Kamis, Juli 30, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Thailand–Kamboja Memanas Dua Tetangga RI Kian Rapuh

by teguh
Desember 12, 2025
in Global
A A
Home Reality Global
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Ketegangan di perbatasan Thailand–Kamboja kembali meledak. Suara dentuman terdengar hingga ke kompleks kuil berusia ratusan tahun. Batas negara yang dulu hanya garis tipis di peta berubah menjadi arena perang terbuka jet, tank, hingga drone melintas tanpa henti.

Korban Tewas Bertambah, Warga Lari Tanpa Arah

Otoritas kedua negara melaporkan 20 orang tewas sejak baku tembak kembali muncul pekan lalu. Sementara itu, sekitar 600.000 warga terpaksa meninggalkan rumah, sebagian besar berasal dari Thailand. Mereka berbondong-bondong menuju barak darurat demi mencari perlindungan.

Kamboja mengumumkan bahwa lebih dari 192.000 orang telah mereka evakuasi. Thailand mencatat jumlah lebih besar 400.000 warga kabur dari zona berbahaya sebelum suara tembakan semakin dekat dengan permukiman.

Dua negara tetangga dekat Indonesia itu kembali terjebak konflik lama sengketa perbatasan sepanjang 800 kilometer, lengkap dengan klaim kuil-kuil kuno yang tak pernah selesai sejak era kolonial.

Konflik Terburuk Setelah Gencatan Senjata Buyar

Bentrokan kali ini menjadi yang paling mematikan sejak perang lima hari pada Juli lalu. Padahal, Oktober kemarin kedua negara sempat menyetujui gencatan senjata setelah dorongan kuat dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Namun kesepakatan itu runtuh sebelum benar-benar mengering.

Ini Belum Selesai

QRIS Tembus China: Jembatan Baru Diplomasi Ekonomi Asia

Bahasa Prancis Wajib di Sekolah? Saat Diplomasi Masuk ke Ruang Kelas

“Saya hanya ingin pulang dan bertani lagi,” ujar Rat, pria 61 tahun yang melarikan diri bersama delapan anggota keluarganya.

Chae Yeang, perempuan 88 tahun, menyuarakan hal yang sama. “Saya ingin perang berhenti besok. Itu saja.”

Suara warga ini menggambarkan satu hal: perang perbatasan tidak hanya soal klaim sejarah, tetapi soal hidup yang tercerabut tanpa pilihan.

Trump Kembali Ikut Campur, Tapi Belum Bergerak

Trump kembali membuka suara. Ia menyatakan siap berbicara dengan kedua pemimpin untuk menghentikan eskalasi, bahkan mengklaim pernah “menyelesaikan konflik ini sekali.”

“Saya bisa membuat mereka berhenti bertempur,” ucapnya penuh percaya diri.

Namun Gedung Putih segera mengoreksi. Juru bicara Karoline Leavitt menegaskan bahwa Trump belum melakukan panggilan apa pun, meski pemerintah AS terus memantau krisis di level tertinggi.

Siapa Untung, Siapa Rugi?

Di balik drama politik, siapa yang untung? Industri pertahanan mendapat permintaan tinggi. Pihak militer kedua negara memperkuat posisi politiknya.

Dan siapa yang rugi? Rakyat, yang meninggalkan rumah, ladang, dan masa depannya.
Ekonomi kawasan, yang kembali goyah akibat instabilitas di dua negara kunci Indochina.

Pada akhirnya, perbatasan hanyalah garis buatan manusia. Tapi ketika garis itu berubah menjadi medan tempur, justru manusia yang paling cepat menghilang di balik debu perang. @teguh

Tags: EskalasiEvakuasiGedung PutihkambojaKonflik DuniamemanasMiliterperang

Kamu Melewatkan Ini

Timnas Indonesia Hadapi Kamboja Malam Ini, Tiga Poin Jadi Harga Mati

Timnas Indonesia Hadapi Kamboja Malam Ini, Tiga Poin Jadi Harga Mati

by teguh
Juli 27, 2026

Timnas Indonesia menghadapi laga yang tidak boleh gagal. Senin (27/07/2026) pukul 20.30 WIB, skuad Garuda akan menjamu Kamboja pada laga...

Babinsa Awasi Pajak? Polemik Baru Perluasan Peran Militer

Babinsa Awasi Pajak? Polemik Baru Perluasan Peran Militer

by dimas
Juli 21, 2026

Babinsa masuk dalam pengawasan pajak memicu polemik baru. Koalisi sipil menilai kebijakan ini memperluas peran militer ke ranah sipil, sementara...

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

by jeje
Mei 24, 2026

Lucu, ya. Kita hidup di zaman ketika semua orang tampak marah. Timeline penuh kritik. Warung kopi berubah jadi ruang debat...

Next Post
SEA Games: Dwi Ani Retno Wulan Menyala Persembahkan Emas

Klasemen Medali SEA Games 2025: Indonesia Tertahan, Vietnam Melesat

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id