• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
Kamis, Maret 26, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home News

Asap Hitam Pekat dari Endapan Minyak Ilegal Resahkan Warga Jambi

Desember 21, 2025
in News, Regional
A A
Konsep Otomatis

Endapan minyak ilegal terbakar di RT 10, Kelurahan Paal Merah, Kecamatan Paal Merah, Kota Jambi, Sabtu (20/12/2025) siang. (Foto istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Di Rukun Tetangga (RT) 10 Kelurahan Paal Merah, Kota Jambi, bau solar tidak sekadar mengganggu indera penciuman. Bau itu menandai ancaman yang selama bertahun-tahun membayangi kehidupan warga. Gudang minyak milik PT Kerinci Toba Abadi yang berdiri di tengah permukiman kembali memicu sorotan publik setelah kebocoran minyak menyebabkan pencemaran serius dan kebakaran pada pertengahan Desember 2025.

Warga sebenarnya sudah lama mendengar kabar bahwa pemerintah melarang aktivitas gudang tersebut. Namun di lapangan, larangan itu tak pernah benar-benar terasa. Aktivitas di dalam gudang masih berlangsung, seolah tidak pernah ada perintah penutupan.

Aktivitas Gudang Tetap Berjalan

Ketua RT 10, Minto, menyebut warga berulang kali meminta pemerintah dan kepolisian menutup total gudang minyak itu. Warga menilai keberadaannya terlalu berisiko karena berada di kawasan padat penduduk.

“Katanya ditutup. Tapi yang nutup siapa, kita enggak tahu. Faktanya, masih ada pekerja yang keluar-masuk,” ujar Minto saat ditemui di rumahnya, Sabtu (20/12/2025).

Ia menjelaskan, aktivitas bongkar muat minyak berlangsung sangat dekat dengan rumah warga. Situasi ini memaksa warga hidup dalam kecemasan, tanpa kepastian soal standar keamanan maupun pengawasan resmi.

Kebocoran Minyak dan Api di Tengah Permukiman

Kondisi memburuk pada 15 Desember 2025 sekitar pukul 00.00 WIB. Minyak yang diduga ilegal bocor dari area gudang lalu mengalir ke saluran drainase permukiman. Dampaknya langsung menjalar ke sedikitnya empat RT, yakni RT 10, 11, 20, dan 23.

Aliran minyak tersebut memicu kebakaran besar di lahan rawa RT 11. Petugas pemadam kebakaran memang berhasil menjinakkan api, tetapi risiko belum sepenuhnya hilang. Dinas Pemadam Kebakaran mencatat endapan minyak di aliran air masih berpotensi kembali terbakar, terutama saat cuaca panas dan kering.

RelatedPosts

Sopir Diduga Mengantuk, Mikrobus Rombongan Wisata Kecelakaan di Banten

Penyiraman Aktivis KontraS, Empat Personel BAIS TNI Jalani Pemeriksaan

Dengan kata lain, bahaya masih mengintai di bawah permukaan.

Warga Kehilangan Air Bersih Bertahun-tahun

Pencemaran minyak ini juga menghantam kebutuhan paling dasar warga: air bersih. Minto mengungkapkan bahwa lima kepala keluarga telah kehilangan akses air bersih selama puluhan tahun. Air sumur mereka tercemar, meninggalkan noda kuning di dinding dan lantai kamar mandi.

“Mereka terpaksa numpang air ke tetangga. Itu pun cuma bisa dipakai buat cuci-cuci,” jelas Minto.

Solar yang mencemari sumber air juga mematikan tanaman pertanian dan ikan ternak milik warga. Air yang dulu menopang kehidupan sehari-hari kini berubah menjadi sumber ancaman kesehatan.

Dugaan Beking dan Penegakan Hukum yang Tertahan

Di tengah keresahan warga, isu perlindungan dari pihak tertentu ikut mengemuka. Minto menduga ada kekuatan besar yang membuat gudang tersebut sulit tersentuh hukum.

“Kami dengar-dengar ada yang beking. Tapi siapa dan sebesar apa, kami juga enggak tahu,” ujarnya.

Pantauan di lokasi menunjukkan polisi telah memasang garis pembatas di sekitar gudang setelah insiden kebocoran. Namun hingga berita ini ditulis, pihak PT Kerinci Toba Abadi belum memberikan keterangan resmi. Kasat Reskrim Polresta Jambi juga belum merespons pertanyaan terkait status operasional gudang maupun penyebab kebakaran.

Catatan Akhir

Kasus ini kembali membuka ironi lama gudang minyak bisa beroperasi di tengah kota, sementara warga di sekitarnya kehilangan air bersih di halaman rumah sendiri. Jika larangan hanya berhenti di spanduk dan garis polisi, ancaman keselamatan tinggal menunggu waktu. Dan seperti biasa, warga menjadi pihak pertama yang harus menanggung risikonya. @dimas

Tags: Gudang MinyakIlegalkebakaranKebakaran JambiKrisis Air BersihLingkunganPaal MerahPencemaranPenegakan Hukum
Next Post
The Last of Us dan Harga Emosional Bertahan Hidup

The Last of Us dan Harga Emosional Bertahan Hidup

Recommended

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

6 bulan ago
Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

4 bulan ago

Popular News

  • Satu iPhone, Satu Bisnis: Apple Siap Ubah Cara Orang Indonesia Cari Uang

    Satu iPhone, Satu Bisnis: Apple Siap Ubah Cara Orang Indonesia Cari Uang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bersua Sang Raja: No Jeans, No Kaos

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bersua Sang Raja: Silaturahmi atau Ujian Etika?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bersua Sang Raja: Momen Langka Warga Bisa Bertatap Langsung dengan Raja Surakarta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OnePlus 15T Rilis: Baterai 7.500 mAh, HP Tahan 40 Jam Nonstop

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Life
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Talk
  • Vibes

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.