pajak dan ketersediaan unit.
Kompetitornya? Bukan Harley, tapi Triumph Rocket 3. Bedanya, Rocket jual displacement raksasa (2.458 cc) dan torsi brutal. Sementara Ducati jual teknologi balap, RPM tinggi, dan eksklusivitas edisi terbatas. Dua dunia berbeda, dua audiens berbeda.
Ducati Diavel V4 RS adalah paradoks. Di atas kertas, ini muscle cruiser. Tapi DNA-nya jelas: hyper-naked race-spec dengan baju tebal.
Motor ini tidak untuk semua orang. Tidak ramah kantong, tidak ramah perawatan, bahkan tidak ramah telinga (thanks to dry clutch drama). Tapi justru itulah esensinya.
Motor ini dibuat untuk mereka yang ingin bilang: “Saya punya Diavel tercepat yang pernah ada, dengan jantung MotoGP di dalamnya.”
Pertanyaannya: apakah kamu siap menjinakkan monster yang lebih pantas diparkir di sirkuit ketimbang dipakai cruising di Sudirman? @tabooo




