• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
Kamis, Maret 26, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home News Nasional

Gaji Tunggal ASN: Solusi Efisien atau Ancaman Keadilan?

Oktober 8, 2025
in Nasional, News
A A
Gaji Tunggal ASN: Solusi Efisien atau Ancaman Keadilan?

Pemerintah kembali menghidupkan wacana single salary untuk Aparatur Sipil Negara. (Ilustrasi: Tabooo)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id – Nasional: Pemerintah kembali menghidupkan wacana gaji tunggal atau single salary untuk Aparatur Sipil Negara (ASN). Ide lama yang kini muncul lagi di Nota Keuangan dan RAPBN 2026 ini menjanjikan efisiensi dan meritokrasi.

Tapi buat jutaan ASN di seluruh Indonesia, pertanyaannya sederhana: apakah sistem baru ini bakal bikin hidup mereka lebih layak atau justru makin sempit?

Tercantum di RAPBN 2026 dan RPJPN 2045

Dalam Buku II Nota Keuangan RAPBN 2026, pemerintah menyebut “penguatan kelembagaan” sebagai salah satu prioritas belanja kementerian dan lembaga. Salah satu caranya adalah dengan menerapkan sistem penggajian tunggal bagi ASN dalam periode jangka menengah.

“Hal lain yang dilakukan pada periode jangka menengah adalah penataan proses bisnis, transformasi manajemen ASN, dan sistem penggajian tunggal,” bunyi dokumen yang dikutip pada Selasa (26/8/2025).

Konsep single salary sebenarnya bukan ide baru. Pemerintahan Prabowo Subianto hanya melanjutkan rencana yang sudah tercantum dalam UU Nomor 59 Tahun 2024 tentang RPJPN 2025–2045. Di situ, sistem ini dipromosikan sebagai cara meningkatkan integritas dan kesejahteraan ASN lewat penguatan merit system alias sistem yang menilai berdasarkan kemampuan, bukan kedekatan politik.

Bagaimana Sistem Gaji Tunggal Bekerja

Menurut Civil Apparatus Policy Brief BKN tahun 2017, single salary akan menggabungkan seluruh komponen penghasilan ASN, gaji, tunjangan kinerja, dan tunjangan kemahalan, menjadi satu paket utuh berbasis jabatan.

Gajinya ditentukan lewat grading system, yang menilai posisi, beban kerja, tanggung jawab, dan risiko pekerjaan. Artinya, dua ASN dengan jabatan sama bisa digaji berbeda jika beban kerjanya dianggap tak sepadan.

Kedengarannya adil, tapi juga rawan menimbulkan gesekan. Apalagi kalau penilaiannya subjektif. Di lapangan, ASN sudah lama mengeluh soal ketimpangan tunjangan antar-instansi.

“Kalau grading-nya gak transparan, ya sama aja bohong,” ujar salah satu pegawai kementerian yang enggan disebut namanya.

Belum Ada Kepastian Implementasi

Kepala BKN, Zudan Arif, juga menegaskan bahwa sejauh ini belum ada pembahasan konkret antarinstansi mengenai implementasi single salary.

“Sampai saat ini skemanya masih seperti sekarang ini,” katanya di Gedung DPR/MPR, Senin (25/8/2025) lalu.

Meski begitu, ia mengakui bahwa sistem ini memang masuk dalam rencana jangka menengah pemerintah. “Nanti akan kita tindak lanjuti,” tambahnya.

Jadi, buat ASN, kabar ini bukan berarti gaji langsung naik atau sistem berubah besok. Tapi arah kebijakan sudah jelas: pemerintah ingin memangkas kompleksitas birokrasi keuangan dan memperkuat budaya kerja berbasis kinerja, bukan sekadar masa jabatan.

RelatedPosts

Jubir IRGC Tewas Diserang AS-Israel, Konflik Iran Kian Memanas

Lebaran 2026: Prabowo Undang Ribuan Warga ke Istana Kepresidenan

Isu ini penting untuk Diketahui oleh masyarakat, bukan cuma soal ASN, tapi soal bagaimana negara memperlakukan orang-orang yang bekerja untuknya. Gaji tunggal bisa jadi langkah menuju efisiensi, tapi tanpa keadilan, efisiensi hanyalah nama lain dari ketimpangan baru.

Lalu, kalau gaji ditentukan oleh “harga jabatan”, siapa yang menentukan harga manusia di balik jabatan itu? @tabooo

Tags: ASNBKNFinancialGaji TunggalNasionalNewsRAPBN 2026
Next Post
UNS Heboh! Ada Najwa, Nicholas, dan Radit di “Dialog Generasi”

UNS Heboh! Ada Najwa, Nicholas, dan Radit di “Dialog Generasi”

Recommended

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

6 bulan ago
Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

4 bulan ago

Popular News

  • Pakoe Boewono XIV: Raja Gen Z yang Menyelamatkan Ingatan Kraton

    Bersua Sang Raja: No Jeans, No Kaos

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengamen Jalanan: Korban Sistem atau Pilihan yang Dipelihara?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Di Balik Kelancaran Mudik Lebaran, Nyawa Petugas Jadi Taruhan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Langkah di Bali Butuh Lebih dari Sekadar Mata

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Joget Rp6 Juta Sehari: Program Sosial atau Ladang Cuan?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Life
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Talk
  • Vibes

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.