Rabu, Juni 10, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Korban Banjir dan Longsor Sumatra Tembus 1.106 Jiwa

by dimas
Desember 23, 2025
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Bencana banjir dan tanah longsor di Sumatra kembali menelan korban jiwa. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat penambahan 16 korban meninggal dunia pada Selasa, (22/12/2025) sore. Dengan tambahan tersebut, total korban jiwa di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat kini mencapai 1.106 orang.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul, menyampaikan bahwa tim gabungan terus memperbarui data berdasarkan temuan lapangan dan proses identifikasi terbaru. Pemerintah pusat dan daerah, kata dia, menyampaikan belasungkawa mendalam atas hilangnya ribuan nyawa dalam salah satu rangkaian bencana terburuk di penghujung tahun ini.

Pencarian Berlanjut, Ratusan Masih Hilang

Di tengah bertambahnya korban meninggal, tim pencarian mencatat perkembangan lain. Jumlah warga yang masih dalam pencarian berkurang sepuluh orang, sehingga saat ini 175 jiwa masih dinyatakan hilang. Tim SAR gabungan terus menyisir wilayah terdampak, meski medan berat dan cuaca yang belum sepenuhnya bersahabat kerap memperlambat proses evakuasi.

Sementara itu, BNPB mencatat jumlah pengungsi mencapai 502.570 jiwa. Angka ini memang mulai menurun dibandingkan pekan sebelumnya, seiring sebagian warga memilih kembali ke rumah untuk membersihkan sisa lumpur atau mengungsi sementara ke rumah kerabat di luar wilayah terdampak.

Dapur Umum Jadi Penyangga Kehidupan

Meski sebagian pengungsi mulai meninggalkan pos penampungan, kebutuhan dasar mereka belum sepenuhnya pulih. Pemerintah dan masyarakat masih menopang kebutuhan pangan warga melalui dapur umum. Dinas Sosial Provinsi Aceh bersama berbagai elemen masyarakat terus memasok bahan makanan agar distribusi logistik tetap berjalan.

Ini Belum Selesai

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

Chatib Basri Dipanggil ke Istana, Apakah Purbaya Akan Diganti?

Kondisi ini menunjukkan satu sisi ketahanan sosial masyarakat yang saling membantu. Namun di sisi lain, ketergantungan pada dapur umum juga menandakan pemulihan ekonomi rumah tangga warga belum benar-benar berjalan.

Fase Tanggap Darurat Mendekati Akhir

Abdul menjelaskan bahwa saat ini pemerintah memasuki hari kedua menjelang penutupan perpanjangan fase tanggap darurat di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Meski fase ini hampir berakhir, pemerintah tetap menjalankan prioritas penanganan secara penuh agar dampak lanjutan bencana tidak semakin meluas.

Lima fokus utama tetap menjadi pegangan pemerintah, mulai dari pencarian dan pertolongan korban, distribusi logistik, pemulihan akses jalan, pemulihan jaringan komunikasi, hingga pemenuhan kebutuhan energi seperti listrik dan bahan bakar minyak.

Alat Berat Turun, Pemulihan Dimulai dari Akar Rumput

Di Aceh Tamiang, aparat meningkatkan upaya pembersihan secara masif. TNI mengerahkan tambahan personel dari satu Batalyon Zeni Tempur dan satu Batalyon Konstruksi lengkap dengan alat berat. Petugas tidak hanya membersihkan pusat kota dan kantor pemerintahan, tetapi juga menyasar permukiman warga, pondok pesantren, fasilitas olahraga, hingga puskesmas.

Langkah ini memberi harapan awal bagi warga untuk kembali menjalani kehidupan normal. Namun pemulihan fisik hanya satu bagian dari proses panjang pascabencana.

Antara Respons Negara dan Luka Sosial

Penanganan bencana ini menunjukkan negara hadir melalui logistik, personel, dan kebijakan tanggap darurat. Pemerintah diuntungkan oleh citra responsif dan kerja lintas lembaga yang masif. Namun masyarakat terdampak tetap menanggung kerugian terbesar kehilangan anggota keluarga, rumah, dan mata pencaharian.

Bencana ini kembali mengingatkan bahwa di negeri rawan bencana, kecepatan respons saja tidak cukup. Tanpa mitigasi serius dan tata kelola lingkungan yang berkelanjutan, angka korban bisa terus bertambah dan duka akan selalu datang lebih cepat daripada kesiapan. @dimas

Tags: AcehbanjirBencana AlamBNPBKemanusiaankorbanlongsorPemulihanpengungsiSolidaritassumatra

Kamu Melewatkan Ini

Tsunami Filipina Tiba di Kaltim: Gelombang Kecil, Ancaman Besar.

Tsunami Filipina Tiba di Kaltim: Gelombang Kecil, Ancaman Besar

by dimas
Juni 8, 2026

Tsunami akibat gempa M 7,7 di Filipina mencapai pesisir Kalimantan Timur. Meski hanya 20-30 sentimeter, BMKG mengingatkan ancamannya tidak boleh...

Banjir Kiriman Lagi: Kenapa Warga Hilir Selalu Jadi Korban?

Banjir Kiriman Lagi: Kenapa Warga Hilir Selalu Jadi Korban?

by teguh
Mei 15, 2026

Pukul 01.30 WIB, sebagian warga Desa Kutorenon masih tertidur. Jalanan tampak lengang, sementara lampu rumah menyala redup di tengah malam...

300 Rumah Terendam Saat Warga Tidur: Banjir Lumajang Datang dari Hulu

300 Rumah Terendam Saat Warga Tidur: Banjir Lumajang Datang dari Hulu

by teguh
Mei 15, 2026

Saat sebagian besar warga masih tertidur lelap, air tiba-tiba masuk ke rumah-rumah di Desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Jawa...

Next Post
Konsep Otomatis

Sopir Minim Pengalaman Diduga Picu Kecelakaan Bus di Tol Krapyak

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id