Kamis, Oktober 29, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

11 Desa Binaan BCA Bidik Pasar Global, Potensi Pendapatan Tembus Rp242 Juta

by teguh
Oktober 29, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter
Sebanyak 11 desa binaan BCA (PT Bank Central Asia Tbk) membidik pasar wisatawan mancanegara melalui Wonderful Indonesia Tourism Fair (WITF) 2026 di Jakarta International Expo (JIEXPO), Kemayoran, Jakarta. Ajang tersebut menghasilkan peluang kunjungan sekitar 124 orang dengan potensi pendapatan Rp242 juta. Namun, angka itu masih berupa potensi, bukan pendapatan yang sudah diterima desa.

Tabooo.id: Jakarta – Dalam kegiatan tersebut, BCA mencatat 64 pelaku industri pariwisata mengikuti diskusi mengenai peluang kerja sama dengan desa-desa binaan. Pertemuan itu membuka kesempatan bagi desa wisata untuk memperluas jaringan bisnis dan menjangkau pasar internasional seperti 11 Desa binaan BCA yang sudah ada.

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, menyebut perluasan akses pasar sebagai salah satu kunci pengembangan desa wisata. Ia menyampaikan pernyataan tersebut melalui keterangan tertulis pada Kamis 29/10/2026.

“Akses pasar menjadi satu hal penting yang perlu didorong dalam mengembangkan Desa Bakti BCA. Kami menyadari akses pasar yang luas dapat menjadi pintu gerbang untuk meningkatkan pertumbuhan sektor wisata di Indonesia,” ujar Hera.

Ia menambahkan, partisipasi BCA dalam WITF 2026 bertujuan membuka peluang kerja sama bisnis yang nyata dan berkelanjutan melalui interaksi langsung dengan puluhan pembeli mancanegara.

11 Desa Binaan BCA dan Beragam Potensi Wisata

BCA membawa desa binaan dari berbagai daerah untuk mempromosikan paket wisata, kekayaan budaya, dan daya tarik alam setempat. Mereka meliputi Kampung Adat Sijunjung di Sumatera Barat, Desa Wisata Dayun di Riau, serta Desa Wisata Limbongan dan Bukit Peramun di Belitung.

Ini Belum Selesai

Denny Indrayana Ajukan Pencabutan Gugatan Suket Gibran, Pihak Terkait Menolak

DPRD Solo: Ultimatum Persis, Tunggakan Rp3,21 Miliar Harus Lunas Akhir 2026

Daftar peserta juga mencakup Wisata Wayang Desa Wukirsari di Yogyakarta, Desa Wisata Edelweiss Wonokitri dan Desa Wisata Tamansari, Desa Wisata Taro di Bali, Desa Wisata Bilebante di Nusa Tenggara Barat, Kampung Adat Prai Ijing/Tebara di Nusa Tenggara Timur, serta Desa Wisata Pulau Derawan di Kalimantan Timur.

Menurut Hera, paket wisata tersebut menawarkan pengalaman budaya dan keindahan alam pedesaan kepada wisatawan mancanegara.

Berdasarkan data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang tercantum dalam materi BCA, Indonesia memiliki 6.396 desa wisata hingga September 2026. Jumlah tersebut menunjukkan besarnya ruang pengembangan pariwisata berbasis desa, meski setiap destinasi tetap membutuhkan akses pasar dan pengelolaan yang memadai.

Rp536 Juta Sudah Tercatat, Rp1,9 Miliar Masih Potensial dari 11 Desa Binaan BCA

BCA mencatat pendapatan desa binaan melalui perluasan akses pasar luar negeri mencapai Rp536 juta sepanjang 2024–2025. Angka ini berbeda dari potensi pendapatan Rp242 juta yang muncul dalam kegiatan WITF 2026.

Pada 2026, BCA juga membawa upaya promosi ke ajang ITB Berlin dengan mencatatkan potential value sebesar Rp1,9 miliar. Nilai tersebut masih berstatus potensi, sehingga tidak dapat disamakan dengan pendapatan yang sudah terealisasi.

Sementara itu, BCA melaporkan kontribusi terhadap pendapatan desa wisata dan UMKM sebesar Rp2,22 miliar pada semester I-2026. Rinciannya terdiri atas Rp1,92 miliar dari sektor UMKM dan Rp301 juta dari paket wisata.

Melalui pilar UMKM dan Desa Bakti BCA, perusahaan menjalankan dua program utama peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan kelembagaan (capacity building), serta perluasan akses pasar (market access) melalui promosi dan kemitraan.

Peluang Besar, Ukuran Keberhasilan Tetap Realisasi

Perluasan akses pasar dapat membantu desa wisata menjangkau pembeli internasional. Namun, pertemuan bisnis dan angka potensi belum otomatis menghasilkan kunjungan wisatawan atau pendapatan bagi warga.

Bagi masyarakat desa, keberhasilan program ini perlu terlihat melalui pemesanan paket wisata, transaksi dengan pelaku lokal, peningkatan pendapatan usaha, dan keberlanjutan kemitraan. Indikator tersebut juga penting untuk menilai apakah manfaat promosi benar-benar menjangkau masyarakat, bukan berhenti pada pencatatan peluang bisnis.

BCA menyatakan komitmennya untuk menciptakan nilai bersama melalui program pemberdayaan masyarakat. Tantangan berikutnya ialah membuktikan komitmen tersebut melalui hasil yang terukur.

WITF 2026 telah membuka pintu pasar global. Pertanyaan berikutnya berapa dari 124 potensi kunjungan itu yang benar-benar terjadi, dan berapa nilai kerja sama yang akhirnya masuk ke kantong masyarakat desa?. @teguh

Tags: BCADesa Bakti BCAdesa wisata IndonesiaEkonomi DesaPariwisata IndonesiaPT Bank Central Asia TbkUMKMwisata globalWITF 2026

Kamu Melewatkan Ini

Fatwa Haram Vape di Depan Mata, Terus Nasib UMKM yang Tak Terlibat Narkotika?

Fatwa Haram Vape di Depan Mata, Terus Nasib UMKM yang Tak Terlibat Narkotika?

by teguh
Oktober 18, 2026

Aroma buah tidak menjamin cairan vape aman. Di balik kemasan yang tampak biasa, aparat menghadapi tantangan untuk membedakan produk legal...

Kopdes Merah Putih Siap Beroperasi, tetapi Manajernya Berguguran

Kopdes Merah Putih Siap Beroperasi, tetapi Manajernya Berguguran

by dimas
Oktober 14, 2026

Kopdes Merah Putih menargetkan operasional serentak 8.000 koperasi pada 15 Oktober 2026. Namun, pengunduran diri manajer memunculkan sorotan soal kesiapan...

Perpres Ojol Terbit: 92 Persen untuk Driver, Tapi Siapa yang Mengawasi Permainannya?

Perpres Ojol Resmi: Negara Mengatur 92 Persen, Platform Mengendalikan Permainan

by teguh
Oktober 8, 2026

Perpres Nomor 27 Tahun 2026 akhirnya resmi terbit. Perpres Ojol ini membawa satu angka yang langsung menarik perhatian 92 persen...

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id