• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
Senin, Maret 23, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home News Nasional

Korban Banjir dan Longsor Sumatra Tembus 1.106 Jiwa

Desember 23, 2025
in Nasional, News
A A
Korban Banjir dan Longsor Sumatra Tembus 1.106 Jiwa

Akses jalan dan jembatan di Desa Uning Emas, Kecamatan Pinto Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, terputus akibat longsor. (Foto Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Bencana banjir dan tanah longsor di Sumatra kembali menelan korban jiwa. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat penambahan 16 korban meninggal dunia pada Selasa, (22/12/2025) sore. Dengan tambahan tersebut, total korban jiwa di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat kini mencapai 1.106 orang.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul, menyampaikan bahwa tim gabungan terus memperbarui data berdasarkan temuan lapangan dan proses identifikasi terbaru. Pemerintah pusat dan daerah, kata dia, menyampaikan belasungkawa mendalam atas hilangnya ribuan nyawa dalam salah satu rangkaian bencana terburuk di penghujung tahun ini.

Pencarian Berlanjut, Ratusan Masih Hilang

Di tengah bertambahnya korban meninggal, tim pencarian mencatat perkembangan lain. Jumlah warga yang masih dalam pencarian berkurang sepuluh orang, sehingga saat ini 175 jiwa masih dinyatakan hilang. Tim SAR gabungan terus menyisir wilayah terdampak, meski medan berat dan cuaca yang belum sepenuhnya bersahabat kerap memperlambat proses evakuasi.

Sementara itu, BNPB mencatat jumlah pengungsi mencapai 502.570 jiwa. Angka ini memang mulai menurun dibandingkan pekan sebelumnya, seiring sebagian warga memilih kembali ke rumah untuk membersihkan sisa lumpur atau mengungsi sementara ke rumah kerabat di luar wilayah terdampak.

Dapur Umum Jadi Penyangga Kehidupan

Meski sebagian pengungsi mulai meninggalkan pos penampungan, kebutuhan dasar mereka belum sepenuhnya pulih. Pemerintah dan masyarakat masih menopang kebutuhan pangan warga melalui dapur umum. Dinas Sosial Provinsi Aceh bersama berbagai elemen masyarakat terus memasok bahan makanan agar distribusi logistik tetap berjalan.

RelatedPosts

7.039 Pemudik Gratis Tiba di Tirtonadi, Mayoritas dari DKI Jakarta

Prabowo Sebut Penyiraman Aktivis KontraS Terorisme, Harus Usut Dalangnya

Kondisi ini menunjukkan satu sisi ketahanan sosial masyarakat yang saling membantu. Namun di sisi lain, ketergantungan pada dapur umum juga menandakan pemulihan ekonomi rumah tangga warga belum benar-benar berjalan.

Fase Tanggap Darurat Mendekati Akhir

Abdul menjelaskan bahwa saat ini pemerintah memasuki hari kedua menjelang penutupan perpanjangan fase tanggap darurat di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Meski fase ini hampir berakhir, pemerintah tetap menjalankan prioritas penanganan secara penuh agar dampak lanjutan bencana tidak semakin meluas.

Lima fokus utama tetap menjadi pegangan pemerintah, mulai dari pencarian dan pertolongan korban, distribusi logistik, pemulihan akses jalan, pemulihan jaringan komunikasi, hingga pemenuhan kebutuhan energi seperti listrik dan bahan bakar minyak.

Alat Berat Turun, Pemulihan Dimulai dari Akar Rumput

Di Aceh Tamiang, aparat meningkatkan upaya pembersihan secara masif. TNI mengerahkan tambahan personel dari satu Batalyon Zeni Tempur dan satu Batalyon Konstruksi lengkap dengan alat berat. Petugas tidak hanya membersihkan pusat kota dan kantor pemerintahan, tetapi juga menyasar permukiman warga, pondok pesantren, fasilitas olahraga, hingga puskesmas.

Langkah ini memberi harapan awal bagi warga untuk kembali menjalani kehidupan normal. Namun pemulihan fisik hanya satu bagian dari proses panjang pascabencana.

Antara Respons Negara dan Luka Sosial

Penanganan bencana ini menunjukkan negara hadir melalui logistik, personel, dan kebijakan tanggap darurat. Pemerintah diuntungkan oleh citra responsif dan kerja lintas lembaga yang masif. Namun masyarakat terdampak tetap menanggung kerugian terbesar kehilangan anggota keluarga, rumah, dan mata pencaharian.

Bencana ini kembali mengingatkan bahwa di negeri rawan bencana, kecepatan respons saja tidak cukup. Tanpa mitigasi serius dan tata kelola lingkungan yang berkelanjutan, angka korban bisa terus bertambah dan duka akan selalu datang lebih cepat daripada kesiapan. @dimas

Tags: AcehbanjirBencana AlamBNPBKemanusiaankorbanlongsorPemulihanpengungsiSolidaritassumatra
Next Post
Konsep Otomatis

Sopir Minim Pengalaman Diduga Picu Kecelakaan Bus di Tol Krapyak

Recommended

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

6 bulan ago
Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

4 bulan ago

Popular News

  • KPK Buka Peluang Tahanan Rumah, Kasus Yaqut Jadi Sorotan Publik

    KPK Buka Peluang Tahanan Rumah, Kasus Yaqut Jadi Sorotan Publik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Trump Beri Ultimatum 48 Jam ke Iran untuk Buka Selat Hormuz

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi dalam Dua Gelombang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gelar Griya di Istana, Prabowo Satukan Elite Politik dalam Suasana Lebaran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Karaton ke Masjid Agung, Gunungan Garebeg Pasa Jadi Rebutan Ratusan Warga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Life
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Talk
  • Vibes

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.