Rabu, Mei 13, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Gaji Tunggal ASN: Solusi Efisien atau Ancaman Keadilan?

by Tabooo
Oktober 8, 2025
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id – Nasional: Pemerintah kembali menghidupkan wacana gaji tunggal atau single salary untuk Aparatur Sipil Negara (ASN). Ide lama yang kini muncul lagi di Nota Keuangan dan RAPBN 2026 ini menjanjikan efisiensi dan meritokrasi.

Tapi buat jutaan ASN di seluruh Indonesia, pertanyaannya sederhana: apakah sistem baru ini bakal bikin hidup mereka lebih layak atau justru makin sempit?

Tercantum di RAPBN 2026 dan RPJPN 2045

Dalam Buku II Nota Keuangan RAPBN 2026, pemerintah menyebut “penguatan kelembagaan” sebagai salah satu prioritas belanja kementerian dan lembaga. Salah satu caranya adalah dengan menerapkan sistem penggajian tunggal bagi ASN dalam periode jangka menengah.

“Hal lain yang dilakukan pada periode jangka menengah adalah penataan proses bisnis, transformasi manajemen ASN, dan sistem penggajian tunggal,” bunyi dokumen yang dikutip pada Selasa (26/8/2025).

Konsep single salary sebenarnya bukan ide baru. Pemerintahan Prabowo Subianto hanya melanjutkan rencana yang sudah tercantum dalam UU Nomor 59 Tahun 2024 tentang RPJPN 2025–2045. Di situ, sistem ini dipromosikan sebagai cara meningkatkan integritas dan kesejahteraan ASN lewat penguatan merit system alias sistem yang menilai berdasarkan kemampuan, bukan kedekatan politik.

Ini Belum Selesai

Sekolah Rakyat di Kupang: Jalan Baru Anak Miskin Keluar dari Batas Pendidikan?

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Bagaimana Sistem Gaji Tunggal Bekerja

Menurut Civil Apparatus Policy Brief BKN tahun 2017, single salary akan menggabungkan seluruh komponen penghasilan ASN, gaji, tunjangan kinerja, dan tunjangan kemahalan, menjadi satu paket utuh berbasis jabatan.

Gajinya ditentukan lewat grading system, yang menilai posisi, beban kerja, tanggung jawab, dan risiko pekerjaan. Artinya, dua ASN dengan jabatan sama bisa digaji berbeda jika beban kerjanya dianggap tak sepadan.

Kedengarannya adil, tapi juga rawan menimbulkan gesekan. Apalagi kalau penilaiannya subjektif. Di lapangan, ASN sudah lama mengeluh soal ketimpangan tunjangan antar-instansi.

“Kalau grading-nya gak transparan, ya sama aja bohong,” ujar salah satu pegawai kementerian yang enggan disebut namanya.

Belum Ada Kepastian Implementasi

Kepala BKN, Zudan Arif, juga menegaskan bahwa sejauh ini belum ada pembahasan konkret antarinstansi mengenai implementasi single salary.

“Sampai saat ini skemanya masih seperti sekarang ini,” katanya di Gedung DPR/MPR, Senin (25/8/2025) lalu.

Meski begitu, ia mengakui bahwa sistem ini memang masuk dalam rencana jangka menengah pemerintah. “Nanti akan kita tindak lanjuti,” tambahnya.

Jadi, buat ASN, kabar ini bukan berarti gaji langsung naik atau sistem berubah besok. Tapi arah kebijakan sudah jelas: pemerintah ingin memangkas kompleksitas birokrasi keuangan dan memperkuat budaya kerja berbasis kinerja, bukan sekadar masa jabatan.

Isu ini penting untuk Diketahui oleh masyarakat, bukan cuma soal ASN, tapi soal bagaimana negara memperlakukan orang-orang yang bekerja untuknya. Gaji tunggal bisa jadi langkah menuju efisiensi, tapi tanpa keadilan, efisiensi hanyalah nama lain dari ketimpangan baru.

Lalu, kalau gaji ditentukan oleh “harga jabatan”, siapa yang menentukan harga manusia di balik jabatan itu? @tabooo

Tags: ASNNews

Kamu Melewatkan Ini

Film Pesta Babi Kembali Dibubarkan, Kini Terjadi di Ternate

Film Pesta Babi Kembali Dibubarkan, Kini Terjadi di Ternate

by Tabooo
Mei 10, 2026

Film Pesta Babi kembali dibubarkan. Kali ini terjadi di Ternate, Maluku Utara. Aparat TNI menghentikan kegiatan nonton bareng dan diskusi...

Nobar Film Pesta Babi Dibubarkan, Ada Apa dengan Unram?

Nobar Film Pesta Babi Dibubarkan, Ada Apa dengan Unram?

by Tabooo
Mei 8, 2026

Film Pesta Babi memicu ketegangan di lingkungan Universitas Mataram pada Kamis malam, 7 Mei 2026. Mahasiswa menggelar acara nonton bareng....

ASN Hadir Virtual, Negara Masuk Dimensi Metafisik?

ASN Hadir Virtual, Negara Masuk Dimensi Metafisik?

by teguh
Mei 8, 2026

Lampu kantor pemerintahan masih menyala. Fingerprint tetap hijau. Notifikasi “present” terus muncul. Masalahnya cuma satu orangnya tidak ada. Tabooo.id -...

Next Post
UNS Heboh! Ada Najwa, Nicholas, dan Radit di “Dialog Generasi”

UNS Heboh! Ada Najwa, Nicholas, dan Radit di “Dialog Generasi”

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

Rupiah Anjlok ke Rp 17.500 per Dolar AS, Investor Mulai Kehilangan Kepercayaan

Mei 12, 2026

Kuota Tanpa Batas? Nyaman Buat Kamu, Tapi Jaringan Bisa Kewalahan

Mei 8, 2026

Sekolah Rakyat di Kupang: Jalan Baru Anak Miskin Keluar dari Batas Pendidikan?

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id